alexametrics
29.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

37 Orang Kena PHK, 1.460 Pekerja Tabanan Dirumahkan

TABANAN, BALI EXPRESS – Pandemi Covid-19 yang terjadi membawa dampak di berbagai aspek kehidupan. Jumlah pengangguran pun dipastikan bertambah. 

Di Kabupaten Tabanan berdasarkan data terakhir di tahun 2018 terdapat 3.936 orang pengangguran. Sedangkan untuk data tahun 2019 memang belum keluar dari Badan Pusat Statistik (BPS). 

Kepala Dinas Tenaga Kerja Tabanan, I Putu Santika, mengatakan,  di tahun 2020 ini tentunya ada peningkatan jumlah pengangguran, sebab ada 37 orang yang di PHK akibat pandemi Covid-19 ini. “Selain itu ada 1.460 orang pekerja yang dirumahkan,” ujarnya, Kamis (10/9).

Sedangkan di tahun 2018 berdasarkan data dari BPS ada 3.936 orang pengangguran dan sebagian besar merupakan lulusan Sarjana serta SMA/SMK. Sedangkan data di tahun 2019 belum ia terima dari BPS.

Ditambahkannya, kebanyakan pengangguran ini terjadi lantaran yang bersangkutan masih memilih pekerjaan. Angka pengangguran tersebut juga diprediksi belum akan berkurang melihat situasi di tahun 2020 yang terjadi pandemi Covid-19.

“Dengan situasi pariwisata, industri dan perekonomian seperti saat ini, jelas lapangan pekerjaan belum terbuka lebar,” lanjutnya.

Namun, pihaknya tetap melakukan upaya untuk menekan angka pengangguran, diantaranya dengan menggelar sejumlah pelatihan kerja. Dengan keterampilan yang dimiliki, pengangguran ini bisa membuka usahanya sendiri atau bekerja dengan orang lain. “Pelatihannya adalah membuat roti, tata rias, komputer, dan lainnya,” imbuh Santika.

Di samping itu, kata dia, Pemerintah Pusat di tahun 2020 ini juga telah mengeluarkan program Kartu Pra-Kerja, yakni program  yang memberikan kesempatan bagi warga Indonesia untuk mengikuti pelatihan berbasis kompetensi secara online. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Pandemi Covid-19 yang terjadi membawa dampak di berbagai aspek kehidupan. Jumlah pengangguran pun dipastikan bertambah. 

Di Kabupaten Tabanan berdasarkan data terakhir di tahun 2018 terdapat 3.936 orang pengangguran. Sedangkan untuk data tahun 2019 memang belum keluar dari Badan Pusat Statistik (BPS). 

Kepala Dinas Tenaga Kerja Tabanan, I Putu Santika, mengatakan,  di tahun 2020 ini tentunya ada peningkatan jumlah pengangguran, sebab ada 37 orang yang di PHK akibat pandemi Covid-19 ini. “Selain itu ada 1.460 orang pekerja yang dirumahkan,” ujarnya, Kamis (10/9).

Sedangkan di tahun 2018 berdasarkan data dari BPS ada 3.936 orang pengangguran dan sebagian besar merupakan lulusan Sarjana serta SMA/SMK. Sedangkan data di tahun 2019 belum ia terima dari BPS.

Ditambahkannya, kebanyakan pengangguran ini terjadi lantaran yang bersangkutan masih memilih pekerjaan. Angka pengangguran tersebut juga diprediksi belum akan berkurang melihat situasi di tahun 2020 yang terjadi pandemi Covid-19.

“Dengan situasi pariwisata, industri dan perekonomian seperti saat ini, jelas lapangan pekerjaan belum terbuka lebar,” lanjutnya.

Namun, pihaknya tetap melakukan upaya untuk menekan angka pengangguran, diantaranya dengan menggelar sejumlah pelatihan kerja. Dengan keterampilan yang dimiliki, pengangguran ini bisa membuka usahanya sendiri atau bekerja dengan orang lain. “Pelatihannya adalah membuat roti, tata rias, komputer, dan lainnya,” imbuh Santika.

Di samping itu, kata dia, Pemerintah Pusat di tahun 2020 ini juga telah mengeluarkan program Kartu Pra-Kerja, yakni program  yang memberikan kesempatan bagi warga Indonesia untuk mengikuti pelatihan berbasis kompetensi secara online. 


Most Read

Artikel Terbaru

/