alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Kasus Covid-19 Terus Bertambah, RS Tabanan Mulai Penuh

TABANAN, BALI EXPRESS – Hunian rumah sakit akibat Covid-19 di Kabupaten Tabanan terbilang tinggi. Di BRSU Tabanan saja dari kapasitas 18 bed, kini telah terisi seluruhnya. Begitu juga di UPTD Rumah Sakit (RS) Nyitdah dengan kapasitas 30 bed, juga sudah penuh.

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika, mengatakan,  puluhan bed itu penuh lantaran BRSU Tabanan dan UPTD RS Nyitdah tidak hanya merawat pasien positif Covid-19 saja, namun ada juga yang baru dinyatakan suspect.

Kendatipun penuh, pihaknya tidak khawatir karena di UPTD RS Nyitdah bisa menambahkan bed lagi hingga 30 bed. Apalagi kini tenaga medis di UPTD RS Nyitdah untuk penanganan Covid-19 sudah siap, setelah dilakukan rekrutmen tenaga medis. “Kalau penuh kita bisa menambah bed, dan kita juga bekerjasama dengan rumah sakit rujukan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, tes swab yang dilakukan terhadap Kepala OPD dan staf di lingkungan Pemkab Tabanan, hasilnya sudah keluar,  Kamis (10/9). Dimana seluruhnya dinyatakan negatif Covid-19. Di sisi lain, kasus baru di Tabanan belum reda. Kembali terjadi ledakan kasus mencapai 13 kasus Covid-19. 

Adapun 13 kasus baru terdiri dari pegawai swasta berjenis kelamin laki-laki usia 28 tahun, pegawai swasta usia 25 tahun, pegawai swasta perempuan usia 26 tahun, pegawai swasta laki-laki usia 60 tahun, kemudian pedagang laki-laki usia 65 tahun, serta pedagang perempuan usia 50 tahun. 

Selanjutnya pegawai swasta perempuan usia, 27, pegawai swasta laki-laki usia 53 tahun, pegawai swasta laki-laki 38 tahun, pegawai swasta perempuan usia 36 tahun, petani laki-laki 46 tahun, perempuan usia 61 tahun, dan yang terakhir mahasiswa laki-laki 24 tahun. 

Terkait hal tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tabanan, I Putu Dian Setiawan, menjelaskan, hasil tes swab terhadap 37 ASN yang melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif di lingkungan Pemkab Tabanan sudah keluar. Dari hasil test tersebut semuanya dinyatakan negatif. “Kita bersyukur hasilnya sudah keluar, dan semuanya dinyatakan negatif,” tegasnya.

Kendatipun demikian, ia tak menampik jika jumlah kasus positif Covid-19 di Tabanan masih bertambah sebanyak 13 kasus baru. Para pasien tersebut sudah menjalani isolasi di UPTD RS Nyitdah satu orang, RS Wisma Prashanti satu orang, RSPTN Udayana dua orang, Wisma Bima satu orang, BRSU Tabanan empat orang serta melakukan isolasi mandiri sebanyak empat orang. “Dari 13 kasus itu, 3 orang isolasi mandiri, sisanya isolasi di rumah sakit yang berbeda,” imbuhnya.

Putu Dian Setiawan tetus mengingatkan, agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Utamanya gunakan masker ketika bepergian, cuci tangan dengan benar dan jaga imun tubuh. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Hunian rumah sakit akibat Covid-19 di Kabupaten Tabanan terbilang tinggi. Di BRSU Tabanan saja dari kapasitas 18 bed, kini telah terisi seluruhnya. Begitu juga di UPTD Rumah Sakit (RS) Nyitdah dengan kapasitas 30 bed, juga sudah penuh.

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika, mengatakan,  puluhan bed itu penuh lantaran BRSU Tabanan dan UPTD RS Nyitdah tidak hanya merawat pasien positif Covid-19 saja, namun ada juga yang baru dinyatakan suspect.

Kendatipun penuh, pihaknya tidak khawatir karena di UPTD RS Nyitdah bisa menambahkan bed lagi hingga 30 bed. Apalagi kini tenaga medis di UPTD RS Nyitdah untuk penanganan Covid-19 sudah siap, setelah dilakukan rekrutmen tenaga medis. “Kalau penuh kita bisa menambah bed, dan kita juga bekerjasama dengan rumah sakit rujukan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, tes swab yang dilakukan terhadap Kepala OPD dan staf di lingkungan Pemkab Tabanan, hasilnya sudah keluar,  Kamis (10/9). Dimana seluruhnya dinyatakan negatif Covid-19. Di sisi lain, kasus baru di Tabanan belum reda. Kembali terjadi ledakan kasus mencapai 13 kasus Covid-19. 

Adapun 13 kasus baru terdiri dari pegawai swasta berjenis kelamin laki-laki usia 28 tahun, pegawai swasta usia 25 tahun, pegawai swasta perempuan usia 26 tahun, pegawai swasta laki-laki usia 60 tahun, kemudian pedagang laki-laki usia 65 tahun, serta pedagang perempuan usia 50 tahun. 

Selanjutnya pegawai swasta perempuan usia, 27, pegawai swasta laki-laki usia 53 tahun, pegawai swasta laki-laki 38 tahun, pegawai swasta perempuan usia 36 tahun, petani laki-laki 46 tahun, perempuan usia 61 tahun, dan yang terakhir mahasiswa laki-laki 24 tahun. 

Terkait hal tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tabanan, I Putu Dian Setiawan, menjelaskan, hasil tes swab terhadap 37 ASN yang melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif di lingkungan Pemkab Tabanan sudah keluar. Dari hasil test tersebut semuanya dinyatakan negatif. “Kita bersyukur hasilnya sudah keluar, dan semuanya dinyatakan negatif,” tegasnya.

Kendatipun demikian, ia tak menampik jika jumlah kasus positif Covid-19 di Tabanan masih bertambah sebanyak 13 kasus baru. Para pasien tersebut sudah menjalani isolasi di UPTD RS Nyitdah satu orang, RS Wisma Prashanti satu orang, RSPTN Udayana dua orang, Wisma Bima satu orang, BRSU Tabanan empat orang serta melakukan isolasi mandiri sebanyak empat orang. “Dari 13 kasus itu, 3 orang isolasi mandiri, sisanya isolasi di rumah sakit yang berbeda,” imbuhnya.

Putu Dian Setiawan tetus mengingatkan, agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Utamanya gunakan masker ketika bepergian, cuci tangan dengan benar dan jaga imun tubuh. 


Most Read

Artikel Terbaru

/