alexametrics
24.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Ungkap 27 Tersangka Kejahatan, Tiga Maling Didor

DENPASAR, BALI EXPRESS – Polresta Denpasar beserta Polsek jajaran mengungkap 27 tersangka kejahatan yang berhasil ditangkap selama satu bulan, yakni periode Februari-Maret 2022. Menariknya ada tiga orang yang tampak berjalan pincang dalam rilis yang digelar pada Kamis (10/3). Lantaran mereka ditembak akibat melawan aparat ataupun kembali beraksi berulang kali usai dibui.

 

Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas memimpin kegiatan itu didampingi Kasatreskrim Kompol Mikael Hutabarat. Dijelaskan oleh Bambang, keseluruhan tersangka berasal dari 22 kasus kejahatan.Terdiri dari 11 kasus penculikan dengan pemberatan, tiga kasus pencurian bermotor dan tujuh kasus pencurian biasa.

 

“Tersangka 23 laki-laki dan empat perempuan, berdasar asalnya 13 dari Jawa, 9 orang dari Bali dan lima 5 orang dari Nusa Tenggara Timur,” beber mantan Kabagada Rolog Polda Metro Jaya ini. Perwira Melati Dua di pundak itu pun menegaskan akan “meratakan (menindak)” siapapun, baik perorangan atau kelompok yang berani mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polresta Denpasar. Melanjutkan penjelasan Kapolresta, Mikael menerangkan tiga kasus menonjol yakni tersangka yang ditembak secara rinci.

 

Pertama adalah tersangka bernama I Putu Sudiarta, 36. Pria ini merupakan residivis yang tercatat sudah tiga dia ditangkap polisi. Karena narkoba pada 2006, kemudian mencuri anjing pada 2019, serta mencuri HP pada 2020. Meski begitu, dia tak pernah kapok masuk bui. Terbukti pada (10/11/2021) malam, Sudiarta kembali mencuri Hp di Toko Tiga Putri Jalan Gunung Himalaya, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.

 

Bermula ketika korban bernama Edi Suhartono, 54, sudah menutup toko dan beristirahat di dalam. Dia mengecas hp Oppo A9 lalu ditinggal tidur. Saat itulah tersangka memasuki toko dan mengambil hp tersebut. Sehingga korban bergegas melapor kala mengetahui hp miliknya hilang. Menindaklanjuti laporan dari masyarakat, tim Resmob Polresta Denpasar melakukan penyelidikan dan mengantongi identitas pelaku sebagai residivis. Akhirnya pada Kamis (10/2), Sudirta berhasil berhasil diamankan di kosnya, kawasan Jalan Bungtomo IV, Denpasar.

 

“Tersangka telah mencuri berulang-ulang dan saat diamankan melakukan perlawanan, maka kami lakukan tindakan tegas terukur (tembak),” ucap Mikael. Dalam pemeriksaan, tersangka ternyata sudah mencuri hp di empat TKP lainnya kawasan Denpasar. Tersangka kedua yang ditembak adalan Residivis bernama Ali Ibrahim, 31, yang juga mencuri hp. Kasusnya bermula ketika Permata Sari, 26 sedang memasak di dapur kosnya, kawasan Jalan Dewata, Sidakarya, Denpasar Selatan (Densel), pada (12/2).

 

Namun korban saat itu meninggalkan hp Oppo Reno 5F miliknya di dalam kamar. Tanpa dia sadari, ada pencuri yang memasuki kamarnya dan mengambil ponsel tersebut. Alhasil dia kaget ketika kembali ke kamar karena hp telah raib, dan segera melapor ke Polsek Densel. Tim Opsnal Reskrim Polsek Densel lantas melakukan penyelidikan, hingga akhirnya berhasil mengamankan Ali di kosnya kawasan Jalan Tukad Badung, pada (16/2).

 

Statusnya sebagai residivis yang kembali nakal dan mencoba kabur saat diamankan membuat Ali dihadiahi timah panas pada kakinya. Adapun akibat perbuatannya, tersangka Sudiarta dan Ali, disangkakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. “Mereka terancam pidana penjara paling lama tujuh tahun,” sebut Mikael.

 

Berikutnya adalah tersangka kasus pencurian dengan kekerasan tepatnya jambret bernama I Made Sudana alias Lece, 26. Berdasar laporan wanita bernama Ni Kompyang Surnyani, masalah bermula pada Minggu (19/12/2021) pukul 04.00, saat korban pulang dari Pasar. Ketika wanita itu sampai di gang depan rumahnya wilayah Jalan Kebo Iwa, Denpasar, tiba-tiba saja ada pengendara motor dari belakang sebelah kirinya memepet.

 

Pengendara itu bahkan langsung menarik paksa tas kecil yang korban pegang di stang motornya sampai dia oleng. Kemudian, pemotor misterius itu kabur membawa tas berisi hp Oppo A37. Menyikapi laporan masyarakat, Tim Resmob Polresta Denpasar pun melakukan penyelidikan dan mengantongi identitas pelaku sebagai residivis kasus narkoba pada 2017 dan jambret pada 2019.

 

Akhirnya pada (5/3), Lece dapat diringkus di tempat tinggalnya wilayah Jalan Cokroaminoto, Denpasar. Akan tetapi pria berbadan gempal ini nekat melawan petugas, alhasil kakinya didor. Akibat perbuatannya, dia disangkakan Pasal 365 ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, terancam pidana penjara paling lama sembilan tahun.






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Polresta Denpasar beserta Polsek jajaran mengungkap 27 tersangka kejahatan yang berhasil ditangkap selama satu bulan, yakni periode Februari-Maret 2022. Menariknya ada tiga orang yang tampak berjalan pincang dalam rilis yang digelar pada Kamis (10/3). Lantaran mereka ditembak akibat melawan aparat ataupun kembali beraksi berulang kali usai dibui.

 

Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas memimpin kegiatan itu didampingi Kasatreskrim Kompol Mikael Hutabarat. Dijelaskan oleh Bambang, keseluruhan tersangka berasal dari 22 kasus kejahatan.Terdiri dari 11 kasus penculikan dengan pemberatan, tiga kasus pencurian bermotor dan tujuh kasus pencurian biasa.

 

“Tersangka 23 laki-laki dan empat perempuan, berdasar asalnya 13 dari Jawa, 9 orang dari Bali dan lima 5 orang dari Nusa Tenggara Timur,” beber mantan Kabagada Rolog Polda Metro Jaya ini. Perwira Melati Dua di pundak itu pun menegaskan akan “meratakan (menindak)” siapapun, baik perorangan atau kelompok yang berani mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polresta Denpasar. Melanjutkan penjelasan Kapolresta, Mikael menerangkan tiga kasus menonjol yakni tersangka yang ditembak secara rinci.

 

Pertama adalah tersangka bernama I Putu Sudiarta, 36. Pria ini merupakan residivis yang tercatat sudah tiga dia ditangkap polisi. Karena narkoba pada 2006, kemudian mencuri anjing pada 2019, serta mencuri HP pada 2020. Meski begitu, dia tak pernah kapok masuk bui. Terbukti pada (10/11/2021) malam, Sudiarta kembali mencuri Hp di Toko Tiga Putri Jalan Gunung Himalaya, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.

 

Bermula ketika korban bernama Edi Suhartono, 54, sudah menutup toko dan beristirahat di dalam. Dia mengecas hp Oppo A9 lalu ditinggal tidur. Saat itulah tersangka memasuki toko dan mengambil hp tersebut. Sehingga korban bergegas melapor kala mengetahui hp miliknya hilang. Menindaklanjuti laporan dari masyarakat, tim Resmob Polresta Denpasar melakukan penyelidikan dan mengantongi identitas pelaku sebagai residivis. Akhirnya pada Kamis (10/2), Sudirta berhasil berhasil diamankan di kosnya, kawasan Jalan Bungtomo IV, Denpasar.

 

“Tersangka telah mencuri berulang-ulang dan saat diamankan melakukan perlawanan, maka kami lakukan tindakan tegas terukur (tembak),” ucap Mikael. Dalam pemeriksaan, tersangka ternyata sudah mencuri hp di empat TKP lainnya kawasan Denpasar. Tersangka kedua yang ditembak adalan Residivis bernama Ali Ibrahim, 31, yang juga mencuri hp. Kasusnya bermula ketika Permata Sari, 26 sedang memasak di dapur kosnya, kawasan Jalan Dewata, Sidakarya, Denpasar Selatan (Densel), pada (12/2).

 

Namun korban saat itu meninggalkan hp Oppo Reno 5F miliknya di dalam kamar. Tanpa dia sadari, ada pencuri yang memasuki kamarnya dan mengambil ponsel tersebut. Alhasil dia kaget ketika kembali ke kamar karena hp telah raib, dan segera melapor ke Polsek Densel. Tim Opsnal Reskrim Polsek Densel lantas melakukan penyelidikan, hingga akhirnya berhasil mengamankan Ali di kosnya kawasan Jalan Tukad Badung, pada (16/2).

 

Statusnya sebagai residivis yang kembali nakal dan mencoba kabur saat diamankan membuat Ali dihadiahi timah panas pada kakinya. Adapun akibat perbuatannya, tersangka Sudiarta dan Ali, disangkakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. “Mereka terancam pidana penjara paling lama tujuh tahun,” sebut Mikael.

 

Berikutnya adalah tersangka kasus pencurian dengan kekerasan tepatnya jambret bernama I Made Sudana alias Lece, 26. Berdasar laporan wanita bernama Ni Kompyang Surnyani, masalah bermula pada Minggu (19/12/2021) pukul 04.00, saat korban pulang dari Pasar. Ketika wanita itu sampai di gang depan rumahnya wilayah Jalan Kebo Iwa, Denpasar, tiba-tiba saja ada pengendara motor dari belakang sebelah kirinya memepet.

 

Pengendara itu bahkan langsung menarik paksa tas kecil yang korban pegang di stang motornya sampai dia oleng. Kemudian, pemotor misterius itu kabur membawa tas berisi hp Oppo A37. Menyikapi laporan masyarakat, Tim Resmob Polresta Denpasar pun melakukan penyelidikan dan mengantongi identitas pelaku sebagai residivis kasus narkoba pada 2017 dan jambret pada 2019.

 

Akhirnya pada (5/3), Lece dapat diringkus di tempat tinggalnya wilayah Jalan Cokroaminoto, Denpasar. Akan tetapi pria berbadan gempal ini nekat melawan petugas, alhasil kakinya didor. Akibat perbuatannya, dia disangkakan Pasal 365 ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, terancam pidana penjara paling lama sembilan tahun.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/