alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Bripka Anton Sisihkan Uang, Belikan Siswa Miskin HP  

BUSUNGBIU, BALI EXPRESS-Aksi Bripka Putu Anton Dwipayana layak diancungi jempol. Polisi yang bertugas di Satres Kriminal Polres Buleleng ini, menyisihkan penghasilannya untuk beli HP, yang  kemudian diberikan kepada seorang siswa di Busungbiu yang kesulitan mengikuti belajar online.

Kisah itu bermula dari penerapan sistem belajar dalam jaringan (daring) online di tengah pandemi Covid-19. Banyak orang tua siswa yang miskin tidak mampu membeli HP (handphone) android sebagai fasilitas belajar putra-putrinya yang duduk di bangku sekolah.

Tak terkecuali yang dialami Putu Agung Suantara, siswa yang duduk di bangku kelas V Sekolah Dasar (SD) asal Banjar Dinas Sepang, Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Buleleng.

Mirisnya lagi, bocah yang berusia sekitar 10 tahun, putra dari pasangan suami istri Ketut Dana Yasa dan Komang Darini ini, sempat kabur dari rumah karena tidak bisa mengikuti belajar secara online.

Bukan tanpa alasan, Agung Suantara kabur akhir bulan Agustus lalu sekira pukul 20.00 Wita malam. Ia malu lantaran tidak pernah ikut belajar secara online, karena kedua orangtuanya tidak memiliki uang untuk membelikan Hp Android yang dijadikan sarana belajar online.

Mengingat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, orang tua Agung sudah kelimpungan lantaran hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Tak pelak, kepergian Agung Suantara ini membuat kedua orangtuanya panik bukan kepalang.

Kedua orangtuanya melapor ke Kadus Sepang Putu Adiana untuk membantu mencari dan menemukan Agung. Untuk mencari Agung, warga satu banjar turun melakukan pencarian sampai pagi hari sekitar pukul 04.00 Wita, namun belum ditemukan. Hingga keesokan harinya, seorang warga melihat Agung di salah satu kebun milik warga.

Kisah menghilangnya seorang anak karena tidak bisa mengikuti pelajaran secara online, akhirnya sampai ke telinga Bripka Putu Anton Dwipayana. Pria yang bertugas di Satres Kriminal Polres Buleleng,  langsung mendatangi keluarga Putu Dana Yasa, ayah Agung Suantara. Bripka Anton lantas memberikan satu unit Hp kepada Agung, agar mengikuti sekolah serta belajar melalui online. 

“Ini kewajiban kita bersama untuk saling membantu. Saya sisihkan sebagian gaji saya untuk bisa membeli Hp dan memberikannya, agar dapat belajar karena situasi Covid-19 mewajibkan anak harus belajar secara online,” kata Bripka Anton, Kamis (10/9).

Mendengar salah satu anggotanya telah berbuat amal, Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, mengaku bangga. Kapolres Sinar Subawa berharap, agar sikap saling membantu dari Bripka Anton diikuti oleh anggota lain sebagai bentuk kemanusiaan.

“Jika memang ada anak-anak sekolah perlu jaringan wifi untuk belajar, kami siap membantu. Datang ke Polres atau di Polsek. Kami pasti membantu untuk belajar online,” pungkas Kapolres Sinar Subawa. 


BUSUNGBIU, BALI EXPRESS-Aksi Bripka Putu Anton Dwipayana layak diancungi jempol. Polisi yang bertugas di Satres Kriminal Polres Buleleng ini, menyisihkan penghasilannya untuk beli HP, yang  kemudian diberikan kepada seorang siswa di Busungbiu yang kesulitan mengikuti belajar online.

Kisah itu bermula dari penerapan sistem belajar dalam jaringan (daring) online di tengah pandemi Covid-19. Banyak orang tua siswa yang miskin tidak mampu membeli HP (handphone) android sebagai fasilitas belajar putra-putrinya yang duduk di bangku sekolah.

Tak terkecuali yang dialami Putu Agung Suantara, siswa yang duduk di bangku kelas V Sekolah Dasar (SD) asal Banjar Dinas Sepang, Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Buleleng.

Mirisnya lagi, bocah yang berusia sekitar 10 tahun, putra dari pasangan suami istri Ketut Dana Yasa dan Komang Darini ini, sempat kabur dari rumah karena tidak bisa mengikuti belajar secara online.

Bukan tanpa alasan, Agung Suantara kabur akhir bulan Agustus lalu sekira pukul 20.00 Wita malam. Ia malu lantaran tidak pernah ikut belajar secara online, karena kedua orangtuanya tidak memiliki uang untuk membelikan Hp Android yang dijadikan sarana belajar online.

Mengingat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, orang tua Agung sudah kelimpungan lantaran hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Tak pelak, kepergian Agung Suantara ini membuat kedua orangtuanya panik bukan kepalang.

Kedua orangtuanya melapor ke Kadus Sepang Putu Adiana untuk membantu mencari dan menemukan Agung. Untuk mencari Agung, warga satu banjar turun melakukan pencarian sampai pagi hari sekitar pukul 04.00 Wita, namun belum ditemukan. Hingga keesokan harinya, seorang warga melihat Agung di salah satu kebun milik warga.

Kisah menghilangnya seorang anak karena tidak bisa mengikuti pelajaran secara online, akhirnya sampai ke telinga Bripka Putu Anton Dwipayana. Pria yang bertugas di Satres Kriminal Polres Buleleng,  langsung mendatangi keluarga Putu Dana Yasa, ayah Agung Suantara. Bripka Anton lantas memberikan satu unit Hp kepada Agung, agar mengikuti sekolah serta belajar melalui online. 

“Ini kewajiban kita bersama untuk saling membantu. Saya sisihkan sebagian gaji saya untuk bisa membeli Hp dan memberikannya, agar dapat belajar karena situasi Covid-19 mewajibkan anak harus belajar secara online,” kata Bripka Anton, Kamis (10/9).

Mendengar salah satu anggotanya telah berbuat amal, Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, mengaku bangga. Kapolres Sinar Subawa berharap, agar sikap saling membantu dari Bripka Anton diikuti oleh anggota lain sebagai bentuk kemanusiaan.

“Jika memang ada anak-anak sekolah perlu jaringan wifi untuk belajar, kami siap membantu. Datang ke Polres atau di Polsek. Kami pasti membantu untuk belajar online,” pungkas Kapolres Sinar Subawa. 


Most Read

Artikel Terbaru

/