alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Ibu-Anak Penipu Putri Arab Jalani Sidang Secara Virtual

GIANYAR, BALI EXPRESS – Perkara tindak pidana pencucian uang dengan terdakwa Evie Marindo Christina dan Eka Augusta Herriyani akhirnya menjalani sidang perdana secara virtual, Kamis (10/2). Kedua tersangka pun mengikuti sidang dari dalam Rutan Kelas IIB Gianyar.

Kasi Intelijen Kejari Gianyar, I Gde Ancana mengatakan bahwa persidangan tersebut mengagendakan pembacaan surat dakwaan oleh Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Gianyar, dimana terdakwa Evie Marindo Christina dan Eka Augusta Herriyani didakwa melanggar pasal pasal 3 dan / atau Pasal 4 UU No.8 Tahun 2010 tentang TPPU Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. ‘Setelah dibacakan dakwaan, kedua terdakwa menyatakan mengajukan eksepsi atas surat dakwaan Penuntut Umum. Yang akan diajukan pada sidang hari Kamis 17 Februari 2022,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (11/2).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa kasus posisi perkara yang perkara tindak pidana asalnya penggelapan (pasal 372 KUHP) dan penipuan (Pasal 378 KUHP) tersebut bermula sejak tanggal 27 April 2011 sampai dengan tanggal 16 September 2018 saksi korban yang merupakan Putri Raja Arab Saudi, Princess Lolwah Binti Muhammed Bin Abdullah Al Saud telah mengirimkan uang total sebesar Usd 36.106.574,84,- atau sebesar Rp. 505.492.047.760,- (kurs Rp.14.000,-) kepada kedua tersangka yang merupakan ibu dan anak. Uang tersebut dikirim untuk keperluan pembelian tanah dan pembangunan villa Kama dan Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.

Namun pembangunan villa tersebut tidak selesai dan sebagian besar dari jumlah uang tersebut diduga digunakan oleh kedua tersangka untuk kepentingan pribadi diantaranya untuk pembelian 20 bidang tanah dan 68 unit mobil di Malang dan Jakarta.

Selain pengiriman uang sebesar USD 36.106.574,84,- atau sebesar Rp. 505.492.047.760,- (kurs Rp.14.000,-) tersebut, pada bulan Maret 2018 Princess Lolwah juga telah mengirimkan uang sebesar USD 500.000,- atau sebesar Rp. 7.000.000.000 (kurs Rp.14.000,-) kepada tersangka untuk pembelian sebidang tanah seluas 1.600 M2 di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung.

Hanya saja berdasarkan keterangan saksi tanah tersebut tidak pernah diperjualbelikan dan ketika Princess Lolwah meminta agar uang tersebut dikembalikan terlapor hanya berjanji akan mengembalikan dengan membuat surat pernyataan palsu seolah – olah uang sebesar USD 500.000,- tersebut sudah diserahkan kepada pemilik tanah dan tersangka baru akan mengembalikan ketika uang tersebut sudah diserahkan kembali oleh pemilik tanah.

“Dan saat ini terdakwa Evie Marindo Christina dan Eka Augusta Herriyani sedang menjalani pidana penjara atas perkara tindak pidana asalnya penggelapan (pasal 372 KUHP) dan penipuan (Pasal 378 KUHP) yang berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Gianyar nomor 112/Pid.B/2020/PN Gin tanggal 20 Oktober 2020 Dijatuhi pidana penjara selama 4 (empat) tahun penjara,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Perkara tindak pidana pencucian uang dengan terdakwa Evie Marindo Christina dan Eka Augusta Herriyani akhirnya menjalani sidang perdana secara virtual, Kamis (10/2). Kedua tersangka pun mengikuti sidang dari dalam Rutan Kelas IIB Gianyar.

Kasi Intelijen Kejari Gianyar, I Gde Ancana mengatakan bahwa persidangan tersebut mengagendakan pembacaan surat dakwaan oleh Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Gianyar, dimana terdakwa Evie Marindo Christina dan Eka Augusta Herriyani didakwa melanggar pasal pasal 3 dan / atau Pasal 4 UU No.8 Tahun 2010 tentang TPPU Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. ‘Setelah dibacakan dakwaan, kedua terdakwa menyatakan mengajukan eksepsi atas surat dakwaan Penuntut Umum. Yang akan diajukan pada sidang hari Kamis 17 Februari 2022,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (11/2).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa kasus posisi perkara yang perkara tindak pidana asalnya penggelapan (pasal 372 KUHP) dan penipuan (Pasal 378 KUHP) tersebut bermula sejak tanggal 27 April 2011 sampai dengan tanggal 16 September 2018 saksi korban yang merupakan Putri Raja Arab Saudi, Princess Lolwah Binti Muhammed Bin Abdullah Al Saud telah mengirimkan uang total sebesar Usd 36.106.574,84,- atau sebesar Rp. 505.492.047.760,- (kurs Rp.14.000,-) kepada kedua tersangka yang merupakan ibu dan anak. Uang tersebut dikirim untuk keperluan pembelian tanah dan pembangunan villa Kama dan Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.

Namun pembangunan villa tersebut tidak selesai dan sebagian besar dari jumlah uang tersebut diduga digunakan oleh kedua tersangka untuk kepentingan pribadi diantaranya untuk pembelian 20 bidang tanah dan 68 unit mobil di Malang dan Jakarta.

Selain pengiriman uang sebesar USD 36.106.574,84,- atau sebesar Rp. 505.492.047.760,- (kurs Rp.14.000,-) tersebut, pada bulan Maret 2018 Princess Lolwah juga telah mengirimkan uang sebesar USD 500.000,- atau sebesar Rp. 7.000.000.000 (kurs Rp.14.000,-) kepada tersangka untuk pembelian sebidang tanah seluas 1.600 M2 di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung.

Hanya saja berdasarkan keterangan saksi tanah tersebut tidak pernah diperjualbelikan dan ketika Princess Lolwah meminta agar uang tersebut dikembalikan terlapor hanya berjanji akan mengembalikan dengan membuat surat pernyataan palsu seolah – olah uang sebesar USD 500.000,- tersebut sudah diserahkan kepada pemilik tanah dan tersangka baru akan mengembalikan ketika uang tersebut sudah diserahkan kembali oleh pemilik tanah.

“Dan saat ini terdakwa Evie Marindo Christina dan Eka Augusta Herriyani sedang menjalani pidana penjara atas perkara tindak pidana asalnya penggelapan (pasal 372 KUHP) dan penipuan (Pasal 378 KUHP) yang berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Gianyar nomor 112/Pid.B/2020/PN Gin tanggal 20 Oktober 2020 Dijatuhi pidana penjara selama 4 (empat) tahun penjara,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/