alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Efek Pandemi Covid-19, Permohonan Eksekusi Aset Meningkat

TABANAN, BALI EXPRESS – Besarnya dampak pandemi Covid-19 pada sisi ekonomi rupanya berimbas terhadap meningkatnya permohonan eksekusi aset ke Pengadilan Negeri (PN) Tabanan.

 

Meningkatnya permohonan eksekusi ini tidak lepas dari perkara utang piutang yang statusnya gagal bayar. Sehingga pihak perbankan selaku kreditur melakukan proses lelang jaminan yang dipakai debitur atau masyarakat selaku peminjam untuk memperoleh pinjaman dana.

 

Panitera Pengadilan Negeri (PN) Tabanan I Nyoman Windia tidak memungkiri adanya pengaruh itu. Meskipun demikian dia tidak merinci seberapa besar peningkatan permohonan tersebut. Dan sebagian besar transaksi peminjaman jauh sebelum pandemi Covid-19.

 

“Di samping itu, karena adanya pandemi, proses eksekusi juga tidak mudah dilakukan karena harus mempertimbangkan agar tidak terjadi kerumunan,” jelas Windia, Jumat (11/3).

 

Menurutnya, transaksi peminjaman tidak sedikit yang terjadi jauh sebelum pandemi. Artinya berperkara sudah cukup lama. Namun terganjal proses eksekusinya karena pandemi.

 

Namun dia juga tidak memungkiri ada juga yang beberapa di antaranya disebabkan karena status gagal bayar. Sehingga pihak bank memutuskan untuk melakukan lelang. Kemudian pemenang lelangnya mengajukan permohonan eksekusi ke pengadilan. “Bank kan tidak mau tahu itu (kondisi kesulitan pembayaran),” tegasnya.

 

Menariknya lagi, sebagian besar lelang yang dilakukan terhadap proses peminjaman yang gagal bayar dimenangkan dari orang luar Bali. Selain itu, banyak juga kasus yang orang tunya tidak mengetahui pipil atau sertifikat hak milik (SHM) dialihnamakan oleh anak-anaknya.

 

Sekadar mengingat, Kamis lalu (10/3), Panitera PN Tabanan melakukan eksekusi lahan seluas 2.200 meter persegi di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan. Eksekusi itu dilakukan setelah melalui proses gugat menggugat yang agak panjang.

 

Bahkan eksekusi tersebut sampai pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung. Di tingkatan ini, pemenang lelang yang diketahui atas nama Sinardi, memenangkannya pada Agustus 2021.

 

Berhubung telah diputuskan di tingkat kasasi, proses eksekusi akhirnya dilakukan. Namun jalannya proses itu juga tidak serta merta bisa dilakukan. Lantaran di awal pelaksanaannya sempat terjadi adu mulut dan argumentasi.

 

Selain di Kerambitan, eksekusi lahan juga terjadi di beberapa tempat di Tabanan. Selain di Desa Samsam, eksekusi juga terjadi di Desa Gadungan, Kecamatan Selamdeg Timur. Kemudian di Kampung Kodok, Desa Dauh Peken. Maupun di wilayah Gerogak yang masuk di wilayah Desa Delod Peken. Serta di Kecamatan Kediri.






Reporter: Chairul Amri Simabur

TABANAN, BALI EXPRESS – Besarnya dampak pandemi Covid-19 pada sisi ekonomi rupanya berimbas terhadap meningkatnya permohonan eksekusi aset ke Pengadilan Negeri (PN) Tabanan.

 

Meningkatnya permohonan eksekusi ini tidak lepas dari perkara utang piutang yang statusnya gagal bayar. Sehingga pihak perbankan selaku kreditur melakukan proses lelang jaminan yang dipakai debitur atau masyarakat selaku peminjam untuk memperoleh pinjaman dana.

 

Panitera Pengadilan Negeri (PN) Tabanan I Nyoman Windia tidak memungkiri adanya pengaruh itu. Meskipun demikian dia tidak merinci seberapa besar peningkatan permohonan tersebut. Dan sebagian besar transaksi peminjaman jauh sebelum pandemi Covid-19.

 

“Di samping itu, karena adanya pandemi, proses eksekusi juga tidak mudah dilakukan karena harus mempertimbangkan agar tidak terjadi kerumunan,” jelas Windia, Jumat (11/3).

 

Menurutnya, transaksi peminjaman tidak sedikit yang terjadi jauh sebelum pandemi. Artinya berperkara sudah cukup lama. Namun terganjal proses eksekusinya karena pandemi.

 

Namun dia juga tidak memungkiri ada juga yang beberapa di antaranya disebabkan karena status gagal bayar. Sehingga pihak bank memutuskan untuk melakukan lelang. Kemudian pemenang lelangnya mengajukan permohonan eksekusi ke pengadilan. “Bank kan tidak mau tahu itu (kondisi kesulitan pembayaran),” tegasnya.

 

Menariknya lagi, sebagian besar lelang yang dilakukan terhadap proses peminjaman yang gagal bayar dimenangkan dari orang luar Bali. Selain itu, banyak juga kasus yang orang tunya tidak mengetahui pipil atau sertifikat hak milik (SHM) dialihnamakan oleh anak-anaknya.

 

Sekadar mengingat, Kamis lalu (10/3), Panitera PN Tabanan melakukan eksekusi lahan seluas 2.200 meter persegi di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan. Eksekusi itu dilakukan setelah melalui proses gugat menggugat yang agak panjang.

 

Bahkan eksekusi tersebut sampai pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung. Di tingkatan ini, pemenang lelang yang diketahui atas nama Sinardi, memenangkannya pada Agustus 2021.

 

Berhubung telah diputuskan di tingkat kasasi, proses eksekusi akhirnya dilakukan. Namun jalannya proses itu juga tidak serta merta bisa dilakukan. Lantaran di awal pelaksanaannya sempat terjadi adu mulut dan argumentasi.

 

Selain di Kerambitan, eksekusi lahan juga terjadi di beberapa tempat di Tabanan. Selain di Desa Samsam, eksekusi juga terjadi di Desa Gadungan, Kecamatan Selamdeg Timur. Kemudian di Kampung Kodok, Desa Dauh Peken. Maupun di wilayah Gerogak yang masuk di wilayah Desa Delod Peken. Serta di Kecamatan Kediri.






Reporter: Chairul Amri Simabur

Most Read

Artikel Terbaru

/