alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Ditinggal Keluar Kota, Rumah di Medewi Ludes Terbakar

JEMBRANA, BALI EXPRESS – Kebakaran hanguskan rumah warga di Banjar Baler Setra, Desa Medewi, Kecamatan  Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Rabu (9/3). Rumah berukuran 6×7 meter persegi milik I Komang Ardiana,49 terbakar sesaat setelah ditinggal pergi pemiliknya. Kuat dugaan api berasal dari percikan dupa sisa persembahyangan.

 

Perbekel Medewi I Nengah Wirama membenarkan peristiwa kebakaran itu. Saat kejadian rumah dalam keadaan kosong karena korban melaksanakan persembahyangan ke Besakih. “Ya, korban saat kejadian sembahyang ke Besakih,” ujarnya.

 

Peristiwa itu lanjut Wirama diketahui pertama kali oleh I Nengah Artana dan Komang Yulinar yang merupakan tetangga korban. Saat itu mereka melihat ada kepulan asap dari dalam rumah korban, sesaat setelah korban meninggalkan rumah. “Mereka mendatangi rumah korban, pada saat itu listrik masih menyala. Artana sempat mematikan kilometer listriknya, sebelum kemudian berteriak minta bantuan kepada tetangga untuk membantu memadamkan api,” paparnya.

 

Tidak berhenti sampai disitu, Artana kemudian meminta tolong kepada aparat desa untuk memanggilkan pemadam kebakaran. Tiga unit  pemadam kebakaran Kabupaten Jembrana  yang di pimpin oleh I Gusti Ketut Singarsa tiba di lokasi untuk melaksanakan pemadaman api tersebut. Akhirnya api berhasil dipadamkan.

Wirama mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Namun rumah korban ludes terbakar.






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

JEMBRANA, BALI EXPRESS – Kebakaran hanguskan rumah warga di Banjar Baler Setra, Desa Medewi, Kecamatan  Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Rabu (9/3). Rumah berukuran 6×7 meter persegi milik I Komang Ardiana,49 terbakar sesaat setelah ditinggal pergi pemiliknya. Kuat dugaan api berasal dari percikan dupa sisa persembahyangan.

 

Perbekel Medewi I Nengah Wirama membenarkan peristiwa kebakaran itu. Saat kejadian rumah dalam keadaan kosong karena korban melaksanakan persembahyangan ke Besakih. “Ya, korban saat kejadian sembahyang ke Besakih,” ujarnya.

 

Peristiwa itu lanjut Wirama diketahui pertama kali oleh I Nengah Artana dan Komang Yulinar yang merupakan tetangga korban. Saat itu mereka melihat ada kepulan asap dari dalam rumah korban, sesaat setelah korban meninggalkan rumah. “Mereka mendatangi rumah korban, pada saat itu listrik masih menyala. Artana sempat mematikan kilometer listriknya, sebelum kemudian berteriak minta bantuan kepada tetangga untuk membantu memadamkan api,” paparnya.

 

Tidak berhenti sampai disitu, Artana kemudian meminta tolong kepada aparat desa untuk memanggilkan pemadam kebakaran. Tiga unit  pemadam kebakaran Kabupaten Jembrana  yang di pimpin oleh I Gusti Ketut Singarsa tiba di lokasi untuk melaksanakan pemadaman api tersebut. Akhirnya api berhasil dipadamkan.

Wirama mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Namun rumah korban ludes terbakar.






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

Most Read

Artikel Terbaru

/