alexametrics
26.7 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Kasus Perkelahian yang Sebabkan Dua Orang Tewas di Pegayaman

Sempat Melarikan Diri, Dua Pemuda di Pegayaman Ditangkap, Begini Kondisinya

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Kasus kematian Ketut Vauzi dan Edi Salman di Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada perlahan mulai menemui titik terang. Saksi kunci yang mengetahui kejadian itu telah diakntongi polisi. Dua orang yang diduga bernama Nu’ul dan Jakar telah ditangkap Polsek Sukasada. Mereka diamankan ketika akan menuju ke rumah masing-masing pada Jumat (8/7) lalu.

 

Dikonfirmasi via telepon, Minggu (10/7) sore, Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan membenarkan hal tersebut. Setelah melakukan operasi di wilayah desa Pegayaman, tim gabungan menciduk N’ul dan Jakar di perjalanan. Keduanya dalam kondisi lemas dan luka-luka. Namun masih belum diketahui sebelumnya dimana mereka bersembunyi. “Keduanya dua hari lalu sudah diamankan. Kondisinya saat ditangkap luka-luka. Dan mereka sudah dibawa ke rumah sakit untuk diobati,” ujarnya.

 

Kehadiran dua orang yang merupakan rekan dari almarhum Edi Salman itu pun akan segera menguak penyebab Ketut Vauzi dan Edi Salman duel hingga meregang nyawa. Keduanya merupakan saksi kunci atas peristiwa berdarah di desa Pegayaman. “Saat ini masih dimintai keterangan untuk mengetahui secara pasti penyebab dua orang lainnya itu meninggal,” terang Kompol Dwi.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Hadiri Launching Perdana GeNose dan E-Ticketing

 

Diberitakan sebelumnya, peristiwa menegangkan terjadi di Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. Salah paham yang terjadi antara Ketut Vauzi, 39 dengan Edi Salman, Nu’ul serta Jakar berujung pada penganiayaan yang akhirnya menewaskan Ketut Vausi dan Edi Salman. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (3/7) sekitar pukul 23.00 wita. Saat kejadian itu dua orang rekan Edi Salman yang dikenal dengan sebutan Nu’ul dan Jakar melarikan diri. Namun kini keduanya telah diringkus.

 

Kejadian itu berawal ketika Ketut Vauzi bersama istrinya Siti Akrimah, 29 sedang tidur di rumahnya. Kemudian sayup-sayup Siti Akrimah mendengar suara panggilan dari luar yang memanggil suaminya dengan panggilan Bli (panggilan kakak untuk laki-laki). Siti membangunkan suaminya. Ketut Vauzi lantas keluar kamar untuk menemui tamu itu. Di luar nampak tiga orang, yakni Edi Salman, Jakar dan Nu’ul. Keempatnya kemudian terlibat perkelahian. Pergumulan terjadi hingga Ketut Vauzi dan Edi Salman mengalami luka serius akibat tebasan senjata tajam. Perkelahian itu membuat syok istri Vauzi yang tengah mengandung. Ia lantas berteriak meminta pertolongan warga. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Sukasada.

Baca Juga :  Jadi Korban Tabrak Lari, Ayah dan Anak Kendarai Motor Scoopy Tewas

 

Dari peristiwa itu polisi telah mengaman sejumlah barang bukti. Diantaranya sebilah pedang yang digunakan untuk duel. Namun polisi masih belum mengetahui pemilik dari pedang tersebut serta siapa yang menggunakannya.






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Kasus kematian Ketut Vauzi dan Edi Salman di Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada perlahan mulai menemui titik terang. Saksi kunci yang mengetahui kejadian itu telah diakntongi polisi. Dua orang yang diduga bernama Nu’ul dan Jakar telah ditangkap Polsek Sukasada. Mereka diamankan ketika akan menuju ke rumah masing-masing pada Jumat (8/7) lalu.

 

Dikonfirmasi via telepon, Minggu (10/7) sore, Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan membenarkan hal tersebut. Setelah melakukan operasi di wilayah desa Pegayaman, tim gabungan menciduk N’ul dan Jakar di perjalanan. Keduanya dalam kondisi lemas dan luka-luka. Namun masih belum diketahui sebelumnya dimana mereka bersembunyi. “Keduanya dua hari lalu sudah diamankan. Kondisinya saat ditangkap luka-luka. Dan mereka sudah dibawa ke rumah sakit untuk diobati,” ujarnya.

 

Kehadiran dua orang yang merupakan rekan dari almarhum Edi Salman itu pun akan segera menguak penyebab Ketut Vauzi dan Edi Salman duel hingga meregang nyawa. Keduanya merupakan saksi kunci atas peristiwa berdarah di desa Pegayaman. “Saat ini masih dimintai keterangan untuk mengetahui secara pasti penyebab dua orang lainnya itu meninggal,” terang Kompol Dwi.

Baca Juga :  Tak Kantongi Izin, Toko Berjejaring di Tabanan Buka Usaha Coffee Shop

 

Diberitakan sebelumnya, peristiwa menegangkan terjadi di Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. Salah paham yang terjadi antara Ketut Vauzi, 39 dengan Edi Salman, Nu’ul serta Jakar berujung pada penganiayaan yang akhirnya menewaskan Ketut Vausi dan Edi Salman. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (3/7) sekitar pukul 23.00 wita. Saat kejadian itu dua orang rekan Edi Salman yang dikenal dengan sebutan Nu’ul dan Jakar melarikan diri. Namun kini keduanya telah diringkus.

 

Kejadian itu berawal ketika Ketut Vauzi bersama istrinya Siti Akrimah, 29 sedang tidur di rumahnya. Kemudian sayup-sayup Siti Akrimah mendengar suara panggilan dari luar yang memanggil suaminya dengan panggilan Bli (panggilan kakak untuk laki-laki). Siti membangunkan suaminya. Ketut Vauzi lantas keluar kamar untuk menemui tamu itu. Di luar nampak tiga orang, yakni Edi Salman, Jakar dan Nu’ul. Keempatnya kemudian terlibat perkelahian. Pergumulan terjadi hingga Ketut Vauzi dan Edi Salman mengalami luka serius akibat tebasan senjata tajam. Perkelahian itu membuat syok istri Vauzi yang tengah mengandung. Ia lantas berteriak meminta pertolongan warga. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Sukasada.

Baca Juga :  Roadshow KPK di Jembrana, Edukasi Nilai Kejujuran Sejak Usia Dini

 

Dari peristiwa itu polisi telah mengaman sejumlah barang bukti. Diantaranya sebilah pedang yang digunakan untuk duel. Namun polisi masih belum mengetahui pemilik dari pedang tersebut serta siapa yang menggunakannya.






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/