alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Dewan Cek Lokasi Jalan Ditembok di Karangasem

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Komisi I DPRD Karangasem terjun langsung ke lapangan pada Kamis (10/2). Tujuannya untuk mengecek laporan terkait jalan menunuju rumah milik Wisnu dan beberapa tanah kavlingan lainnya, ditembok oleh pengembang pertama.

Itu mengakibatkan pemilik rumah dan kavlingan yang terletak di Lingkungan Karang Tohpati, Kelurahan Karangasem, Karangasem, Bali, tersebut tidak bisa dilintasi.

Ketika Ketua Komisi I, I Nengah Suparta yang didampingi anggota I Wayan Tama, Hadji Marjuhin, dan I Nengah Karta turun untuk melihat, memang benar di lokasi tersebut terdapat tembok dengan panjang sekitar dua meter dan tinggi sekitar 80cm.

Suparta pun berharap, pengembang yang menembok jalan tersebut wajib menghargai lingkungannya, karena Desa Adat dilindungi Peraturan Daerah (perda) empat tahun 2019. 

Suparta menyebut, sebelum pihaknya turun, ternyata pihak kelurahan sudah melakukan mediasi. “Mediasi dari lurah sangat bagus sekali, kami juga apresiasi,”terang Suparta.

Dari mediasi itu, dikatakan permasalahan tersebut sudah mendapat titik temu, jika nantinya berlanjut, pihaknya siap untuk dilibatkan untuk mediasi. Mengantisipasi hal serupa terjadi lagi disana, pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karangasem.

“Karena dalam hal ini jika nantinya ada pengembang baru, jalan diskresi itu wajib dilepas kepada desanya atau lingkungannya. Biar kedepannya tidak ada masalah lah dikemudian hari,” harapnya. 

Sementara Lurah Karangasem I Wayan Gusita menceritakan, di tempat tersebut, terdapat tiga pengembang yang berbisnis di sana. Sebelum ditembok, jalan tersebut berisi portal yang dipasang oleh pengembang pertama. 


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Komisi I DPRD Karangasem terjun langsung ke lapangan pada Kamis (10/2). Tujuannya untuk mengecek laporan terkait jalan menunuju rumah milik Wisnu dan beberapa tanah kavlingan lainnya, ditembok oleh pengembang pertama.

Itu mengakibatkan pemilik rumah dan kavlingan yang terletak di Lingkungan Karang Tohpati, Kelurahan Karangasem, Karangasem, Bali, tersebut tidak bisa dilintasi.

Ketika Ketua Komisi I, I Nengah Suparta yang didampingi anggota I Wayan Tama, Hadji Marjuhin, dan I Nengah Karta turun untuk melihat, memang benar di lokasi tersebut terdapat tembok dengan panjang sekitar dua meter dan tinggi sekitar 80cm.

Suparta pun berharap, pengembang yang menembok jalan tersebut wajib menghargai lingkungannya, karena Desa Adat dilindungi Peraturan Daerah (perda) empat tahun 2019. 

Suparta menyebut, sebelum pihaknya turun, ternyata pihak kelurahan sudah melakukan mediasi. “Mediasi dari lurah sangat bagus sekali, kami juga apresiasi,”terang Suparta.

Dari mediasi itu, dikatakan permasalahan tersebut sudah mendapat titik temu, jika nantinya berlanjut, pihaknya siap untuk dilibatkan untuk mediasi. Mengantisipasi hal serupa terjadi lagi disana, pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karangasem.

“Karena dalam hal ini jika nantinya ada pengembang baru, jalan diskresi itu wajib dilepas kepada desanya atau lingkungannya. Biar kedepannya tidak ada masalah lah dikemudian hari,” harapnya. 

Sementara Lurah Karangasem I Wayan Gusita menceritakan, di tempat tersebut, terdapat tiga pengembang yang berbisnis di sana. Sebelum ditembok, jalan tersebut berisi portal yang dipasang oleh pengembang pertama. 


Most Read

Artikel Terbaru

/