alexametrics
29.8 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Tuntut Sidang Tatap Muka, Jerinx Walk Out dari Sidang

DENPASAR, BALI EXPRESS – Sidang I Gede Ari Astina alias Jerinx berlangsung dengan perdebatan antara pihak Jerinx dan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Jerinx menolak sidang kasus dirinya dilakukan secara online. 

Sidang yang dilakukan Kamis (10/9) ini, dilaksanakan secara online. Hakim berada di Pengadilan Negeri Denpasar dan Jaksa Penuntut Umum (JPU)  berada di Kantor Kejaksaan serta Jerinx dan Kuasa Hukumnya berada di ruangan Polda Bali. 

Sidang perdana atas kasus dugaan penghinaan terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tersebut, berlangsung penuh drama, pihak Jerinx meminta kepada Majelis Hakim untuk sidang ditunda dan dilakukan secara tatap muka.

Jerinx langsung menyampaikan keberatannya terhadap sidang tersebut, “Saya menolak sidang online ini karena tidak memenuhi hak saya sebagai terdakwa,” ungkap Jerinx kepada Majelis Hakim. 

Sementara itu, baik Majelis Hakim maupun JPU tetap dengan keputusannya untuk sidang dilakukan secara online. Alasan Majelis Hakim merujuk pada nota kesepahaman antara Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, dan Kementerian Hukum dan HAM. 

Karena tuntutannya untuk sidang secara tatap muka tidak diterima oleh Majelis Hakim, Jerinx  dan kuasa hukumnya walk out atau keluar dari ruang sidang. “Kalau sidang tetap dilakukan secara online saya keluar dari sidang,” ancam Jerinx. 

Setelah menyatakan itu, Jerinx yang dipidanakan karena mengatakan ‘IDI Bali kacung WHO itu’, keluar meninggalkan sidang. Aksi Walk Out (WO) Jerinx diikuti oleh semua Kuasa Hukum Jerinx sebelum pembacaan dakwaan dilakukan oleh JPU. 

Walaupun tanpa Jerinx dan kuasa hukumnya, pembacaan dakwaan oleh JPU tetap dilakukan. Usai pembacaan dakwaan, Majelis Hakim meminta Jerinx dihadirkan kembali oleh JPU, dan sidang sempat diskors selama 15 menit. 

Negosiasi antara JPU dan Jerinx rupanya tidak berhasil, setelah skor dicabut, Jerinx  yang juga drummer grup Superman Is Dead ( SID) ini, tetap tidak hadir kembali ke sidang. 

Majelis Hakim menegaskan kepada JPU bahwa terdakwa yang ditahan wajib hadir di persidangan kasusnya. “Kehadiran di sidang merupakan kewajiban bukan hak, jadi saya minta JPU tetap menghadirkan terdakwa di sidang berikutnya,” tegas Majelis Hakim. Sidang kemudian ditutup oleh Hakim dan sidang akan dilanjutkan Selasa (22/9) pekan depan. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Sidang I Gede Ari Astina alias Jerinx berlangsung dengan perdebatan antara pihak Jerinx dan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Jerinx menolak sidang kasus dirinya dilakukan secara online. 

Sidang yang dilakukan Kamis (10/9) ini, dilaksanakan secara online. Hakim berada di Pengadilan Negeri Denpasar dan Jaksa Penuntut Umum (JPU)  berada di Kantor Kejaksaan serta Jerinx dan Kuasa Hukumnya berada di ruangan Polda Bali. 

Sidang perdana atas kasus dugaan penghinaan terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tersebut, berlangsung penuh drama, pihak Jerinx meminta kepada Majelis Hakim untuk sidang ditunda dan dilakukan secara tatap muka.

Jerinx langsung menyampaikan keberatannya terhadap sidang tersebut, “Saya menolak sidang online ini karena tidak memenuhi hak saya sebagai terdakwa,” ungkap Jerinx kepada Majelis Hakim. 

Sementara itu, baik Majelis Hakim maupun JPU tetap dengan keputusannya untuk sidang dilakukan secara online. Alasan Majelis Hakim merujuk pada nota kesepahaman antara Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, dan Kementerian Hukum dan HAM. 

Karena tuntutannya untuk sidang secara tatap muka tidak diterima oleh Majelis Hakim, Jerinx  dan kuasa hukumnya walk out atau keluar dari ruang sidang. “Kalau sidang tetap dilakukan secara online saya keluar dari sidang,” ancam Jerinx. 

Setelah menyatakan itu, Jerinx yang dipidanakan karena mengatakan ‘IDI Bali kacung WHO itu’, keluar meninggalkan sidang. Aksi Walk Out (WO) Jerinx diikuti oleh semua Kuasa Hukum Jerinx sebelum pembacaan dakwaan dilakukan oleh JPU. 

Walaupun tanpa Jerinx dan kuasa hukumnya, pembacaan dakwaan oleh JPU tetap dilakukan. Usai pembacaan dakwaan, Majelis Hakim meminta Jerinx dihadirkan kembali oleh JPU, dan sidang sempat diskors selama 15 menit. 

Negosiasi antara JPU dan Jerinx rupanya tidak berhasil, setelah skor dicabut, Jerinx  yang juga drummer grup Superman Is Dead ( SID) ini, tetap tidak hadir kembali ke sidang. 

Majelis Hakim menegaskan kepada JPU bahwa terdakwa yang ditahan wajib hadir di persidangan kasusnya. “Kehadiran di sidang merupakan kewajiban bukan hak, jadi saya minta JPU tetap menghadirkan terdakwa di sidang berikutnya,” tegas Majelis Hakim. Sidang kemudian ditutup oleh Hakim dan sidang akan dilanjutkan Selasa (22/9) pekan depan. 


Most Read

Artikel Terbaru

/