alexametrics
29.8 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Bantu Petani dan Pedagang, Guru Di Gianyar Belanja Rp 487 Juta

GIANYAR, BALI EXPRESS – Dalam memutar roda perekonomian, guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Gianyar, membantu pedagang dan petani. Bantuan itu dalam bentuk Pasar Gotong Royong, dengan total berbelanja sebesar Rp 487 juta. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, I Wayan Sadra, Kamis (10/9).

Pria asal Klungkung itu menjelaskan, Pasar Gotong Royong memang ada intruksi dari Bupati Gianyar, Made Mahayastra, untuk membantu perputaran roda perekonomian di Gianyar. Sebab, guru yang berstatus PNS dan GTT memiliki gaji tetap setiap bulannya.

“Kita ditugaskan dari Bupati, khusus Disdik agar melakukan Pasar Gotong Royong. Maka kita libatkan semua sekolah yang ada se-Kabupaten Gianyar,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan lebih memrioritaskan Kepala Sekolah dan guru PNS. Sementara guru yang belum PNS dikatakan boleh beli, juga tidak harus membeli. 

Dikatakannya para guru, memesan apa yang diinginkan, dan ketikanpasar dibuka tinggal mengambil di areal GOR Kebo Iwa Gianyar.

“GTT juga kita libatkan, karena mereka digaji dari Pemda. Ini murni untuk bantu petani dan pedagang. Khusus Kepsek minimal belanja Rp 200 ribu, guru PNS Rp 150 ribu, dan GTT Rp 100 ribu. Sehingga hasil jualan mereka atau guru berbelanja mencapai setengah miliar, yaitu Rp 487 juta,” ungkapnya.

Sadra menyampaikan pihaknya bekerjasama dengan instansi terkait. Untuk sayur dan buah dari Dinas Pertanian, sedangkan beras, kopi, gula, bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan. “Jadi, barang tidak dari petani saja, melalui intsnasi terkait kita juga datangkan dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan sebagainya. Kita terima dari sana,” sambungnya.

Sadra juga mengatakan, Kamis (10/9) beberapa barang yang sudah bisa dibawa telah dibagikan langsung oleh masing-masing kepala sekolah. Sebab, Pasar Gotong Royong baru akan dilakukan Jumat (11/9). Jika pun ada guru yang lambat memesan, ia mengarahkan agar langsung ke GOR Kebo Iwa.

“Memang hari ini ada barang yang sudah diambil agar tidak numpuk di dinas. Yang bisa diambil langsung dibagikan, sedangkan untuk beras dan sayur itu menyusul. Karena pasarnya hanya berlangsung satu hari saja,” tandasnya.

Dengan hasil belanja yang setengah miliar rupiah itu, Sadra mengatakan animo para guru di Gianyar sangat semangat membantu roda perekonomian. Menjelang perayaan Galungan dan Kuningan ini, pihaknya di Disdik sangat semangat, termasuk sekolah yang ikut berpartisipasi  membantu para petani dan pedagang lokal yang ada. 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Dalam memutar roda perekonomian, guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Gianyar, membantu pedagang dan petani. Bantuan itu dalam bentuk Pasar Gotong Royong, dengan total berbelanja sebesar Rp 487 juta. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, I Wayan Sadra, Kamis (10/9).

Pria asal Klungkung itu menjelaskan, Pasar Gotong Royong memang ada intruksi dari Bupati Gianyar, Made Mahayastra, untuk membantu perputaran roda perekonomian di Gianyar. Sebab, guru yang berstatus PNS dan GTT memiliki gaji tetap setiap bulannya.

“Kita ditugaskan dari Bupati, khusus Disdik agar melakukan Pasar Gotong Royong. Maka kita libatkan semua sekolah yang ada se-Kabupaten Gianyar,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan lebih memrioritaskan Kepala Sekolah dan guru PNS. Sementara guru yang belum PNS dikatakan boleh beli, juga tidak harus membeli. 

Dikatakannya para guru, memesan apa yang diinginkan, dan ketikanpasar dibuka tinggal mengambil di areal GOR Kebo Iwa Gianyar.

“GTT juga kita libatkan, karena mereka digaji dari Pemda. Ini murni untuk bantu petani dan pedagang. Khusus Kepsek minimal belanja Rp 200 ribu, guru PNS Rp 150 ribu, dan GTT Rp 100 ribu. Sehingga hasil jualan mereka atau guru berbelanja mencapai setengah miliar, yaitu Rp 487 juta,” ungkapnya.

Sadra menyampaikan pihaknya bekerjasama dengan instansi terkait. Untuk sayur dan buah dari Dinas Pertanian, sedangkan beras, kopi, gula, bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan. “Jadi, barang tidak dari petani saja, melalui intsnasi terkait kita juga datangkan dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan sebagainya. Kita terima dari sana,” sambungnya.

Sadra juga mengatakan, Kamis (10/9) beberapa barang yang sudah bisa dibawa telah dibagikan langsung oleh masing-masing kepala sekolah. Sebab, Pasar Gotong Royong baru akan dilakukan Jumat (11/9). Jika pun ada guru yang lambat memesan, ia mengarahkan agar langsung ke GOR Kebo Iwa.

“Memang hari ini ada barang yang sudah diambil agar tidak numpuk di dinas. Yang bisa diambil langsung dibagikan, sedangkan untuk beras dan sayur itu menyusul. Karena pasarnya hanya berlangsung satu hari saja,” tandasnya.

Dengan hasil belanja yang setengah miliar rupiah itu, Sadra mengatakan animo para guru di Gianyar sangat semangat membantu roda perekonomian. Menjelang perayaan Galungan dan Kuningan ini, pihaknya di Disdik sangat semangat, termasuk sekolah yang ikut berpartisipasi  membantu para petani dan pedagang lokal yang ada. 


Most Read

Artikel Terbaru

/