alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Desa Zona Merah Rabies di Gianyar Bertambah

GIANYAR, BALI EXPRESS – Di tahun 2022 ada tiga desa di Gianyar yang masuk zona merah rabies. Sebelumnya sudah ada 9 desa di Gianyar dinyatakan zona merah rabies. Adapun tiga desa tersebut adalah Kelurahan Bitra, Desa Tampaksiring dan Peliatan.

 

Kabid Keswan Distanak Gianyar, Made Santiarka menjelaskan di tahun sebelumnya desa zona merah adalah Desa Sebatu, Medahan, Buruan, Taro, Lodtunduh, Melinggih, Ubud, Kelusa dan Ubud.

“Dan populasi anjing di Gianyar cenderung bertambah yang dilepas liar juga bertambah sehingga kita lakukan vaksinasi,” ungkapnya Selasa (10/5).

 

Dirinya menambahkan jika penambahan zona merah tersebut terjadi akibat saat vaksinasi ditemukan anjing yang memiliki ciri rabies. Namun langsung dieliminasi. Menurutnya, petugas sangat kesulitan melakukan eliminasi, karena belum adanya regulasi eliminasi anjing kecuali memang positif rabies. “Kalau di eliminasi sembarangan, apalagi viral yang kita hadapi bukan hanya pemilik anjing tapi juga komunitas penyayang binatang dan lainnya,” sebutnya.

 

Pihaknya pun berharap setiap keluarga yang memelihara anjing, dapat membatasi jumlah peliharaan. Dimana dalam satu pekarangan rumah idealnya satu hingga dua anjing saja. “Dengan begitu kita harapkan populasi anjing bisa terkendali, mengingat saat ini populasi anjing di Gianyar sudah melebihi 84.000 ekor. Dan jumlah ini sudah sangat tinggi, sehingga peluang tercecer vaksin dan rabies masih ada,” pungkasnya.

 

Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari Bidang Kesehatan Hewan, populasi anjing di Kelurahan Bitra dan sudah divaksin sebanyak 1.426 ekor, kemudian Tampaksiring 1.264 ekor, dan Peliatan 1.212 ekor. Sedangkan pada zona kuning rabies yang sudah divaksin di Desa Lebih 1.634 ekor, Serongga 781 ekor, Abianbase 860 ekor, Singakerta 1.161 ekor, Gianyar 1.634 ekor dan Desa Manukaya 1.515 ekor.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Di tahun 2022 ada tiga desa di Gianyar yang masuk zona merah rabies. Sebelumnya sudah ada 9 desa di Gianyar dinyatakan zona merah rabies. Adapun tiga desa tersebut adalah Kelurahan Bitra, Desa Tampaksiring dan Peliatan.

 

Kabid Keswan Distanak Gianyar, Made Santiarka menjelaskan di tahun sebelumnya desa zona merah adalah Desa Sebatu, Medahan, Buruan, Taro, Lodtunduh, Melinggih, Ubud, Kelusa dan Ubud.

“Dan populasi anjing di Gianyar cenderung bertambah yang dilepas liar juga bertambah sehingga kita lakukan vaksinasi,” ungkapnya Selasa (10/5).

 

Dirinya menambahkan jika penambahan zona merah tersebut terjadi akibat saat vaksinasi ditemukan anjing yang memiliki ciri rabies. Namun langsung dieliminasi. Menurutnya, petugas sangat kesulitan melakukan eliminasi, karena belum adanya regulasi eliminasi anjing kecuali memang positif rabies. “Kalau di eliminasi sembarangan, apalagi viral yang kita hadapi bukan hanya pemilik anjing tapi juga komunitas penyayang binatang dan lainnya,” sebutnya.

 

Pihaknya pun berharap setiap keluarga yang memelihara anjing, dapat membatasi jumlah peliharaan. Dimana dalam satu pekarangan rumah idealnya satu hingga dua anjing saja. “Dengan begitu kita harapkan populasi anjing bisa terkendali, mengingat saat ini populasi anjing di Gianyar sudah melebihi 84.000 ekor. Dan jumlah ini sudah sangat tinggi, sehingga peluang tercecer vaksin dan rabies masih ada,” pungkasnya.

 

Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari Bidang Kesehatan Hewan, populasi anjing di Kelurahan Bitra dan sudah divaksin sebanyak 1.426 ekor, kemudian Tampaksiring 1.264 ekor, dan Peliatan 1.212 ekor. Sedangkan pada zona kuning rabies yang sudah divaksin di Desa Lebih 1.634 ekor, Serongga 781 ekor, Abianbase 860 ekor, Singakerta 1.161 ekor, Gianyar 1.634 ekor dan Desa Manukaya 1.515 ekor.


Most Read

Artikel Terbaru

/