alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Syarat PPLN dan PPDN Masuk Bali Dipermudah, Pelaku UMKM Sambut Gembira

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali menyambut gembira kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintah pada Maret ini. Diantaranya yakni bebas karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), penerapan Visa on Arrival (VoA), serta bebas antigen-PCR bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN). Selain diharapkan mampu menggeliatkan kembali kunjungan wisatawan serta memberi dampak positif bagi pemasaran produk UMKM, ujung tombaknya diharapkan ekonomi Bali segera pulih.

Ni Putu Sudiadnyani, salah seorang pelaku UMKM yang berdomisili di Celuk, Sukawati, Gianyar mengatakan, adanya keringanan syarat bagi wisatawan mancanegara (wisman) dan wisawatan domestik (wisdom), akan mendorong mereka untuk datang ke Bali. Hal ini akan memberi pengaruh bagi pelaku UMKM. “Jadi intinya ada tamu datang dulu, hotel-hotel jalan, transportasi jalan, tamunya pasti dibawa ke perajin. Itu sudah jadi simbiosis mutualisme. Kalau ada tamu datang, pastinya kami akan ada harapan,” katanya, Kamis (10/3).

Sebagai pelaku usaha, pihaknya memang memiliki harapan besar kepada pemerintah untuk bisa melonggarkan berbagai persyaratan untuk memudahkan wisatawan datang ke Bali. Sebab, banyaknya aturan, menurutnya uang wisatawan hanya akan habis untuk menaati aturan tersebut dan tidak memberi manfaat kepada perajin. “Karena uang mereka sudah habis untuk karantina dan sebagainya. Seharusnya kan bisa belanja di perajin,” ujar owner Bara Silver ini.

Karenanya, pihaknya menyambut gembira diberlakukan berbagai kebijakan yang memberi kemudahan bagi wisatawan untuk masuk Bali. Ini diharapkan mampu memulai pemulihan ekonomi Bali.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Wayan Mardiana, pun turun mengatakan demikian. Adanya kebijakan yang berlaku saat ini, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali. UMKM terutama yang berada di pasar seni, seperti di Sukawati, Guwang, Kuta dan sebagainya akan bisa bergerliat kembali. Sehingga, hal ini bisa memberikan angin segar bagi UMKM.

“UMKM, apalagi yang bergerak di sektor kriya sangat kesulitan di tengah pandemi. Karena pemasaran bergantung dari kedatangan wisatawan. Dengan kebijakan yang memudahkan wisatawan masuk ke Bali ini diharapkan mampu membangkitkan kembali UMKM baik itu, pasar seni, pusat oleh-oleh dan sebagainya,” tuturnya.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali menyambut gembira kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintah pada Maret ini. Diantaranya yakni bebas karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), penerapan Visa on Arrival (VoA), serta bebas antigen-PCR bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN). Selain diharapkan mampu menggeliatkan kembali kunjungan wisatawan serta memberi dampak positif bagi pemasaran produk UMKM, ujung tombaknya diharapkan ekonomi Bali segera pulih.

Ni Putu Sudiadnyani, salah seorang pelaku UMKM yang berdomisili di Celuk, Sukawati, Gianyar mengatakan, adanya keringanan syarat bagi wisatawan mancanegara (wisman) dan wisawatan domestik (wisdom), akan mendorong mereka untuk datang ke Bali. Hal ini akan memberi pengaruh bagi pelaku UMKM. “Jadi intinya ada tamu datang dulu, hotel-hotel jalan, transportasi jalan, tamunya pasti dibawa ke perajin. Itu sudah jadi simbiosis mutualisme. Kalau ada tamu datang, pastinya kami akan ada harapan,” katanya, Kamis (10/3).

Sebagai pelaku usaha, pihaknya memang memiliki harapan besar kepada pemerintah untuk bisa melonggarkan berbagai persyaratan untuk memudahkan wisatawan datang ke Bali. Sebab, banyaknya aturan, menurutnya uang wisatawan hanya akan habis untuk menaati aturan tersebut dan tidak memberi manfaat kepada perajin. “Karena uang mereka sudah habis untuk karantina dan sebagainya. Seharusnya kan bisa belanja di perajin,” ujar owner Bara Silver ini.

Karenanya, pihaknya menyambut gembira diberlakukan berbagai kebijakan yang memberi kemudahan bagi wisatawan untuk masuk Bali. Ini diharapkan mampu memulai pemulihan ekonomi Bali.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Wayan Mardiana, pun turun mengatakan demikian. Adanya kebijakan yang berlaku saat ini, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali. UMKM terutama yang berada di pasar seni, seperti di Sukawati, Guwang, Kuta dan sebagainya akan bisa bergerliat kembali. Sehingga, hal ini bisa memberikan angin segar bagi UMKM.

“UMKM, apalagi yang bergerak di sektor kriya sangat kesulitan di tengah pandemi. Karena pemasaran bergantung dari kedatangan wisatawan. Dengan kebijakan yang memudahkan wisatawan masuk ke Bali ini diharapkan mampu membangkitkan kembali UMKM baik itu, pasar seni, pusat oleh-oleh dan sebagainya,” tuturnya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/