alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Soal Penyelewengan APBDes, Bendahara Desa Tusan Ngaku Tidak Sendiri

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS- Dugaan penyimpangan dana APBDes Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung sedikit mulai terkuak. Kaur Desa yang merangkap bendahara berinisial GKS mengatakan bahwa tidak sendiri melakukan itu.

Hal itu disampaikannya saat warga Tusan yang mengatasnamakan Forum Peduli Tusan mendatangi kantor desa setempat, Jumat (10/12). GKS adalah salah satu dari pihak Desa Tusan yang mendampingi Perbekel I Dewa Gede Putra Bali menemui warga yang datang mempertanyakan dugaan penyelewengan dana APBDes 2021 sekitar Rp 480 juta. Dalam persoalan itu, dia merasa disudutkan. “Tiang nike dalam kasus seperti ini, tiang tidak sendiri melakukan hal tersebut,” katanya.

Hanya saja, bendahara itu tidak menyebutkan orang yang juga terlibat dugaan penyelewengan, karena kesempatannya bicara juga dibatasi oleh perbekel. Berulang kali perbekel setempat mengingatkan agar tidak bercerita panjang karena khawatir akan melebar. Yang jelas, bendahara itu mengatakan akan membukanya nanti.

Saat hendak dikonfirmasi usai pertemuan itu, GKS memilih enggan memberikan keterangan kepada wartawan. “Nanti, nanti,” katanya sambil berlalu.

Ditemui usai pertemuan, Perbekel Tusan I Dewa Gede Putra Bali tidak mau menanggapi lebih jauh soal pernyataan stafnya yang mengatakan bahwa tidak sendiri terlibat dugaan penyelewengan dana APBDes. “Yang bisa jawab dia sendiri, karena itu bukan ranah kami,” katanya.

Saat menerima perwakilan Forum Peduli Tusan, Dewa Putra juga menegaskan bahwa penanganan dugaan penyelewengan itu sudah sesuai prosedur. Kini tengah ditangani Inspektorat Daerah Klungkung. Ia pun mengajak semua pihak mengawal  persoalan ini.

Ketua Forum Peduli Tusan I Wayan Ira Muda menyatakan bahwa pihaknya mendatangi kantor desa untuk memastikan kebenaran informasi di masyarakat bahwa telah terjadi dugaan penyelewengan dana APBDes Rp 480 juta. Saat mendatangi kantor desa, forum ini didampingi kuasa hukum. “Tiang Cuma metaken kemanten,” katanya. Dalam pertemuan itu, Forum Peduli Tusan dibatasi maksimal 10 orang.

Diberitakan sebelumnya, dana APBDes Tusan sekitar Rp 480 juta diduga digunakan untuk kepentingan pribadi oleh salah satu pegawai di sana. Pegawai itu juga telah membuat surat pernyataan siap mengembalikan keseluruhan  uang yang dipakainya, paling lambat 30 November 2021. Hanya saja, hingga batas waktu, belum juga menepati janjinya. Baru dikembalikan sekitar Rp 80 juta.


KLUNGKUNG, BALI EXPRESS- Dugaan penyimpangan dana APBDes Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung sedikit mulai terkuak. Kaur Desa yang merangkap bendahara berinisial GKS mengatakan bahwa tidak sendiri melakukan itu.

Hal itu disampaikannya saat warga Tusan yang mengatasnamakan Forum Peduli Tusan mendatangi kantor desa setempat, Jumat (10/12). GKS adalah salah satu dari pihak Desa Tusan yang mendampingi Perbekel I Dewa Gede Putra Bali menemui warga yang datang mempertanyakan dugaan penyelewengan dana APBDes 2021 sekitar Rp 480 juta. Dalam persoalan itu, dia merasa disudutkan. “Tiang nike dalam kasus seperti ini, tiang tidak sendiri melakukan hal tersebut,” katanya.

Hanya saja, bendahara itu tidak menyebutkan orang yang juga terlibat dugaan penyelewengan, karena kesempatannya bicara juga dibatasi oleh perbekel. Berulang kali perbekel setempat mengingatkan agar tidak bercerita panjang karena khawatir akan melebar. Yang jelas, bendahara itu mengatakan akan membukanya nanti.

Saat hendak dikonfirmasi usai pertemuan itu, GKS memilih enggan memberikan keterangan kepada wartawan. “Nanti, nanti,” katanya sambil berlalu.

Ditemui usai pertemuan, Perbekel Tusan I Dewa Gede Putra Bali tidak mau menanggapi lebih jauh soal pernyataan stafnya yang mengatakan bahwa tidak sendiri terlibat dugaan penyelewengan dana APBDes. “Yang bisa jawab dia sendiri, karena itu bukan ranah kami,” katanya.

Saat menerima perwakilan Forum Peduli Tusan, Dewa Putra juga menegaskan bahwa penanganan dugaan penyelewengan itu sudah sesuai prosedur. Kini tengah ditangani Inspektorat Daerah Klungkung. Ia pun mengajak semua pihak mengawal  persoalan ini.

Ketua Forum Peduli Tusan I Wayan Ira Muda menyatakan bahwa pihaknya mendatangi kantor desa untuk memastikan kebenaran informasi di masyarakat bahwa telah terjadi dugaan penyelewengan dana APBDes Rp 480 juta. Saat mendatangi kantor desa, forum ini didampingi kuasa hukum. “Tiang Cuma metaken kemanten,” katanya. Dalam pertemuan itu, Forum Peduli Tusan dibatasi maksimal 10 orang.

Diberitakan sebelumnya, dana APBDes Tusan sekitar Rp 480 juta diduga digunakan untuk kepentingan pribadi oleh salah satu pegawai di sana. Pegawai itu juga telah membuat surat pernyataan siap mengembalikan keseluruhan  uang yang dipakainya, paling lambat 30 November 2021. Hanya saja, hingga batas waktu, belum juga menepati janjinya. Baru dikembalikan sekitar Rp 80 juta.


Most Read

Artikel Terbaru

/