alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Pariwisata Dibuka, Dispar Badung Beri Pelatihan Pengelola Objek

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Meski sudah memasuki kenormalan baru, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung tak serta merta membuka objek wisata di “Gumi Keris”. Setelah lolos verifikasi, pengelola pariwisata juga diberikan pelatihan terlebih dulu. Sehingga benar-benar siap beroperasi di tengah kenormalan baru.

Kadispar Badung mengungkapkan, objek wisata dibuka secara bertahap sesuai arahan gubernur Bali. “Bapak gubernur sudah jelas mengatakan objek wisata akan dibuka secara bertahap, sehingga kami di pemerintah daerah harus melakukan verifikasi terkait kesiapan objek wisata tersebut,” ungkapnya, Jumat (10/7).

Berkenaan dengan itu, objek wisata yang sudah siap untuk dibuka dengan protokol kesehatan, akan dibuka resmi setelah mendapatkan sertifikat oleh pemda Setempat. 

Dijelaskan, pihaknya sudah memverifikasi 12 objek wisata di Kabupaten Badung yang sebelumnya telah melapor ke Disparda melalui formulir via daring. Namun ada dua objek wisata yang dikataka tak lolos verifikasi. “Sementara kami kan rencananya buka 12 objek, seperti restoran, pantai, destinasi yang lainnya. Dari semua itu, dua yang tak lolos,” terangnya.

Sayang, ia enggan merinci 12 objek wisata yang dimaksud. Yang jelas, selain 12 objek tersebut, objek daya tarik wisata (ODTW) juga akan diverifikasi. Di antaranya objek wisata Sangeh di Kecamatan Abiansemal, Taman Ayun di Mengwi, Air Terjun Nungnung Kecamatan Petang, Uluwatu di Kecamatan Kuta Selatan, Pandawa di Kuta Selatan, dan Labuan Sait juga di Kuta Selatan. 

“Jadi sistemnya, setelah kami verifikasi dan lolos, objek wisata tersebut belum bisa buka begitu saja. Namun kami juga akan adakan pendampingan,  latihan atau simulasi penerapan tatanan kehidupan baru,” bebernya.

Birokrat asal Kuta itu mengatakan, sementara ini, setelah lolos verifikasi, objek wisata akan dibuka tahap pertama untuk masyarakat lokal atau wisatawan lokal. Pelaksanaan pelatihan yang dimaksud, menurutnya, juga untuk wisatawan domestik dan mancanegara.

“Masyarakat kan hanya tau new normal dengan cara umum saja seperti menggunakan masker, jaga jarak pengecekan suhu tubuh dan yang lainnya. Namun pelatihan yang kami maksud, yakni kepada para petugas agar tahu bagaimana bekerja dengan new normal. Seperti resepsionis saat ada tamu, apa yang harus dilakukan dan yang lainnya,” tandas pejabat asal Kuta ini.

Dikatakan pula, setelah dilakukan pelatihan, maka objek wisata tersebut akan mendapatkan sertifikat lulus penerapan tatanan kehidupan baru atau new normal dengan protokol kesehatan. Sehingga setelah mendapatkan sertifikat, barulah objek wisata bisa melakukan promosi. “Sertifikat itu menyatakan, objek wisata tersebut siap untuk pelayanan dan siap untuk dikunjungi,” tutupnya.


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Meski sudah memasuki kenormalan baru, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung tak serta merta membuka objek wisata di “Gumi Keris”. Setelah lolos verifikasi, pengelola pariwisata juga diberikan pelatihan terlebih dulu. Sehingga benar-benar siap beroperasi di tengah kenormalan baru.

Kadispar Badung mengungkapkan, objek wisata dibuka secara bertahap sesuai arahan gubernur Bali. “Bapak gubernur sudah jelas mengatakan objek wisata akan dibuka secara bertahap, sehingga kami di pemerintah daerah harus melakukan verifikasi terkait kesiapan objek wisata tersebut,” ungkapnya, Jumat (10/7).

Berkenaan dengan itu, objek wisata yang sudah siap untuk dibuka dengan protokol kesehatan, akan dibuka resmi setelah mendapatkan sertifikat oleh pemda Setempat. 

Dijelaskan, pihaknya sudah memverifikasi 12 objek wisata di Kabupaten Badung yang sebelumnya telah melapor ke Disparda melalui formulir via daring. Namun ada dua objek wisata yang dikataka tak lolos verifikasi. “Sementara kami kan rencananya buka 12 objek, seperti restoran, pantai, destinasi yang lainnya. Dari semua itu, dua yang tak lolos,” terangnya.

Sayang, ia enggan merinci 12 objek wisata yang dimaksud. Yang jelas, selain 12 objek tersebut, objek daya tarik wisata (ODTW) juga akan diverifikasi. Di antaranya objek wisata Sangeh di Kecamatan Abiansemal, Taman Ayun di Mengwi, Air Terjun Nungnung Kecamatan Petang, Uluwatu di Kecamatan Kuta Selatan, Pandawa di Kuta Selatan, dan Labuan Sait juga di Kuta Selatan. 

“Jadi sistemnya, setelah kami verifikasi dan lolos, objek wisata tersebut belum bisa buka begitu saja. Namun kami juga akan adakan pendampingan,  latihan atau simulasi penerapan tatanan kehidupan baru,” bebernya.

Birokrat asal Kuta itu mengatakan, sementara ini, setelah lolos verifikasi, objek wisata akan dibuka tahap pertama untuk masyarakat lokal atau wisatawan lokal. Pelaksanaan pelatihan yang dimaksud, menurutnya, juga untuk wisatawan domestik dan mancanegara.

“Masyarakat kan hanya tau new normal dengan cara umum saja seperti menggunakan masker, jaga jarak pengecekan suhu tubuh dan yang lainnya. Namun pelatihan yang kami maksud, yakni kepada para petugas agar tahu bagaimana bekerja dengan new normal. Seperti resepsionis saat ada tamu, apa yang harus dilakukan dan yang lainnya,” tandas pejabat asal Kuta ini.

Dikatakan pula, setelah dilakukan pelatihan, maka objek wisata tersebut akan mendapatkan sertifikat lulus penerapan tatanan kehidupan baru atau new normal dengan protokol kesehatan. Sehingga setelah mendapatkan sertifikat, barulah objek wisata bisa melakukan promosi. “Sertifikat itu menyatakan, objek wisata tersebut siap untuk pelayanan dan siap untuk dikunjungi,” tutupnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/