alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Inspektorat Ingatkan Lagi Kasus Oknum Kepsek di Sangkaragung 

NEGARA, BALI EXPRESS – Penyelesaian kisruh dugaan penyelewengan anggaran dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) SDN 1 Sangkaragung yang dilakukan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) berinisial NS, hingga kini masih abu-abu alias tidak jelas.

Bahkan, desakan dari Komisi I DPRD Jembrana agar Dinas Pendidikan Jembrana mengusut tuntas kasus tersebut bagaikan angin lalu.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Jembrana I Nyoman Wenten melalui sambungan telepon, Kamis (10/9), mengatakan, hingga saat ini dirinya belum mengetahui secara pasti sanksi yang diberikan oleh Bupati terkait dengan penyelewangan dana BOS tersebut.

“Belum tahu, mungkin Bu Kadis sudah menerima rekomendasi dari Bupati terkait dengan kasus Kepsek SDN 1 Sangkaragung. Coba ke Bu Kadis, apa kasus itu langsung diserahkan ke APIP atau bagaimana,” ujarnya.  

Sementara itu, Inspektur pada Inspektorat Jembrana, Ni Wayan Koriani, saat dikonformasi,  mengaku pihaknya hingga saat ini belum menerima petunjuk dari Bupati terkait kasus itu. “Belum ada masuk ke kami,” terangnya.

Dijelaskan Koriani, pihak Inspektorat Jembrana sebelumnya sudah menginstruksikan kepada Dinas terkait untuk segera menindaklanjuti agar hal ini tidak menjadi kisruh.

“Kasus Kepsek ini, Dinas Pendidikan seharunya melakukan BAP pembinaan. Hasil kajiannya, terlepas benar dan tidaknya diserahkan ke Bupati untuk mendapatkan petunjuk selanjutnya, sehingga segera bisa ditindaklanjuti. Sebelumnya kami juga sudah mengiingatkan jangan sampai lama. Karena di masyarakat sudah mulai kisruh,” imbuhnya.

Koriani menegaskan, jika kajian BAP pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan sudah dilaporkan ke Bupati, maka petunjuk Bupati pasti ada. Nantinya petunjuk dari Bupati bisa menunjuk ke APIP untuk menindaklanjuti atau hanya cukup diberikan pembinaan internal dari Dinas Pendidikan.

“Jika hal itu diserahkan ke APIP, kami pasti melakukan pemeriksaan. Namun kami belum ada terima,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah guru SDN 1 Sangkaragung melaporkan prilaku kepala sekolahnya ke Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga. Dalam surat pelaporan tersebut, para guru mengaku sudah tidak nyaman dengan gaya kepemimpinan kepala sekolahnya, lantaran tidak transparan dan arogan.

Bahkan, dalam laporan tersebut, guru-guru mencantumkan penyimpangan dalam penggunaan dana BOS di sekolah tersebut, yang dilakukan oleh kepala sekolahnya. Permasalahan tersebut sudah ditangani oleh pihak Dinas Pendidikan Jembrana, namun hingga saat ini belum ada hasil. 


NEGARA, BALI EXPRESS – Penyelesaian kisruh dugaan penyelewengan anggaran dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) SDN 1 Sangkaragung yang dilakukan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) berinisial NS, hingga kini masih abu-abu alias tidak jelas.

Bahkan, desakan dari Komisi I DPRD Jembrana agar Dinas Pendidikan Jembrana mengusut tuntas kasus tersebut bagaikan angin lalu.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Jembrana I Nyoman Wenten melalui sambungan telepon, Kamis (10/9), mengatakan, hingga saat ini dirinya belum mengetahui secara pasti sanksi yang diberikan oleh Bupati terkait dengan penyelewangan dana BOS tersebut.

“Belum tahu, mungkin Bu Kadis sudah menerima rekomendasi dari Bupati terkait dengan kasus Kepsek SDN 1 Sangkaragung. Coba ke Bu Kadis, apa kasus itu langsung diserahkan ke APIP atau bagaimana,” ujarnya.  

Sementara itu, Inspektur pada Inspektorat Jembrana, Ni Wayan Koriani, saat dikonformasi,  mengaku pihaknya hingga saat ini belum menerima petunjuk dari Bupati terkait kasus itu. “Belum ada masuk ke kami,” terangnya.

Dijelaskan Koriani, pihak Inspektorat Jembrana sebelumnya sudah menginstruksikan kepada Dinas terkait untuk segera menindaklanjuti agar hal ini tidak menjadi kisruh.

“Kasus Kepsek ini, Dinas Pendidikan seharunya melakukan BAP pembinaan. Hasil kajiannya, terlepas benar dan tidaknya diserahkan ke Bupati untuk mendapatkan petunjuk selanjutnya, sehingga segera bisa ditindaklanjuti. Sebelumnya kami juga sudah mengiingatkan jangan sampai lama. Karena di masyarakat sudah mulai kisruh,” imbuhnya.

Koriani menegaskan, jika kajian BAP pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan sudah dilaporkan ke Bupati, maka petunjuk Bupati pasti ada. Nantinya petunjuk dari Bupati bisa menunjuk ke APIP untuk menindaklanjuti atau hanya cukup diberikan pembinaan internal dari Dinas Pendidikan.

“Jika hal itu diserahkan ke APIP, kami pasti melakukan pemeriksaan. Namun kami belum ada terima,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah guru SDN 1 Sangkaragung melaporkan prilaku kepala sekolahnya ke Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga. Dalam surat pelaporan tersebut, para guru mengaku sudah tidak nyaman dengan gaya kepemimpinan kepala sekolahnya, lantaran tidak transparan dan arogan.

Bahkan, dalam laporan tersebut, guru-guru mencantumkan penyimpangan dalam penggunaan dana BOS di sekolah tersebut, yang dilakukan oleh kepala sekolahnya. Permasalahan tersebut sudah ditangani oleh pihak Dinas Pendidikan Jembrana, namun hingga saat ini belum ada hasil. 


Most Read

Artikel Terbaru

/