alexametrics
28.7 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Bahaya! Angka Narkoba Anak Tinggi, BNN Gandeng Mentri PPPA

BADUNG, BALI EXPRESS – Dalam kunjungan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjenpol Petrus Reinhard Golose di Bali, upaya dalam memerangi Narkoba terus digaungkan. Salah satunya memperkuat kerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), juga menyertakan Pemerintah Kabupaten Badung.

Golose didampingi Kepala BNNP Bali, Brigjenpol Gde Sugianyar Dwi Putra dalam kegiatan yang berlangsung di Lv8 Resort Hotel Bali, Canggu, Kuta Utara, Badung, pada Jumat (10/9) itu. Turut hadir Mentri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. “Kali ini, kegiatan BNN RI menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang upaya melawan narkoba dengan Mentri PPPA, yang juga pemerhati anti narkotika dan ahli olahraga. Bersama-sama untuk smash on drugs,” ujar Komjen Golose.

Lebih lanjut dikatakan oleh Jendral asal Manado Sulawesi Utara itu, keterlibatan atau paparan narkoba baik sebagai kurir ataupun penyalahguna terhadap anak usia di bawah 15 tahun ataupun hingga 19 tahun masih sangat tinggi baik secara nasional maupun provinsi Bali. Untuk diketahui, Data kasus Narkoba di Bali tahun 2020 tercatat 986, sementara menjerat perempuan sebanyak 66 atau 6,12 persen dan anak ada 42 kasus atau 4,08 persen. 

Tahun 2021 semester pertama, kasus narkoba mencapai 713, menjerat perempuan 33 kasus atau 4,62 persen dan anak 13 kasus atau 1,82 persen. Total dari 2020 hingga semester pertama 2021 ada 1699 kasus narkoba, 99 merupakan perempuan atau 10, 74 persen dan anak total 55 kasus atau 5,90 persen. Sehingga kerjasama dengan Kementerian PPPA merupakan langkah strategis.

Baca Juga :  UTS di Rumah, Jawaban Dikumpul Via WA Group

Terutama dalam penanggulangan narkoba yang beririsan dengan isu perempuan dan anak. Sehingga penandatangan Nota Kesepahaman ini sebagai simbol kebulatan tekad dalam mengakselerasi program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika). “Kegiatan ini bukan hanya sekedar MoU, tetapi kami akan lihat dan lakukan dengan baik kerja sama implementasi bersama secara vertikal bersama institusi dibantu Pemda melawan narkotika,” tamba mantan Kapolda Bali tersebut.

Tingginya angka anak atau bahkan perempuan yang terpapar Narkoba diharapkan dapat ditekan atau dieliminir melalui program soft power. “Saya berterima kasih ibu menteri, bupati Badung dan jajaran, serta komisi DPR RI sebagai perwakilan raykat yang turut hadir di sini, atas dukungan perang melawan narkotika,” tandasnya.

Adapun, fokus kerja sama ini disebutkan ada tujuh, antara lain penguatan pelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) dan pengarusutamaan hak anak (PUHA). Kedua pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi perempuan korban penyalahgunaan narkotika. Lalu pencegahan, penanggulangan, dan perlindungan bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan dari dampak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. 

Baca Juga :  Lagi, Gadis Kelas 6 SD di Sudaji Meninggal Akibat DB

Keempat pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika. Kelima peningkatan kapasitas SDM sesuai dengan kebutuhan kedua pihak. Selanjutnya pemanfaatan sumber daya para pihak dalam mendukung P4GN, dan penyediaan. Terakhir pertukaran data terpilah, statistik, dan informasi berkaitan dengan P4GN. 

Sementara itu, Menteri PPA yang akrab disapa Bintang Puspayoga dalam kesempatannya menuturkan bahwa berkomitmen memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak-anak baik di perkotaan maupun pedesaan. Forum anak perlu dilibatkan dengan bahasa edukasi yang lebih mudah dipahami seusia mereka. Sehingga bahasa komunikasi tertentu mempermudah pemahanan menjadi champions P4GN.

“Perlu ada terobosan bahwa ruang narkoba sampai ke dunia perempuan dan anak, di lapangan banyak sekali pak Petrus bilang perempuan menjadi korban,tidak sadar diperalat para bandar narkoba, bukan rahasia lagi anak disekolah sampai desa ini mengkhawatirkan,” sebutnya. Melalui gerakan war on drugs, semangat ditengah krisis ini jadi satu hal yang tidak boleh lupa digarisbawahi.

Kerjasama dengan Pemda di Bali seperti halnya Pemkab Badung turut dilakukan untuk menjadi pilot project, yang diharapkan mampu menyediakan tempat dan ruang yang layak untuk rehabilitasi. Karena pengaruh narkoba tidak hanya pada fisik saja melainkan juga mental dan emosional. (ges)


BADUNG, BALI EXPRESS – Dalam kunjungan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjenpol Petrus Reinhard Golose di Bali, upaya dalam memerangi Narkoba terus digaungkan. Salah satunya memperkuat kerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), juga menyertakan Pemerintah Kabupaten Badung.

Golose didampingi Kepala BNNP Bali, Brigjenpol Gde Sugianyar Dwi Putra dalam kegiatan yang berlangsung di Lv8 Resort Hotel Bali, Canggu, Kuta Utara, Badung, pada Jumat (10/9) itu. Turut hadir Mentri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. “Kali ini, kegiatan BNN RI menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang upaya melawan narkoba dengan Mentri PPPA, yang juga pemerhati anti narkotika dan ahli olahraga. Bersama-sama untuk smash on drugs,” ujar Komjen Golose.

Lebih lanjut dikatakan oleh Jendral asal Manado Sulawesi Utara itu, keterlibatan atau paparan narkoba baik sebagai kurir ataupun penyalahguna terhadap anak usia di bawah 15 tahun ataupun hingga 19 tahun masih sangat tinggi baik secara nasional maupun provinsi Bali. Untuk diketahui, Data kasus Narkoba di Bali tahun 2020 tercatat 986, sementara menjerat perempuan sebanyak 66 atau 6,12 persen dan anak ada 42 kasus atau 4,08 persen. 

Tahun 2021 semester pertama, kasus narkoba mencapai 713, menjerat perempuan 33 kasus atau 4,62 persen dan anak 13 kasus atau 1,82 persen. Total dari 2020 hingga semester pertama 2021 ada 1699 kasus narkoba, 99 merupakan perempuan atau 10, 74 persen dan anak total 55 kasus atau 5,90 persen. Sehingga kerjasama dengan Kementerian PPPA merupakan langkah strategis.

Baca Juga :  Gigi Pria ini Lepas Usai Dibogem Teman Minum

Terutama dalam penanggulangan narkoba yang beririsan dengan isu perempuan dan anak. Sehingga penandatangan Nota Kesepahaman ini sebagai simbol kebulatan tekad dalam mengakselerasi program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika). “Kegiatan ini bukan hanya sekedar MoU, tetapi kami akan lihat dan lakukan dengan baik kerja sama implementasi bersama secara vertikal bersama institusi dibantu Pemda melawan narkotika,” tamba mantan Kapolda Bali tersebut.

Tingginya angka anak atau bahkan perempuan yang terpapar Narkoba diharapkan dapat ditekan atau dieliminir melalui program soft power. “Saya berterima kasih ibu menteri, bupati Badung dan jajaran, serta komisi DPR RI sebagai perwakilan raykat yang turut hadir di sini, atas dukungan perang melawan narkotika,” tandasnya.

Adapun, fokus kerja sama ini disebutkan ada tujuh, antara lain penguatan pelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) dan pengarusutamaan hak anak (PUHA). Kedua pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi perempuan korban penyalahgunaan narkotika. Lalu pencegahan, penanggulangan, dan perlindungan bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan dari dampak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. 

Baca Juga :  Kakek 60 Tahun Cabuli Anak Perawan Ting-Ting di Tampaksiring

Keempat pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika. Kelima peningkatan kapasitas SDM sesuai dengan kebutuhan kedua pihak. Selanjutnya pemanfaatan sumber daya para pihak dalam mendukung P4GN, dan penyediaan. Terakhir pertukaran data terpilah, statistik, dan informasi berkaitan dengan P4GN. 

Sementara itu, Menteri PPA yang akrab disapa Bintang Puspayoga dalam kesempatannya menuturkan bahwa berkomitmen memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak-anak baik di perkotaan maupun pedesaan. Forum anak perlu dilibatkan dengan bahasa edukasi yang lebih mudah dipahami seusia mereka. Sehingga bahasa komunikasi tertentu mempermudah pemahanan menjadi champions P4GN.

“Perlu ada terobosan bahwa ruang narkoba sampai ke dunia perempuan dan anak, di lapangan banyak sekali pak Petrus bilang perempuan menjadi korban,tidak sadar diperalat para bandar narkoba, bukan rahasia lagi anak disekolah sampai desa ini mengkhawatirkan,” sebutnya. Melalui gerakan war on drugs, semangat ditengah krisis ini jadi satu hal yang tidak boleh lupa digarisbawahi.

Kerjasama dengan Pemda di Bali seperti halnya Pemkab Badung turut dilakukan untuk menjadi pilot project, yang diharapkan mampu menyediakan tempat dan ruang yang layak untuk rehabilitasi. Karena pengaruh narkoba tidak hanya pada fisik saja melainkan juga mental dan emosional. (ges)


Most Read

Artikel Terbaru

/