alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Antisipasi Penumpang Tercecer Saat Nyepi, Siagakan Satu Kapal

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Otoritas di Pelabuhan Padangbai, Karangasem rencananya akan menyiagakan satu atau dua kapal untuk antisipasi penumpang yang tercecer jelang Nyepi, Minggu (14/3). Ini dilakukan untuk antisipasi kemungkinan penumpang meninggalkan Bali di luar waktu penyeberangan yang ditentukan.

 

Batas terakhir penyeberangan jelang Nyepi, yakni pukul 03.00. Otoritas pelabuhan berikan kelonggaran apabila ada penumpang tercecer sampai pukul 04.00. Pelabuhan kembali beroperasi esok harinya dengan 16 trip seperti biasa. Praktis, di atas jadwal itu, dipastikan tak ada kapal yang melayani.

 

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai, Ni Luh Putu Eka Suyasmin mengungkapkan, kapal yang terakhir diberangkatkan sekitar pukul 03.00. Sementara kapal yang datang dari Lombok sudah dibatasi sejak awal sebelumnya. “Penghentian ini sementara karena Nyepi, 24 jam,” ucap Suyasmin, Kamis (11/3).

 

Meski sudah disiapkan kapal untuk penyeberangan terakhir, Suyasmin menyebut sangat jarang penumpang tercecer jelang ditutupnya pelabuhan. Sebab masyarakat memilih berangkat sejak awal sehingga kemungkinan tercecer jarang. “Jadwal ada di BPTD,” katanya.

 

Koordinator Satuan Pelayanan BPTD Wilayah XII Bali, I Nyoman Agus Sugiarta mengatakan, penutupan jasa penyeberangan dilakukan sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan, Dirjen Perhubungan Darat Nomor AP106/1/7/ BPTD-XII/2021 tentang penutupan pelabuhan sementara. Ini berlaku di Lembar, Padangbai, dan Gilimanuk.

 

Kata Agus, kapal terakhir yang akan diberangkatkan dari Pelabuhan Lembar, Lombok pada Sabtu (13/3) nanti sekitar pukul 19.30. “Pengoperasian apapun dilarang sebelum waktu yang telah ditentukan,” ucapnya.

 

Ditambahkan, untuk proses pengamanan di Pelabuhan Padang Bai selama perayaan Nyepi akan dilakukan instansi terkait bersama petugas gabungan. Seperti TNI, Kepolisian, Dinas Perhubungan, pecalang, dan petugas lain. Tim gabungan nantinya akan dapat tugas di masing masing lokasi. “Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap tahunnya,” pungkas Agus.


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Otoritas di Pelabuhan Padangbai, Karangasem rencananya akan menyiagakan satu atau dua kapal untuk antisipasi penumpang yang tercecer jelang Nyepi, Minggu (14/3). Ini dilakukan untuk antisipasi kemungkinan penumpang meninggalkan Bali di luar waktu penyeberangan yang ditentukan.

 

Batas terakhir penyeberangan jelang Nyepi, yakni pukul 03.00. Otoritas pelabuhan berikan kelonggaran apabila ada penumpang tercecer sampai pukul 04.00. Pelabuhan kembali beroperasi esok harinya dengan 16 trip seperti biasa. Praktis, di atas jadwal itu, dipastikan tak ada kapal yang melayani.

 

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai, Ni Luh Putu Eka Suyasmin mengungkapkan, kapal yang terakhir diberangkatkan sekitar pukul 03.00. Sementara kapal yang datang dari Lombok sudah dibatasi sejak awal sebelumnya. “Penghentian ini sementara karena Nyepi, 24 jam,” ucap Suyasmin, Kamis (11/3).

 

Meski sudah disiapkan kapal untuk penyeberangan terakhir, Suyasmin menyebut sangat jarang penumpang tercecer jelang ditutupnya pelabuhan. Sebab masyarakat memilih berangkat sejak awal sehingga kemungkinan tercecer jarang. “Jadwal ada di BPTD,” katanya.

 

Koordinator Satuan Pelayanan BPTD Wilayah XII Bali, I Nyoman Agus Sugiarta mengatakan, penutupan jasa penyeberangan dilakukan sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan, Dirjen Perhubungan Darat Nomor AP106/1/7/ BPTD-XII/2021 tentang penutupan pelabuhan sementara. Ini berlaku di Lembar, Padangbai, dan Gilimanuk.

 

Kata Agus, kapal terakhir yang akan diberangkatkan dari Pelabuhan Lembar, Lombok pada Sabtu (13/3) nanti sekitar pukul 19.30. “Pengoperasian apapun dilarang sebelum waktu yang telah ditentukan,” ucapnya.

 

Ditambahkan, untuk proses pengamanan di Pelabuhan Padang Bai selama perayaan Nyepi akan dilakukan instansi terkait bersama petugas gabungan. Seperti TNI, Kepolisian, Dinas Perhubungan, pecalang, dan petugas lain. Tim gabungan nantinya akan dapat tugas di masing masing lokasi. “Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap tahunnya,” pungkas Agus.


Most Read

Artikel Terbaru

/