alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Dewan Kesal Tak Diajak Koordinasi Rekrutmen Tenaga Kontrak

 TABANAN, BALI EXPRESS – Komisi I DPRD Tabanan menggelar rapat kerja dengan pihak eksekutif, yang diwakili  Asisten I Setda Tabanan, BKPSDM Tabanan, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Senin (10/8) di Kantor DPRD Tabanan. 

Rapat tersebut membahas mengenai rekrutmen tenaga kesehatan di RS Nyitdah yang tidak berkoordinasi dengan pihak dewan. Mengenai hal tersebut, Asisten I Setda Tabanan, I Wayan Miarsana, menjelaskan, ketika pandemi Covid-19 mewabah ada beberapa aspek yang direncanakan mulai dari pencegahan, penyebaran dan penanganan. 

Dan, setelah kasus Covid-19 perkembangannya menunjukkan peningkatan, bahkan jumlah orang tanpa gejala (OTG) sampai 170 orang, maka sebagai langkah antisipasi dua instalasi kesehatan, baik BRSU Tabanan dan RS Nyitdah perlu disiapkan sebaik mungkin. 

“Secara teknis kita revitalisasi ruang isolasi bertekanan negatif di BRSU Tabanan kemusian menyiapkan lab mikro untuk PCR, sedangkan di RS Nyotdah kita tingkatkan kapasitas daya tampung hingga 60 orang,” jelasnya.

Sayangnya secara prinsipil jumlah tenaga kesehatan di RS Nyitdah masih belum memadai, sehingga diambil langkah untuk merekrut tenaga kontrak dengan formasi tenaga kefarmasian, tenaga keperawatan, dan tenaga kesehatan lainnya, sebanyak total 73 orang. 

Kemudian, terkait dengan PP Nomor 49 Tahun 2018, maka Pemkab Tabanan mengajukan permohonan ke Menpan RB untuk bisa melakukan rekrutmen tenaga kontrak karena kondisi darurat. Permohonan itu disetujui selama formasi yang diusulkan kali ini diprioritaskan menjadi formasi dalam perekrutan aparatur sipil negara (ASN) di tahun berikutnya.

Baca Juga :  Jalur Prestasi, Khusus dan Miskin dapat “Prioritas”

Sehingga per tanggal 7 Agustus 2020, Dinas Kesehatan Tabanan telah mengumumkan rekrutmen tenaga kesehatan untuk RS Nyitdah dan proses seleksinya akan bekerjasama dengan BAKN Denpasar. “Pasca diumumkan hingga siang tadi informasinya sudah ada 222 orang pelamar,” tandasnya.

Atas penjelasan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi menjelaskan bahwa dalam rapat kerja tersebut pihaknya menanyakan mengenai rekrutmen tenaga kesehatan di RS Nyitdah yang ternyata awalnya tidak diketahui oleh pihak legislatif.

Sedangkan sesuai PP Nomor 49 Tahun 2018, sementara dilarang untuk melakukan pengangkatan pegawai kontrak dengan manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan membuka peluang bagi kalangan profesional untuk menjadi ASN. “Walaupun itu kebutuham khusus, kita berharap rekrutmen tenaga kesehatan ini berdasarkan kajian,” tegasnya.

Ditambahkannya, pihaknya khawatir apabila rekrutmen dilakukan tanpa kajian atau dipaksakan, dapat menimbulkan permasalahan kedepannya. “Meskipun sudah mendapatkan rekomendasi dari Bupati yang disampaikan ke Menpan RB dan kita lihat kondisi di Tabanan juga kekurangan tenaga kesehatan, tetap kita khawatir jika tanpa kajian dan dasar kebijakan akan menimbulkan persoalan baru nantinya,” paparnya.

Namun, karena rekrutmen telah diumumkan, pihaknya meminta agar proses rekrutmen berjalan sesuai mekanisme yang berlaku sehingga memeroleh sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar profesional.

“Kita minta agar proses  betul-betul terbuka, sehingga memperoleh SDM yang profesional dan siap ditempatkan di RS Nyitdah sesuai dengan kondisi penanganan Covid-19 ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Serempetan di Sanglah, Satu Orang Aniaya Dua Orang

Ditambahkan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Tabanan, I Gusti Nyoman Omardani, sejatinya pihaknya menyayangkan jika tidak ada koordinasi OPD terkait dengan DPRD Tabanan terkait rekrutmen tersebut. Namun, menurutnya yang terpenting saat ini adalah bagaimana proses rekrutmen berjalan dengan transparan dan sesuai mekanisme yang berlaku.  

“Karena gaji tenaga kesehatan ini akan diambil dari dana Covid-19 pusat, tentunya kita nanti juga akan lihat lagi anggarannya, apakah seterusnya memungkinkan untuk penggajian atau bagaimana,” ujarnya. 

Berdasarkan data yang diperoleh, adapun formasi yang dibutuhkan dalam rekrutmen tenaga kesehatan tersebut adalah tenaga farmasi sebanyak 3 orang yang terdiri dari 2 orang Apoteker (S1 Farmasi + Apt) dan 1 orang Asisten Apoteker (Minimal D3 Kefarmasian). 

Kemudian,  58 tenaga keperawatan yang terdiri dari 53 orang Perawat (D3 Keperawatan) dan 5 orang Bidan (D3 Kebidanan), serta 12 orang tenaga kesehatan lainnya yang terdiri dari 4 teknisi elektromedis (minimal D3 Teknik Elektro Medik), 5 orang pranata laboratorium kesehatan (minimal D3 Analis Kesehatan), dan 3 orang Sanitarian (minimal D3 Kesehatan Lingkungan). 

Pendaftaran dibuka mulai 7 Agustus hingga 11 Agustus 2020 dan pengumuman seleksi administrasi dilakukan 14 Agustus 2020. Selanjutnya tes TKD menggunakan sistem CAT akan dilakukan tanggal 24 sampai 25 Agustus 2020 mendatang. Kemudian tes wawancara dilakukan tanggal 31 Agustus hingga 1 September dan pengumuman kelulusan dilakukan tanggal 3 September 2020.


 TABANAN, BALI EXPRESS – Komisi I DPRD Tabanan menggelar rapat kerja dengan pihak eksekutif, yang diwakili  Asisten I Setda Tabanan, BKPSDM Tabanan, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Senin (10/8) di Kantor DPRD Tabanan. 

Rapat tersebut membahas mengenai rekrutmen tenaga kesehatan di RS Nyitdah yang tidak berkoordinasi dengan pihak dewan. Mengenai hal tersebut, Asisten I Setda Tabanan, I Wayan Miarsana, menjelaskan, ketika pandemi Covid-19 mewabah ada beberapa aspek yang direncanakan mulai dari pencegahan, penyebaran dan penanganan. 

Dan, setelah kasus Covid-19 perkembangannya menunjukkan peningkatan, bahkan jumlah orang tanpa gejala (OTG) sampai 170 orang, maka sebagai langkah antisipasi dua instalasi kesehatan, baik BRSU Tabanan dan RS Nyitdah perlu disiapkan sebaik mungkin. 

“Secara teknis kita revitalisasi ruang isolasi bertekanan negatif di BRSU Tabanan kemusian menyiapkan lab mikro untuk PCR, sedangkan di RS Nyotdah kita tingkatkan kapasitas daya tampung hingga 60 orang,” jelasnya.

Sayangnya secara prinsipil jumlah tenaga kesehatan di RS Nyitdah masih belum memadai, sehingga diambil langkah untuk merekrut tenaga kontrak dengan formasi tenaga kefarmasian, tenaga keperawatan, dan tenaga kesehatan lainnya, sebanyak total 73 orang. 

Kemudian, terkait dengan PP Nomor 49 Tahun 2018, maka Pemkab Tabanan mengajukan permohonan ke Menpan RB untuk bisa melakukan rekrutmen tenaga kontrak karena kondisi darurat. Permohonan itu disetujui selama formasi yang diusulkan kali ini diprioritaskan menjadi formasi dalam perekrutan aparatur sipil negara (ASN) di tahun berikutnya.

Baca Juga :  Jadi Korban Tabrak Lari, Nenek Rebung Tewas di Baturiti

Sehingga per tanggal 7 Agustus 2020, Dinas Kesehatan Tabanan telah mengumumkan rekrutmen tenaga kesehatan untuk RS Nyitdah dan proses seleksinya akan bekerjasama dengan BAKN Denpasar. “Pasca diumumkan hingga siang tadi informasinya sudah ada 222 orang pelamar,” tandasnya.

Atas penjelasan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi menjelaskan bahwa dalam rapat kerja tersebut pihaknya menanyakan mengenai rekrutmen tenaga kesehatan di RS Nyitdah yang ternyata awalnya tidak diketahui oleh pihak legislatif.

Sedangkan sesuai PP Nomor 49 Tahun 2018, sementara dilarang untuk melakukan pengangkatan pegawai kontrak dengan manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan membuka peluang bagi kalangan profesional untuk menjadi ASN. “Walaupun itu kebutuham khusus, kita berharap rekrutmen tenaga kesehatan ini berdasarkan kajian,” tegasnya.

Ditambahkannya, pihaknya khawatir apabila rekrutmen dilakukan tanpa kajian atau dipaksakan, dapat menimbulkan permasalahan kedepannya. “Meskipun sudah mendapatkan rekomendasi dari Bupati yang disampaikan ke Menpan RB dan kita lihat kondisi di Tabanan juga kekurangan tenaga kesehatan, tetap kita khawatir jika tanpa kajian dan dasar kebijakan akan menimbulkan persoalan baru nantinya,” paparnya.

Namun, karena rekrutmen telah diumumkan, pihaknya meminta agar proses rekrutmen berjalan sesuai mekanisme yang berlaku sehingga memeroleh sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar profesional.

“Kita minta agar proses  betul-betul terbuka, sehingga memperoleh SDM yang profesional dan siap ditempatkan di RS Nyitdah sesuai dengan kondisi penanganan Covid-19 ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Perketat Arus Balik, Suiasa dan Jaya Negara Sidak Terminal Mengwi

Ditambahkan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Tabanan, I Gusti Nyoman Omardani, sejatinya pihaknya menyayangkan jika tidak ada koordinasi OPD terkait dengan DPRD Tabanan terkait rekrutmen tersebut. Namun, menurutnya yang terpenting saat ini adalah bagaimana proses rekrutmen berjalan dengan transparan dan sesuai mekanisme yang berlaku.  

“Karena gaji tenaga kesehatan ini akan diambil dari dana Covid-19 pusat, tentunya kita nanti juga akan lihat lagi anggarannya, apakah seterusnya memungkinkan untuk penggajian atau bagaimana,” ujarnya. 

Berdasarkan data yang diperoleh, adapun formasi yang dibutuhkan dalam rekrutmen tenaga kesehatan tersebut adalah tenaga farmasi sebanyak 3 orang yang terdiri dari 2 orang Apoteker (S1 Farmasi + Apt) dan 1 orang Asisten Apoteker (Minimal D3 Kefarmasian). 

Kemudian,  58 tenaga keperawatan yang terdiri dari 53 orang Perawat (D3 Keperawatan) dan 5 orang Bidan (D3 Kebidanan), serta 12 orang tenaga kesehatan lainnya yang terdiri dari 4 teknisi elektromedis (minimal D3 Teknik Elektro Medik), 5 orang pranata laboratorium kesehatan (minimal D3 Analis Kesehatan), dan 3 orang Sanitarian (minimal D3 Kesehatan Lingkungan). 

Pendaftaran dibuka mulai 7 Agustus hingga 11 Agustus 2020 dan pengumuman seleksi administrasi dilakukan 14 Agustus 2020. Selanjutnya tes TKD menggunakan sistem CAT akan dilakukan tanggal 24 sampai 25 Agustus 2020 mendatang. Kemudian tes wawancara dilakukan tanggal 31 Agustus hingga 1 September dan pengumuman kelulusan dilakukan tanggal 3 September 2020.


Most Read

Artikel Terbaru

/