alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Galungan, Vaksinasi di Fasyankes dan Berbasis Banjar Diliburkan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Sudah sewajarnya ketika menyambut hari raya besar keagaaman, kegiatan publik dihentikan sementara untuk menghormati perayaaan. Seperti program vaksinasi saat ini yang diliburkan sementara saat Hari Raya Galungan, Rabu (14/4) mendatang.

Hal ini ditegaskan Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi Minggu (11/4). Kata Dewa Rai, khusus di 40 fasyankes yang telah ditetapkan oleh Pemkot Denpasar serta program vaksinasi berbasis banjar diliburkan saat rangkaian Galungan mulai dari penampahan, Galungan serta Manis Galungan.

“Meski program vaksinasi ini terus digenjot, tapi kita kan harus menghormati saat hari raya. Khusus berbasis banjar itu, karena dilakukan di masing-masing wilayah, pasti masyarakat sibuk menyiapkan persiapan Galungan,” kata Dewa Rai.

Sementara di fasyankes, kegiatan yang distop sementara hanya pelayanan vaksinasinya saja, sementara bagi masyarakat yang ingin berobat tetap dilayani. Nantinya, H+2 Galungan atau saat Manis Galungan, kegiatan vaksinasi massal itu kembali dilanjutkan, baik di fasyankes maupun vaksinasi berbasis banjar tersebut.

Terkait vaksinasi berbasis banjar, kata Dewa Rai, sudah menyasar seluruh empat kecamatan di Kota Denpasar. Seperti yang dilakukan  Sabtu (10/4) di Desa Sumerta Kelod Dentim, Desa Tegal Kertha Denbar serta di Pasar Ubung Kaja Denut. “Saat mengawali, sudah dilakukan di Denpasar Selatan belum lama ini,” imbuhnya.

Sasarannya saat ini masih pelayan publik dan juga lansia. Khusus pelayan publik, lanjut Dewa Rai, lebih menyasar ke guru, seperti guru TK maupun PAUD. Mengingat, di banjar atau di desa-desa di empat kecamatan itu, banyak terdapat guru TK serta PAUD. 

Saat ini, persentase vaksinasi untuk lansia belum begitu masif, hanya menyentuh angka 49 persen, sedangkan untuk pelayan publik sudah tinggi mencapai 115 persen.

PENDATAAN KELUARGA :  Wakil Walikota Denpasar Kadek agus Arya Wibawa bersama Istri, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, mengikuti pelaksanaan Pendataan Keluarga Tahun 2021, Minggu (11/4). 

Arya Wibawa Harapkan Masyarakat Beri Data Keluarga yang Valid

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pendataan Keluarga Tahun 2021 yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dilaksanakan serentak se-Indonesia pada 1 April-31 Mei 2021. Pendataan dilakukan untuk validasi, sebagai dasar bagi pemerintah dalam melaksanakan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

Terkait hal ini, Wakil Walikota (Wawali) Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, pendataan dan validasi data keluarga tersebut dilaksanakan oleh Kader Keluarga Berencana dan disaksikan Kepala Dinas 

Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan keluarga berencana (P3AP2KB), I Gusti Agung Sri Wetrawati. 

Wawali Kadek Agus Arya Wibawa menyambut baik program pendataan keluarga ini. Harapannya masyarakat Kota Denpasar bisa mengikuti dan mensukseskan pendataan keluarga, agar pemerintah pusat dan daerah dapat membuat program yang tepat sasaran pada keluarga Indonesia, khususnya Denpasar.

Baca Juga :  PPKM Darurat, Bupati Jembrana Tempuh Jalur Sekala dan Niskala

“Saya berharap seluruh masyarakat Kota Denpasar bisa menerima dan memberi keterangan yang jelas kepada petugas. Sehingga pendataan keluarga ini sesuai dengan fakta di lapangan, serta dapat menjadi sebuah data yang akurat bagi Kota Denpasar,” ujar Arya Wibawa, Minggu (11/4).

Lebih lanjut, Arya Wibawa mengatakan, pendataan keluarga yang dilakukan serentak setiap lima tahun sekali, diharapkan saat pandemi dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Keluarga yang didatangi ke rumah harus memastikan kader pendata mengenakan masker, memakai tanda pengenal serta menjaga jarak aman.

Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB, I Gusti Agung Sri Wetrawati mengatakan, pendataan keluarga dilakukan serentak setiap lima tahun sekali melalui kunjungan dari rumah ke rumah. 

Hal ini sebagai amanat UU No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dan Peraturan Pemerintah No 87 tentang Perkembangan Kependudukan, Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana dan Sistem Informasi Keluarga.

“Kami berharap  pendataan keluarga ini bisa berjalan dengan lancar dan tepat waktu dan nanti menghasilkan data yang valid tentang keluarga yang ada di Kota Denpasar,” kata Sri Wetrawati. 

GALUNGAN : Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dan Wakil Walikota DenpasarI Kadek Agus Arya Wibawa, ucapkan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan 

Jadikan Galungan dan Kuningan untuk Meningkatkan Srada Bhakti 

DENPASAR, BALI EXPRESS – Hari Suci Galungan yang dimaknai sebagai kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan), jatuh setiap Budha Kliwon Wuku Dunggulan. 

Tahun ini Hari Suci Galungan jatuh pada 14 April 2021. Sementara Hari Suci Kuningan jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan, 24 April 2021. Namun, perayaan hari suci kali ini terasa berbeda lantaran masih dalam suasana penanganan pandemi Covid-19. 

Serangkaian menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kota Denpasar juga menggelar beberapa kegiatan secara terbatas dengan tetap berpedoman pada disiplin protokol kesehatan. Diantaranya pasar murah dan pemantauan harga bahan pokok. 

Tampak pula umat Hindu di Kota Denpasar melaksanakan persiapan. Namun, hiruk pikuk yang biasanya terjadi sedikit tak tampak lantaran penerapan protokol kesehatan. 

Walikota Denpasar IGN Jaya Negara bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, di sela-sela kegiatan kemasyarakatan dan kepemerintahan, Minggu (11/4), mengatakan bahwa momentum ini hendaknya dimanfaatkan masyarakat, khususnya umat Hindu untuk menjadikan Hari Suci Galungan dan Kuningan senantiasa selalu meningkatkan srada bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Dapat disadari secara bersama, saat ini seluruh umat manusia sedang menghadapi tantangan yang luar biasa. Hal ini utamanya tentang kesehatan dan pemulihan perekonomian. 

Baca Juga :  Sehari, Satu Banjar di Blahbatuh Kumpulkan 1,7 Ton Sampah Plastik

“Semoga di Hari Suci Galungan dan Kuningan, Dharma senantiasa menuntun umat manusia terbebas dari tantangan hidupnya,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara mengatakan, kemenangan Dharma melawan Adharma pada masa kini haruslah diterjemahkan sebagai upaya dan tekad untuk terus berkarya meningkatkan kualitas kehidupan yang seimbang antara material dan spiritual. Sehingga sebagai umat beragama mampu mencapai kebahagiaan dengan selalu berpijak kepada ajaran dharma (agama Hindu) seperti dharma, artha, kama, dan moksa.

Jaya Negara juga mengajak masyarakat untuk selalu mulat sarira, mempererat tali persaudaraan dan tali silaturahmi. Mulat sarira menjadi pesan dalam catatan perjalanan untuk mengevaluasi langkah dalam mengamalkan ajaran dharma. Utamanya Dharmaning Agama dan Dharmaning Negara. Sehingga kehidupan mampu memberikan manfaat di masa depan yang lebih baik, sejahtera dan damai. 

Selain itu, dalam masa pandemi Covid-19 ini, pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan, mengingat saat ini Covid-19 masih menjadi ancaman bagi umat manusia. 

“Jadikanlah spirit Hari Suci Galungan dan Kuningan ini menjadi ajang mulat sarira dalam menyikapi tantangan saat ini, dan jadi momentum untuk meningkatkam sradha dan bhakti, semoga alam semesta kembali pulih dan normal serta Covid-19 segera berlalu,” kata Jaya Negara

Jaya Negara dan Arya Wibawa juga mengajak masyarakat Denpasar dalam perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan selalu dengan berpikir, berkata dan berbuat yang baik sebagai cerminan dharma. 

Selain itu, perayaan upakara juga diharapkan sederhana dengan mengedepankan makna dalam pelaksanaanya. Hal ini mengingat masa pandemi Covid-19 belum memungkinkan untuk kita berkumpul dan beraktivitas seperti sedia kala. 

Senada dengan hal tersebut, Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa menambahkan, momentum perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan ini hendaknya dijadikan satu titik tolak untuk menjadikan masa depan yang lebih baik, lebih berkualitas dan mampu mewujudkan kesejahteraan. 

Terlebih di masa Covid-19 ini, agar masyarakat lebih waspada dan meningkatkan imunitas serta selalu berdoa yang terbaik. Pelaksanaan upakara juga diharapkan dapat dikemas sederhana dan pola perayaan wajib mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman. 

Dalam kesempatan itu, Walikota Jaya Negara dan Wakil Walikota Arya Wibawa menyampaikan ucapan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan kepada seluruh umat se-Dhama dimanapun berada. 

“Kepada seluruh umat se-dharma, atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Denpasar, selamat melaksanakan hari suci Galungan dan Kuningan, dumogi kenak rahayu sareng sami. Serta semoga di hari suci Galungan dan Kuningan, Dharma senantiasa menuntun umat manusia terbebas dari tantangan hidupnya,” tandas Jaya Negara dan Arya Wibawa. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Sudah sewajarnya ketika menyambut hari raya besar keagaaman, kegiatan publik dihentikan sementara untuk menghormati perayaaan. Seperti program vaksinasi saat ini yang diliburkan sementara saat Hari Raya Galungan, Rabu (14/4) mendatang.

Hal ini ditegaskan Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi Minggu (11/4). Kata Dewa Rai, khusus di 40 fasyankes yang telah ditetapkan oleh Pemkot Denpasar serta program vaksinasi berbasis banjar diliburkan saat rangkaian Galungan mulai dari penampahan, Galungan serta Manis Galungan.

“Meski program vaksinasi ini terus digenjot, tapi kita kan harus menghormati saat hari raya. Khusus berbasis banjar itu, karena dilakukan di masing-masing wilayah, pasti masyarakat sibuk menyiapkan persiapan Galungan,” kata Dewa Rai.

Sementara di fasyankes, kegiatan yang distop sementara hanya pelayanan vaksinasinya saja, sementara bagi masyarakat yang ingin berobat tetap dilayani. Nantinya, H+2 Galungan atau saat Manis Galungan, kegiatan vaksinasi massal itu kembali dilanjutkan, baik di fasyankes maupun vaksinasi berbasis banjar tersebut.

Terkait vaksinasi berbasis banjar, kata Dewa Rai, sudah menyasar seluruh empat kecamatan di Kota Denpasar. Seperti yang dilakukan  Sabtu (10/4) di Desa Sumerta Kelod Dentim, Desa Tegal Kertha Denbar serta di Pasar Ubung Kaja Denut. “Saat mengawali, sudah dilakukan di Denpasar Selatan belum lama ini,” imbuhnya.

Sasarannya saat ini masih pelayan publik dan juga lansia. Khusus pelayan publik, lanjut Dewa Rai, lebih menyasar ke guru, seperti guru TK maupun PAUD. Mengingat, di banjar atau di desa-desa di empat kecamatan itu, banyak terdapat guru TK serta PAUD. 

Saat ini, persentase vaksinasi untuk lansia belum begitu masif, hanya menyentuh angka 49 persen, sedangkan untuk pelayan publik sudah tinggi mencapai 115 persen.

PENDATAAN KELUARGA :  Wakil Walikota Denpasar Kadek agus Arya Wibawa bersama Istri, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, mengikuti pelaksanaan Pendataan Keluarga Tahun 2021, Minggu (11/4). 

Arya Wibawa Harapkan Masyarakat Beri Data Keluarga yang Valid

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pendataan Keluarga Tahun 2021 yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dilaksanakan serentak se-Indonesia pada 1 April-31 Mei 2021. Pendataan dilakukan untuk validasi, sebagai dasar bagi pemerintah dalam melaksanakan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

Terkait hal ini, Wakil Walikota (Wawali) Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, pendataan dan validasi data keluarga tersebut dilaksanakan oleh Kader Keluarga Berencana dan disaksikan Kepala Dinas 

Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan keluarga berencana (P3AP2KB), I Gusti Agung Sri Wetrawati. 

Wawali Kadek Agus Arya Wibawa menyambut baik program pendataan keluarga ini. Harapannya masyarakat Kota Denpasar bisa mengikuti dan mensukseskan pendataan keluarga, agar pemerintah pusat dan daerah dapat membuat program yang tepat sasaran pada keluarga Indonesia, khususnya Denpasar.

Baca Juga :  Kasus Narkotika Melonjak, Kejari Tabanan Musnahkan Ribuan Pil Koplo

“Saya berharap seluruh masyarakat Kota Denpasar bisa menerima dan memberi keterangan yang jelas kepada petugas. Sehingga pendataan keluarga ini sesuai dengan fakta di lapangan, serta dapat menjadi sebuah data yang akurat bagi Kota Denpasar,” ujar Arya Wibawa, Minggu (11/4).

Lebih lanjut, Arya Wibawa mengatakan, pendataan keluarga yang dilakukan serentak setiap lima tahun sekali, diharapkan saat pandemi dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Keluarga yang didatangi ke rumah harus memastikan kader pendata mengenakan masker, memakai tanda pengenal serta menjaga jarak aman.

Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB, I Gusti Agung Sri Wetrawati mengatakan, pendataan keluarga dilakukan serentak setiap lima tahun sekali melalui kunjungan dari rumah ke rumah. 

Hal ini sebagai amanat UU No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dan Peraturan Pemerintah No 87 tentang Perkembangan Kependudukan, Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana dan Sistem Informasi Keluarga.

“Kami berharap  pendataan keluarga ini bisa berjalan dengan lancar dan tepat waktu dan nanti menghasilkan data yang valid tentang keluarga yang ada di Kota Denpasar,” kata Sri Wetrawati. 

GALUNGAN : Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dan Wakil Walikota DenpasarI Kadek Agus Arya Wibawa, ucapkan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan 

Jadikan Galungan dan Kuningan untuk Meningkatkan Srada Bhakti 

DENPASAR, BALI EXPRESS – Hari Suci Galungan yang dimaknai sebagai kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan), jatuh setiap Budha Kliwon Wuku Dunggulan. 

Tahun ini Hari Suci Galungan jatuh pada 14 April 2021. Sementara Hari Suci Kuningan jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan, 24 April 2021. Namun, perayaan hari suci kali ini terasa berbeda lantaran masih dalam suasana penanganan pandemi Covid-19. 

Serangkaian menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kota Denpasar juga menggelar beberapa kegiatan secara terbatas dengan tetap berpedoman pada disiplin protokol kesehatan. Diantaranya pasar murah dan pemantauan harga bahan pokok. 

Tampak pula umat Hindu di Kota Denpasar melaksanakan persiapan. Namun, hiruk pikuk yang biasanya terjadi sedikit tak tampak lantaran penerapan protokol kesehatan. 

Walikota Denpasar IGN Jaya Negara bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, di sela-sela kegiatan kemasyarakatan dan kepemerintahan, Minggu (11/4), mengatakan bahwa momentum ini hendaknya dimanfaatkan masyarakat, khususnya umat Hindu untuk menjadikan Hari Suci Galungan dan Kuningan senantiasa selalu meningkatkan srada bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Dapat disadari secara bersama, saat ini seluruh umat manusia sedang menghadapi tantangan yang luar biasa. Hal ini utamanya tentang kesehatan dan pemulihan perekonomian. 

Baca Juga :  Voucher Sarin Canang Tak Cair hingga Setahun, Warga Mengeluh

“Semoga di Hari Suci Galungan dan Kuningan, Dharma senantiasa menuntun umat manusia terbebas dari tantangan hidupnya,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara mengatakan, kemenangan Dharma melawan Adharma pada masa kini haruslah diterjemahkan sebagai upaya dan tekad untuk terus berkarya meningkatkan kualitas kehidupan yang seimbang antara material dan spiritual. Sehingga sebagai umat beragama mampu mencapai kebahagiaan dengan selalu berpijak kepada ajaran dharma (agama Hindu) seperti dharma, artha, kama, dan moksa.

Jaya Negara juga mengajak masyarakat untuk selalu mulat sarira, mempererat tali persaudaraan dan tali silaturahmi. Mulat sarira menjadi pesan dalam catatan perjalanan untuk mengevaluasi langkah dalam mengamalkan ajaran dharma. Utamanya Dharmaning Agama dan Dharmaning Negara. Sehingga kehidupan mampu memberikan manfaat di masa depan yang lebih baik, sejahtera dan damai. 

Selain itu, dalam masa pandemi Covid-19 ini, pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan, mengingat saat ini Covid-19 masih menjadi ancaman bagi umat manusia. 

“Jadikanlah spirit Hari Suci Galungan dan Kuningan ini menjadi ajang mulat sarira dalam menyikapi tantangan saat ini, dan jadi momentum untuk meningkatkam sradha dan bhakti, semoga alam semesta kembali pulih dan normal serta Covid-19 segera berlalu,” kata Jaya Negara

Jaya Negara dan Arya Wibawa juga mengajak masyarakat Denpasar dalam perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan selalu dengan berpikir, berkata dan berbuat yang baik sebagai cerminan dharma. 

Selain itu, perayaan upakara juga diharapkan sederhana dengan mengedepankan makna dalam pelaksanaanya. Hal ini mengingat masa pandemi Covid-19 belum memungkinkan untuk kita berkumpul dan beraktivitas seperti sedia kala. 

Senada dengan hal tersebut, Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa menambahkan, momentum perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan ini hendaknya dijadikan satu titik tolak untuk menjadikan masa depan yang lebih baik, lebih berkualitas dan mampu mewujudkan kesejahteraan. 

Terlebih di masa Covid-19 ini, agar masyarakat lebih waspada dan meningkatkan imunitas serta selalu berdoa yang terbaik. Pelaksanaan upakara juga diharapkan dapat dikemas sederhana dan pola perayaan wajib mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman. 

Dalam kesempatan itu, Walikota Jaya Negara dan Wakil Walikota Arya Wibawa menyampaikan ucapan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan kepada seluruh umat se-Dhama dimanapun berada. 

“Kepada seluruh umat se-dharma, atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Denpasar, selamat melaksanakan hari suci Galungan dan Kuningan, dumogi kenak rahayu sareng sami. Serta semoga di hari suci Galungan dan Kuningan, Dharma senantiasa menuntun umat manusia terbebas dari tantangan hidupnya,” tandas Jaya Negara dan Arya Wibawa. 


Most Read

Artikel Terbaru

/