alexametrics
25.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Baru Beroperasi, Laboratorium PCR RSBM Terima 700 Lebih Spesimen

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemprov Bali telah menambah satu laboratorium khusus untuk pemeriksaan spesimen berbasis PCR (polymerase chain reaction). Tambahan terakhirnya dilakukan dengan menunjuk Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM).

Laboratorium terakhir ini telah dioperasikan sejak awal Juli 2020 ini. Bahkan menurut Direktur RSBM, dr. Bagus Dharmayasa, setiap hari laboratorium tersebut kedatangan spesimen dari beberapa rumah sakit rujukan serta tempat karantina. “Per hari kapasitasnya 270 spesimen. Kami atur demikian, agar mesinnya juga tidak cepat panas,” ujar dr Bagus Dharmayasa, Jumat (10/7).

Kapasitas ini rupanya masih kurang juga. Karena jumlah spesimen yang didatangkan relatif banyak setiap harinya. Bahkan sejak dioperasikan, laboratorium yang disediakan di basement rumah sakit ini telah menerima 700 lebih spesimen. “Laporan terakhir malah 750 spesimen. Ini sudah kami upayakan agar semuanya dianalisa. Dari pukul 07.30 sampai 22.00. Kadang bisa sampai 23.00,” sebutnya.

Jumlah spesimen itu belum termasuk yang diambil dari tenaga kesehatan. Khususnya mereka yang menjalankan tugas terkait perawatan dan penanganan pasien positif Covid-19. “Termasuk petugas kami juga diswab. Karena mereka termasuk orang-orang yang berisiko tertular,” imbuhnya.

Meski telah berusaha optimal, pihaknya tidak memungkiri untuk daya dukung petugas masih diperlukan penambahan, khususnya petugas analis. Mereka inilah yang nanti menganalisa spesimen setelah melalui proses ekstraksi.

“Jujur saja, kami kekurangan tenaga. Terutama petugas analis. Estimasinya kurang lebih 15 orang,” beber dokter yang hobi melukis ini.

Penambahan jumlah laboratorium ini dilakukan sebagai upaya mempercepat sirkulasi penanganan dan perawatan pasien positif, baik di rumah sakit rujukan maupun di tempat karantina bagi pasien yang tidak menunjukkan gejala klinis.

Sehingga kebutuhan ruang isolasi maupun tempat karantina bisa terpenuhi,  selain dengan cara menambah tempat karantina.

Dengan tambahan tersebut, daya dukung pemeriksaan spesimen pasien Covid-19 di Bali saat ini tersebar di empat laboratorium yang mendapat tugas memeriksa spesimen melalui metode uji swab atau uji usap.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemprov Bali telah menambah satu laboratorium khusus untuk pemeriksaan spesimen berbasis PCR (polymerase chain reaction). Tambahan terakhirnya dilakukan dengan menunjuk Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM).

Laboratorium terakhir ini telah dioperasikan sejak awal Juli 2020 ini. Bahkan menurut Direktur RSBM, dr. Bagus Dharmayasa, setiap hari laboratorium tersebut kedatangan spesimen dari beberapa rumah sakit rujukan serta tempat karantina. “Per hari kapasitasnya 270 spesimen. Kami atur demikian, agar mesinnya juga tidak cepat panas,” ujar dr Bagus Dharmayasa, Jumat (10/7).

Kapasitas ini rupanya masih kurang juga. Karena jumlah spesimen yang didatangkan relatif banyak setiap harinya. Bahkan sejak dioperasikan, laboratorium yang disediakan di basement rumah sakit ini telah menerima 700 lebih spesimen. “Laporan terakhir malah 750 spesimen. Ini sudah kami upayakan agar semuanya dianalisa. Dari pukul 07.30 sampai 22.00. Kadang bisa sampai 23.00,” sebutnya.

Jumlah spesimen itu belum termasuk yang diambil dari tenaga kesehatan. Khususnya mereka yang menjalankan tugas terkait perawatan dan penanganan pasien positif Covid-19. “Termasuk petugas kami juga diswab. Karena mereka termasuk orang-orang yang berisiko tertular,” imbuhnya.

Meski telah berusaha optimal, pihaknya tidak memungkiri untuk daya dukung petugas masih diperlukan penambahan, khususnya petugas analis. Mereka inilah yang nanti menganalisa spesimen setelah melalui proses ekstraksi.

“Jujur saja, kami kekurangan tenaga. Terutama petugas analis. Estimasinya kurang lebih 15 orang,” beber dokter yang hobi melukis ini.

Penambahan jumlah laboratorium ini dilakukan sebagai upaya mempercepat sirkulasi penanganan dan perawatan pasien positif, baik di rumah sakit rujukan maupun di tempat karantina bagi pasien yang tidak menunjukkan gejala klinis.

Sehingga kebutuhan ruang isolasi maupun tempat karantina bisa terpenuhi,  selain dengan cara menambah tempat karantina.

Dengan tambahan tersebut, daya dukung pemeriksaan spesimen pasien Covid-19 di Bali saat ini tersebar di empat laboratorium yang mendapat tugas memeriksa spesimen melalui metode uji swab atau uji usap.


Most Read

Artikel Terbaru

/