alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Buru Pelaku Pembuang Bayi di Shortcut, Polisi Periksa Empat Saksi

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Paska ditemukannya mayat bayi pada titik 5 jalan baru Singaraja-Mengwitani, polisi kini melakukan penyelidikan guna memburu pelaku pembuang bayi tersebut. Bayi yang sudah tidak bernyawa itu pun kini dititipkan di RSUD Buleleng.

Empat orang saksi terkait penemuan mayat bayi di Banjar Dinas Mertasari, Desa Pegayaman Kecamatan Sukadasa itu telah diperiksa untuk mengungkap peristiwa tersebut. Namun, hingga Jumat (10/12) sore polisi masih belum dapat mengungkap kasus tersebut. Pelaku pembuang bayi di dalam got shortcut pun masih buron. Polisi masih berupaya untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti yang cukup. “Pelaku masih belum kami temukan. Tapi empat orang sudah kami periksa sebagai saksi. Kami masih mengumpulkan bukti-bukti yang menguatkan untuk menemukan pelaku,” ungkap Kapolsek Sukasada, Kompol Made Agus Dwi Wirawan.

Mayat bayi yang dititipkan di RSUD Buleleng itu juga telah dilakukan otopsi. Namun hasilnya belum keluar. “Sudah diotopsi. Kami masih menunggu hasil resminya,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga di sekitar Banjar Dinas Mertasari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada juga dibuat heboh. Pasalnya, sebuah tas berwarna biru yang didalamnya terdapat bungkusan plastk, isinya sosok mayat bayi. Tas dengan bungkusan itu ditemukan tergelatak di dalam got atau pembuangan air jalan baru Singaraja-Mengwitani. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.30 wita itu juga mengundang rasa penasaran dari pengendara yang melintas. Tim medis pun didatangkan untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap mayat bayi yang ditemukan.

Saat bungkusan dari tas biru dibuka, mayat bayi berjenis kelamin perempuan itu dibalut dengan handuk berwarna merah dan kain berwarna kuning. Saat didentifikasi oleh Bidan Putu Susan Dewi, mayat bayi itu memiliki berat 3 kilogram, panjang 49 sentimeter. Diperkirakan mayat bayi itu baru berusia tiga hari. Setelah dilakukan pemeriksaan, kondisi mayat bayi masih membawa tali pusar. Namun sebagian kulit kepala sebelah kanan hilang serta mata ditutup dengan perban. Kasus ini pun masih dalam proses penyelidikan Polsek Sukasada, untuk mencari pelaku pembuangan mayat bayi tersebut. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Paska ditemukannya mayat bayi pada titik 5 jalan baru Singaraja-Mengwitani, polisi kini melakukan penyelidikan guna memburu pelaku pembuang bayi tersebut. Bayi yang sudah tidak bernyawa itu pun kini dititipkan di RSUD Buleleng.

Empat orang saksi terkait penemuan mayat bayi di Banjar Dinas Mertasari, Desa Pegayaman Kecamatan Sukadasa itu telah diperiksa untuk mengungkap peristiwa tersebut. Namun, hingga Jumat (10/12) sore polisi masih belum dapat mengungkap kasus tersebut. Pelaku pembuang bayi di dalam got shortcut pun masih buron. Polisi masih berupaya untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti yang cukup. “Pelaku masih belum kami temukan. Tapi empat orang sudah kami periksa sebagai saksi. Kami masih mengumpulkan bukti-bukti yang menguatkan untuk menemukan pelaku,” ungkap Kapolsek Sukasada, Kompol Made Agus Dwi Wirawan.

Mayat bayi yang dititipkan di RSUD Buleleng itu juga telah dilakukan otopsi. Namun hasilnya belum keluar. “Sudah diotopsi. Kami masih menunggu hasil resminya,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga di sekitar Banjar Dinas Mertasari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada juga dibuat heboh. Pasalnya, sebuah tas berwarna biru yang didalamnya terdapat bungkusan plastk, isinya sosok mayat bayi. Tas dengan bungkusan itu ditemukan tergelatak di dalam got atau pembuangan air jalan baru Singaraja-Mengwitani. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.30 wita itu juga mengundang rasa penasaran dari pengendara yang melintas. Tim medis pun didatangkan untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap mayat bayi yang ditemukan.

Saat bungkusan dari tas biru dibuka, mayat bayi berjenis kelamin perempuan itu dibalut dengan handuk berwarna merah dan kain berwarna kuning. Saat didentifikasi oleh Bidan Putu Susan Dewi, mayat bayi itu memiliki berat 3 kilogram, panjang 49 sentimeter. Diperkirakan mayat bayi itu baru berusia tiga hari. Setelah dilakukan pemeriksaan, kondisi mayat bayi masih membawa tali pusar. Namun sebagian kulit kepala sebelah kanan hilang serta mata ditutup dengan perban. Kasus ini pun masih dalam proses penyelidikan Polsek Sukasada, untuk mencari pelaku pembuangan mayat bayi tersebut. 


Most Read

Artikel Terbaru

/