alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Dewa Indra Minta Para Kepsek Beradaptasi dengan Pandemi

DENPASAR, BALI EXPRESS – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menggelar tatap muka secara virtual dengan para kepala sekolah (Kepsek) SMA/SMK negeri maupun swasta serta SLB di seluruh Bali, Jumat (10/7).

Dalam pertemuan jarak jauh itu, Dewa Indra menekankan bahwa sektor pendidikan harus mampu beradaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19 sehingga sektor pendidikan tetap berjalan dan produktif.

Dalam pengantarnya, Dewa Indra yang juga ketua harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali memaparkan, pandemi Covid-19 saat ini memberi tantangan baru dalam menjalankan hidup sehari-hari di segala lini.

Tantangan itu menuntut adanya adaptasi dan inovasi, tidak terkecuali pada sektor pendidikan. Terlebih sampai saat ini belum bisa dipastikan kapan pandemi akan berakhir.

Di sisi lain, aktivitas sehari-hari harus tetap jalan. Karena aktivitas yang berhenti dalam waktu yang lama akan menimpulkan berbagai dampak. Sehingga produktivitas harus tetap jalan dan tentunya harus aman dari Covid-19.

Hal ini berlaku juga bagi sektor pendidikan, sekalipun proses belajar mengajar sampai saat ini belum bisa dilaksanakan secara tatap muka.

“Sektor pendidikan harus bisa beradaptasi dan tetap produktif. Dunia pendidikan harus bisa merespon dengan cepat. Pendidikan harus tetap bergerak tetapi dengan cara baru, metode, sarana, pendekatan, dan kecakapan baru yang mungkin sebelumnya tidak digunakan,” ujar Dewa Indra dalam tatap muka yang dilakukan dari ruang kerjanya. Tatap muka ini juga diikuti Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Bali, KN Boy Jaya Wibawa.

Dia menyampaikan, pandemi Covid-19 agar tidak disikapi dengan ketakutan, terlebih paranoid, hingga membuat kewajiban menjalankan aktivitas atau tugas tidak bisa jalan.

 “Covid-19 harus dihadapi dengan menenerapan protokol kesehatan yang baik dan disiplin sehingga aman dari risiko penyebarannya. Gunakan masker yang benar, rajin cuci tangan, menjaga jarak fisik, gunakan hand sanitizer, dan jauhi kerumunan,” imbuhnya.

Pada saat yang sama, sambung dia, masing-masing individu menjaga kesehatan, menjaga imunitas tubuh, menjaga pikiran agar selalu positif.  “Harus tetap  produktif. Covid-19 harus dihadapi dan kita harus bisa beradaptasi. Kita produktif dengan tetap lindungi diri,” tukas Dewa Indra.

Dalam konteks kegiatan belajar mengajar, dia meminta para kepala sekolah serta guru agar terus beradaptasi dan berinovasi dalam menerapkan metode pembelajaran sesuai kondisi yang terjadi saat ini.

Adaptasi dan inivasi tersebut bukan hanya menyangkut sarana prasarana penunjang yang harus dipersiapkan, seperti sarana wifi, laptop, atau smartphone. Namun para guru harus mampu menyajikan pembelajaran dengan cara yang menarik dan efisien. Sehingga mudah dipahami dan tidak membuat para siswa bosan.

Selain itu, pihak sekolah juga diminta untuk memastikan kemampuan akses siswa untuk melakukan pembelajaran secara daring. Tidak hanya itu, pihak sekolah juga diminta untuk mempertimbangkan kemampuan keuangan para orang tua siswa.

 “Jangan sampai siswa tidak memiliki kemampuan mengakses internet karena ekonomi yang kurang mendukung. Ini harus dipikirkan dan dipetakan terkait kondisi siswa di masing-masing sekolah sehingga proses pembelajaran daring berjalan lancar,” imbaunya.

 Pada akhir arahannya, Dewa Indra meminta pihak sekolah dapat mengamankan lingkungan sekolahnya dari penyebaran Covid-19. Sehingga sekolah akan menjadi tempat yang aman, baik bagi para guru maupun siswa. Sekalipun saat ini proses belajar-mengajar belum bisa dilaksanakan seperti dalam situasi sebelum pandemi.

Pihak sekolah juga diminta sudah mempersiapkan penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Memastikan penggunaan masker bagi semua warga sekolah. Menyiapkan tempat cuci tangan yang memadai sesuai jumlah siswa. Memastikan ketersediaan sabun. Mengatur jarak bangku di dalam kelas dan mengatur aktivitas siswa.

 Kemudian melakukan desinfeksi ruang kelas maupun sarana sekolah lainnya. Serta jika diperlukan menuangkan protokol kesehatan tesebut dalam peraturan tata tertib sekolah. Serta membentuk petugas yang khusus memantau semua warga sekolah menerapakan protokol kesehatan dengan tertib dan disiplin.

“Senin (13/7) kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) akan dilakukan secara daring. Siapkan secara matang dan seefektif mungkin. Pada tahap ini bisa diperkenalkan juga tata tertib sekolah, termasuk pelaksanaan protokol kesehatan. Selain tentunya pengenalan terhadap lingkungan sekolah maupun para guru. Memang ini situasi yang berat. Namun harus bisa diatasi,” pungkasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menggelar tatap muka secara virtual dengan para kepala sekolah (Kepsek) SMA/SMK negeri maupun swasta serta SLB di seluruh Bali, Jumat (10/7).

Dalam pertemuan jarak jauh itu, Dewa Indra menekankan bahwa sektor pendidikan harus mampu beradaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19 sehingga sektor pendidikan tetap berjalan dan produktif.

Dalam pengantarnya, Dewa Indra yang juga ketua harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali memaparkan, pandemi Covid-19 saat ini memberi tantangan baru dalam menjalankan hidup sehari-hari di segala lini.

Tantangan itu menuntut adanya adaptasi dan inovasi, tidak terkecuali pada sektor pendidikan. Terlebih sampai saat ini belum bisa dipastikan kapan pandemi akan berakhir.

Di sisi lain, aktivitas sehari-hari harus tetap jalan. Karena aktivitas yang berhenti dalam waktu yang lama akan menimpulkan berbagai dampak. Sehingga produktivitas harus tetap jalan dan tentunya harus aman dari Covid-19.

Hal ini berlaku juga bagi sektor pendidikan, sekalipun proses belajar mengajar sampai saat ini belum bisa dilaksanakan secara tatap muka.

“Sektor pendidikan harus bisa beradaptasi dan tetap produktif. Dunia pendidikan harus bisa merespon dengan cepat. Pendidikan harus tetap bergerak tetapi dengan cara baru, metode, sarana, pendekatan, dan kecakapan baru yang mungkin sebelumnya tidak digunakan,” ujar Dewa Indra dalam tatap muka yang dilakukan dari ruang kerjanya. Tatap muka ini juga diikuti Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Bali, KN Boy Jaya Wibawa.

Dia menyampaikan, pandemi Covid-19 agar tidak disikapi dengan ketakutan, terlebih paranoid, hingga membuat kewajiban menjalankan aktivitas atau tugas tidak bisa jalan.

 “Covid-19 harus dihadapi dengan menenerapan protokol kesehatan yang baik dan disiplin sehingga aman dari risiko penyebarannya. Gunakan masker yang benar, rajin cuci tangan, menjaga jarak fisik, gunakan hand sanitizer, dan jauhi kerumunan,” imbuhnya.

Pada saat yang sama, sambung dia, masing-masing individu menjaga kesehatan, menjaga imunitas tubuh, menjaga pikiran agar selalu positif.  “Harus tetap  produktif. Covid-19 harus dihadapi dan kita harus bisa beradaptasi. Kita produktif dengan tetap lindungi diri,” tukas Dewa Indra.

Dalam konteks kegiatan belajar mengajar, dia meminta para kepala sekolah serta guru agar terus beradaptasi dan berinovasi dalam menerapkan metode pembelajaran sesuai kondisi yang terjadi saat ini.

Adaptasi dan inivasi tersebut bukan hanya menyangkut sarana prasarana penunjang yang harus dipersiapkan, seperti sarana wifi, laptop, atau smartphone. Namun para guru harus mampu menyajikan pembelajaran dengan cara yang menarik dan efisien. Sehingga mudah dipahami dan tidak membuat para siswa bosan.

Selain itu, pihak sekolah juga diminta untuk memastikan kemampuan akses siswa untuk melakukan pembelajaran secara daring. Tidak hanya itu, pihak sekolah juga diminta untuk mempertimbangkan kemampuan keuangan para orang tua siswa.

 “Jangan sampai siswa tidak memiliki kemampuan mengakses internet karena ekonomi yang kurang mendukung. Ini harus dipikirkan dan dipetakan terkait kondisi siswa di masing-masing sekolah sehingga proses pembelajaran daring berjalan lancar,” imbaunya.

 Pada akhir arahannya, Dewa Indra meminta pihak sekolah dapat mengamankan lingkungan sekolahnya dari penyebaran Covid-19. Sehingga sekolah akan menjadi tempat yang aman, baik bagi para guru maupun siswa. Sekalipun saat ini proses belajar-mengajar belum bisa dilaksanakan seperti dalam situasi sebelum pandemi.

Pihak sekolah juga diminta sudah mempersiapkan penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Memastikan penggunaan masker bagi semua warga sekolah. Menyiapkan tempat cuci tangan yang memadai sesuai jumlah siswa. Memastikan ketersediaan sabun. Mengatur jarak bangku di dalam kelas dan mengatur aktivitas siswa.

 Kemudian melakukan desinfeksi ruang kelas maupun sarana sekolah lainnya. Serta jika diperlukan menuangkan protokol kesehatan tesebut dalam peraturan tata tertib sekolah. Serta membentuk petugas yang khusus memantau semua warga sekolah menerapakan protokol kesehatan dengan tertib dan disiplin.

“Senin (13/7) kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) akan dilakukan secara daring. Siapkan secara matang dan seefektif mungkin. Pada tahap ini bisa diperkenalkan juga tata tertib sekolah, termasuk pelaksanaan protokol kesehatan. Selain tentunya pengenalan terhadap lingkungan sekolah maupun para guru. Memang ini situasi yang berat. Namun harus bisa diatasi,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/