alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Lomba Mancing Lele Berpita Disertai Edukasi Menjaga Alam di Tukad Bindu

DENPASAR, BALI EXPRESS – Tukad Bindu bisa dibilang salah satu tempat cukup ikonik di Kota Denpasar, khususnya di Denpasar Timur. Keberadaannya tetap dijaga agar terus lestari dan bisa menggaet masyarakat untuk menyambanginya.

 

Untuk lebih mengenalkan Tukad Bindu dengan kelestariannya, digelar lomba mancing lele berpita pada Minggu (10/4) yang terbuka untuk umum.

 

Menurut Ketua Panpel, I Gusti Ketut Ari Sudewa, sebelumnya telah disebar ribuan kupon mancing dengan ikan yang dipancing hanya lele saja dengan total 500kg. Sistem peserta yang boleh ikut dan dianggap sah yakni pertama peserta membeli kupon, kemudian saat perlombaan registrasi ulang, membawa joran sendiri dan umpan sendiri.

 

“Setelah itu peserta diberikan pita berwarna oranye dan memilih tempat. Jika nanti mendapat ikan berpita, tapi jorannya tidak berisi pita warna oranye itu, dianggap ilegal atau tidak sah,” terang Ari Sudewa.

 

Lanjutnya, panita mempersiapkan hadiah yang mana bisa didapat ketika pemancing mendapat lele berpita. “Untuk lele berpita putih berupa hadiah hiburan, sedangkan selain pita putih mendapat hadiah 1,2 dan 3. Sementara hadiah utama berupa motor akan diundi,” tegasnya.

 

Bagi Ari Sudewa, lomba ini termasuk penggalian dana untuk renovasi Banjar Ujung yang mana dibeberapa bagian bangunan mengalami kerusakan. Dari beberapa opsi penggalian dana, maka dipilih lomba mancing tersebut.

 

“Kebetulan kami ada sarana atau tempatnya yakni Tukad Bindu,” imbuhnya.

 

Dalam prosesnya, sembari pemancing menunggu ikan, panita mengedukasi terkait pentingnya menjaga alam, khususnya Tukad Bindu. “Kami ingin sadarkan masyarakat pentingnya menjaga alam. Bisa menikmati alam yang asri dan tidak membuang sampah ke sungai. Kegiatan ini mendapat dukungan juga dari Pemerintah Kota Denpasar,” tandasnya.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

DENPASAR, BALI EXPRESS – Tukad Bindu bisa dibilang salah satu tempat cukup ikonik di Kota Denpasar, khususnya di Denpasar Timur. Keberadaannya tetap dijaga agar terus lestari dan bisa menggaet masyarakat untuk menyambanginya.

 

Untuk lebih mengenalkan Tukad Bindu dengan kelestariannya, digelar lomba mancing lele berpita pada Minggu (10/4) yang terbuka untuk umum.

 

Menurut Ketua Panpel, I Gusti Ketut Ari Sudewa, sebelumnya telah disebar ribuan kupon mancing dengan ikan yang dipancing hanya lele saja dengan total 500kg. Sistem peserta yang boleh ikut dan dianggap sah yakni pertama peserta membeli kupon, kemudian saat perlombaan registrasi ulang, membawa joran sendiri dan umpan sendiri.

 

“Setelah itu peserta diberikan pita berwarna oranye dan memilih tempat. Jika nanti mendapat ikan berpita, tapi jorannya tidak berisi pita warna oranye itu, dianggap ilegal atau tidak sah,” terang Ari Sudewa.

 

Lanjutnya, panita mempersiapkan hadiah yang mana bisa didapat ketika pemancing mendapat lele berpita. “Untuk lele berpita putih berupa hadiah hiburan, sedangkan selain pita putih mendapat hadiah 1,2 dan 3. Sementara hadiah utama berupa motor akan diundi,” tegasnya.

 

Bagi Ari Sudewa, lomba ini termasuk penggalian dana untuk renovasi Banjar Ujung yang mana dibeberapa bagian bangunan mengalami kerusakan. Dari beberapa opsi penggalian dana, maka dipilih lomba mancing tersebut.

 

“Kebetulan kami ada sarana atau tempatnya yakni Tukad Bindu,” imbuhnya.

 

Dalam prosesnya, sembari pemancing menunggu ikan, panita mengedukasi terkait pentingnya menjaga alam, khususnya Tukad Bindu. “Kami ingin sadarkan masyarakat pentingnya menjaga alam. Bisa menikmati alam yang asri dan tidak membuang sampah ke sungai. Kegiatan ini mendapat dukungan juga dari Pemerintah Kota Denpasar,” tandasnya.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/