alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Satgas Covid-19 Buleleng Minta Agar Masyarakat Tidak Takut Ditracing

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Program rapid antigen yang dilakukan secara acak oleh Kodim 1609/Buleleng mendapat dukungan dari Satgas Covid-19 Buleleng. Program ini pun mendapat banyak tanggapan dari masyarakat. Pun demikian Satgas Covid-19 Buleleng menghimbau kepada masyarakat agar tidak menghindar dan tidak takut ketika dilakukan tes rapid antigen secara acak.

Sekretaris Satgas Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, program 3T yakni Testing, Tracing dan Treatment ini merupakan instruksi dari pemerintah pusat. Ini pun gencar dilakukan TNI/Polri. Dukungan satgas pun diberikan dengan menrjunkan bantuan tenaga kesehatan saat tes acak dilakukan. Tes ini pun efektif dilakukan untuk menjaring OTG yang tidak bergejala masih berada di luar rumah. “Ini bagus. Kami pun mendukung gerakan ini. Dengan tes acak ini jadi tahu OTG-OTG yang masih ada di luar sana. Masyarakat pun harus bersedia di tes jika bertemu dengan petugas rapid nantinya. Jangan takut, ini demi kesehatan bersama juga,” terang Suyasa.

Suyasa pun menyarankan kepada masyarakat yang diketahui positif saat dilakukan tes agar tidak menolak jika dirujuk ke tempat karantina. “Jadi testing memang perlu dilakukan dimana saja, dan masyarakat harus bersedia. Kalau ketahuan positif, harus terima menjalani isolasi di tempat terpusat. Kalau bergejala ya ke rumah sakit. Tidak bayar kok. Semua ditanggung pemerintah,” ucapnya. 

Suyasa juga tak menampik masih ada masyarakat yang kurang berkenan apabila bertemu dengan petugas saat dilakukan tes acak. Hal itu menurut Suyasa wajat terjadi karena tekanan psikis dari orang yang bersangkutan. “Saya tidak tahu alasan pastinya kenapa mereka lari kalau ketemu petugasnya. Mungkin karena pikirannya, kalau positof akan diisolasi dan pisah sama keluarga. Atau ada yang takut dicolok hidungnya. Sama seperti vaksin ada yang takut sama jarum suntik. Jadi tidak usah khawatir. Tes ini untuk mengetahui kondisi kesehatan saat Pandemi. Meski terlihat sehat, siapa yang tau kan,” ujar Suyasa.

Rapid antigen secara acak ini akan terus dilakukan. seperti diketahui, Kodim 1609/Buleleng tengah gencar melakukan tes secara acak. Beberapa tempat telah dikunjungi untuk melakukan tes terhadap pengjung maupun pemilik. misalnya di Pasar Banyuasri dilakukan tes pekan lalu dan didapati seorang pedagang serta 4 orang pengunjung hasil tenya positif. begitu juga di Pasar Anyar, 3 orang dinyatakan positif. Namun 19 orang yang dites secara acak di warung angkringan dan cafe dinyatakan negatif. bagi yang positif disarankan untuk menjalani isolasi mandiri serta berkoordinasi dengan babinsa yang  ada di wilayah tempat tinggalnya.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Program rapid antigen yang dilakukan secara acak oleh Kodim 1609/Buleleng mendapat dukungan dari Satgas Covid-19 Buleleng. Program ini pun mendapat banyak tanggapan dari masyarakat. Pun demikian Satgas Covid-19 Buleleng menghimbau kepada masyarakat agar tidak menghindar dan tidak takut ketika dilakukan tes rapid antigen secara acak.

Sekretaris Satgas Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, program 3T yakni Testing, Tracing dan Treatment ini merupakan instruksi dari pemerintah pusat. Ini pun gencar dilakukan TNI/Polri. Dukungan satgas pun diberikan dengan menrjunkan bantuan tenaga kesehatan saat tes acak dilakukan. Tes ini pun efektif dilakukan untuk menjaring OTG yang tidak bergejala masih berada di luar rumah. “Ini bagus. Kami pun mendukung gerakan ini. Dengan tes acak ini jadi tahu OTG-OTG yang masih ada di luar sana. Masyarakat pun harus bersedia di tes jika bertemu dengan petugas rapid nantinya. Jangan takut, ini demi kesehatan bersama juga,” terang Suyasa.

Suyasa pun menyarankan kepada masyarakat yang diketahui positif saat dilakukan tes agar tidak menolak jika dirujuk ke tempat karantina. “Jadi testing memang perlu dilakukan dimana saja, dan masyarakat harus bersedia. Kalau ketahuan positif, harus terima menjalani isolasi di tempat terpusat. Kalau bergejala ya ke rumah sakit. Tidak bayar kok. Semua ditanggung pemerintah,” ucapnya. 

Suyasa juga tak menampik masih ada masyarakat yang kurang berkenan apabila bertemu dengan petugas saat dilakukan tes acak. Hal itu menurut Suyasa wajat terjadi karena tekanan psikis dari orang yang bersangkutan. “Saya tidak tahu alasan pastinya kenapa mereka lari kalau ketemu petugasnya. Mungkin karena pikirannya, kalau positof akan diisolasi dan pisah sama keluarga. Atau ada yang takut dicolok hidungnya. Sama seperti vaksin ada yang takut sama jarum suntik. Jadi tidak usah khawatir. Tes ini untuk mengetahui kondisi kesehatan saat Pandemi. Meski terlihat sehat, siapa yang tau kan,” ujar Suyasa.

Rapid antigen secara acak ini akan terus dilakukan. seperti diketahui, Kodim 1609/Buleleng tengah gencar melakukan tes secara acak. Beberapa tempat telah dikunjungi untuk melakukan tes terhadap pengjung maupun pemilik. misalnya di Pasar Banyuasri dilakukan tes pekan lalu dan didapati seorang pedagang serta 4 orang pengunjung hasil tenya positif. begitu juga di Pasar Anyar, 3 orang dinyatakan positif. Namun 19 orang yang dites secara acak di warung angkringan dan cafe dinyatakan negatif. bagi yang positif disarankan untuk menjalani isolasi mandiri serta berkoordinasi dengan babinsa yang  ada di wilayah tempat tinggalnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/