alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Sisa 9, Tiga Pasien Kasus Transmisi Lokal Sembuh

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Tim Gugus Tugas Buleleng melaporkan tiga pasien yang sempat terinfeksi Virus Korona di Buleleng sembuh pada Jumat (10/7). Mereka adalah PDP 120, PDP 121, dan PDP 122. Dengan demikian, jumlah pasien yang tengah diisolasi RS Pratama Giri Emas kini sisa 9 orang.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, saat memberikan keterangan pers secara online, Jumat siang menjelaskan, untuk PDP 120 merupakan warga asal Kelurahan Kampung Kajanan, Kecamatan Buleleng. Ia diisolasi selama tujuh hari, dan sudah menjalani swab sebanyak empat kali.

Sedangkan PDP 121 dan PDP 122 merupakan warga asal Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng. Mereka juga diisolasi selama tujuh hari, dan menjalani swab sebanyak empat kali. Kedua pasien ini sebelumnya terpapar Covid-19 dari keluarganya (PDP 115) yang sudah lebih dulu dinyatakan sembuh. “PDP 121 ini anak dari PDP 115. Sementara PDP 112 adalah menantu dari PDP 115. Mereka sebelumnya kasus transmisi lokal.” terang Suyasa.

Selain itu, saat ini juga ada dua PDP yang dirawat di RS Pratama Giri Emas, yakni PDP 128 dan PDP 129, karena hasil rapid testnya reaktif. Hanya saja Gugus Tugas belum memastikan, apakah kedua pasien terinfeksi Virus Korona atau tidak. Sebab, hasil swabnya belum diterima oleh Gugus Tugas.

PDP 128 sebut Suyasa disolasi sejak 7 Juli kemarin. Sedangkan PDP 129 yang berasal dari Kecamatan Tejakula baru masuk Jumat pagi, dari Kecamatan Tejakula. PDP 129 ini berumur belum setahun, dan memiliki gejala Bronkopneumonia dan Anemia. “Hasil rapidnya sebenarnya non reaktif. Tapi karena gejala klinisnya mengarah ke Covid, maka direkomendasikan untuk dirawat di Giri Emas, dan masuk sebagai PDP,” beber Suyasa.

Di sisi lain pada Kamis (9/7) kemarin, ada seorang warga asal Desa Silangjana, Kecamatan Sukasada yang meninggal dunia, dan dikubur dengan protokol Covid-19. Pasien tersebut ditegaskan Suyasa tidak sempat masuk kedalam data Covid-19 di Buleleng, karena belum sempat diisolasi di RS Pratama Giri Emas.

Ia menjelaskan, awalnya, pasien tersebut masuk ke RSUD Buleleng dengan gejala penyakit jantung dan sesak nafas. Saat dirapid test, hasilnya reaktif. Sehingga pihak medis langsung merujuknya ke RS Pratama Giri Emas. Setibanya di  RS Pratama Giri Emas, pasien meninggal dunia.

Demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak medik akhirnya memutuskan untuk mengubur pasien dengan protkol Covid-19. “Pasien baru tiba di Giri Emas sudah meninggal dunia. Jadi belum sempat dilakukan penanganan, sehingga pasien tidak masuk dalam catatan kasus Covid-19. Pasien langsung dikubur, sehingga tidak sempat diswab,” pungkasnya. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Tim Gugus Tugas Buleleng melaporkan tiga pasien yang sempat terinfeksi Virus Korona di Buleleng sembuh pada Jumat (10/7). Mereka adalah PDP 120, PDP 121, dan PDP 122. Dengan demikian, jumlah pasien yang tengah diisolasi RS Pratama Giri Emas kini sisa 9 orang.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, saat memberikan keterangan pers secara online, Jumat siang menjelaskan, untuk PDP 120 merupakan warga asal Kelurahan Kampung Kajanan, Kecamatan Buleleng. Ia diisolasi selama tujuh hari, dan sudah menjalani swab sebanyak empat kali.

Sedangkan PDP 121 dan PDP 122 merupakan warga asal Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng. Mereka juga diisolasi selama tujuh hari, dan menjalani swab sebanyak empat kali. Kedua pasien ini sebelumnya terpapar Covid-19 dari keluarganya (PDP 115) yang sudah lebih dulu dinyatakan sembuh. “PDP 121 ini anak dari PDP 115. Sementara PDP 112 adalah menantu dari PDP 115. Mereka sebelumnya kasus transmisi lokal.” terang Suyasa.

Selain itu, saat ini juga ada dua PDP yang dirawat di RS Pratama Giri Emas, yakni PDP 128 dan PDP 129, karena hasil rapid testnya reaktif. Hanya saja Gugus Tugas belum memastikan, apakah kedua pasien terinfeksi Virus Korona atau tidak. Sebab, hasil swabnya belum diterima oleh Gugus Tugas.

PDP 128 sebut Suyasa disolasi sejak 7 Juli kemarin. Sedangkan PDP 129 yang berasal dari Kecamatan Tejakula baru masuk Jumat pagi, dari Kecamatan Tejakula. PDP 129 ini berumur belum setahun, dan memiliki gejala Bronkopneumonia dan Anemia. “Hasil rapidnya sebenarnya non reaktif. Tapi karena gejala klinisnya mengarah ke Covid, maka direkomendasikan untuk dirawat di Giri Emas, dan masuk sebagai PDP,” beber Suyasa.

Di sisi lain pada Kamis (9/7) kemarin, ada seorang warga asal Desa Silangjana, Kecamatan Sukasada yang meninggal dunia, dan dikubur dengan protokol Covid-19. Pasien tersebut ditegaskan Suyasa tidak sempat masuk kedalam data Covid-19 di Buleleng, karena belum sempat diisolasi di RS Pratama Giri Emas.

Ia menjelaskan, awalnya, pasien tersebut masuk ke RSUD Buleleng dengan gejala penyakit jantung dan sesak nafas. Saat dirapid test, hasilnya reaktif. Sehingga pihak medis langsung merujuknya ke RS Pratama Giri Emas. Setibanya di  RS Pratama Giri Emas, pasien meninggal dunia.

Demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak medik akhirnya memutuskan untuk mengubur pasien dengan protkol Covid-19. “Pasien baru tiba di Giri Emas sudah meninggal dunia. Jadi belum sempat dilakukan penanganan, sehingga pasien tidak masuk dalam catatan kasus Covid-19. Pasien langsung dikubur, sehingga tidak sempat diswab,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/