alexametrics
26.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Wild Drawing Maknai Covid-19 Lewat Mural

DENPASAR, BALI EXPRESS – Imbauan pemerintah untuk melakukan kegiatan di rumah saja tak lantas mematikan kreatifitas seseorang. Sejumlah ide pun muncul untuk mengisi waktu dikala senggang. Baik itu berkebun, beternak atau bahkan menggambar.

Aktivitas menggambar ini pun dilakukan salah seorang seniman di Denpasar dengan melakukan mural pada tembok di sebuah lahan kosong. Dalam mural yang dibuat itu menggambarka sepasang laki-laki dan perempuan yang terpisah oleh jarak. Jarak yang dimaksud dalam mural tersebut digambarkan dalam ilustrasi virus yang tengah merebak saat ini. Disekitar tokoh, digambar beberapa tunas yang mulai tumbuh. Sementara pada lahan kosong, dibuatkan replika tunas yang berjejer dengan bahan triplek. Dari kejauhan, seni mural itu nampak nyata dan bermakna menyikapi kondisi pandemik saat ini.

Mural ini dibuat di Gang Pinguin, Banjar Tegeh Sari, Kelurahan Tonja, Denpasar tepatnya di tembok pada kebun milik Komang Guna Warma atau Kupit Nosstres.

Seniman mural yang enggan namanya dikorankan itu, melalui akun instagram @wd_wilddrawing menceritakan, “Pandemik korona adalah tentang jarak. Manusia dipaksa berjarak dengan rutinitas kesehariannya, berjarak dengan sesamanya bahkan dengan siapa yang di cinta. Pandemik ini juga tentang jeda. manusia bukanlah Yang Maha Kuasa yang mampu menaklukkan alam semesta beserta isinya. Manusia tak berdaya ketika sistem yang mereka jalani malah memberikan sakit, sakit yang mengajak manusia sejenak berhenti mengeksploitasi bumi,  berhenti untuk kita kembali mengoreksi diri. Jangan jangan pandemi ini hadir untuk “menyembuhkan” semua ini? atau hadir untuk memikirkan “benih” kehidupan yang baru? Itupun kalau manusia mau belajar darinya.”

Sementara itu, pemilik kebun, Kupit Nosstres yang ditemui, Minggu (10/5) siang saat berkebun mengatakan mural ini dibuat dua minggu lalu dengan waktu pengerjaan selama satu minggu. “Waktu pengerjaannya satu minggu. Soalnya dia santai mengerjakannya, sambil ngisi waktu,” katanya.

Dirinya sendiri menginterpretasikan mural tersebut tentang situasi saat ini, yakni korona membuat jarak antar manusia.“Dan dengan situasi ini, manusia jadi lebih ingat dengan alam dan kehidupan. Itu sih interpretasi personal saya,” katanya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Imbauan pemerintah untuk melakukan kegiatan di rumah saja tak lantas mematikan kreatifitas seseorang. Sejumlah ide pun muncul untuk mengisi waktu dikala senggang. Baik itu berkebun, beternak atau bahkan menggambar.

Aktivitas menggambar ini pun dilakukan salah seorang seniman di Denpasar dengan melakukan mural pada tembok di sebuah lahan kosong. Dalam mural yang dibuat itu menggambarka sepasang laki-laki dan perempuan yang terpisah oleh jarak. Jarak yang dimaksud dalam mural tersebut digambarkan dalam ilustrasi virus yang tengah merebak saat ini. Disekitar tokoh, digambar beberapa tunas yang mulai tumbuh. Sementara pada lahan kosong, dibuatkan replika tunas yang berjejer dengan bahan triplek. Dari kejauhan, seni mural itu nampak nyata dan bermakna menyikapi kondisi pandemik saat ini.

Mural ini dibuat di Gang Pinguin, Banjar Tegeh Sari, Kelurahan Tonja, Denpasar tepatnya di tembok pada kebun milik Komang Guna Warma atau Kupit Nosstres.

Seniman mural yang enggan namanya dikorankan itu, melalui akun instagram @wd_wilddrawing menceritakan, “Pandemik korona adalah tentang jarak. Manusia dipaksa berjarak dengan rutinitas kesehariannya, berjarak dengan sesamanya bahkan dengan siapa yang di cinta. Pandemik ini juga tentang jeda. manusia bukanlah Yang Maha Kuasa yang mampu menaklukkan alam semesta beserta isinya. Manusia tak berdaya ketika sistem yang mereka jalani malah memberikan sakit, sakit yang mengajak manusia sejenak berhenti mengeksploitasi bumi,  berhenti untuk kita kembali mengoreksi diri. Jangan jangan pandemi ini hadir untuk “menyembuhkan” semua ini? atau hadir untuk memikirkan “benih” kehidupan yang baru? Itupun kalau manusia mau belajar darinya.”

Sementara itu, pemilik kebun, Kupit Nosstres yang ditemui, Minggu (10/5) siang saat berkebun mengatakan mural ini dibuat dua minggu lalu dengan waktu pengerjaan selama satu minggu. “Waktu pengerjaannya satu minggu. Soalnya dia santai mengerjakannya, sambil ngisi waktu,” katanya.

Dirinya sendiri menginterpretasikan mural tersebut tentang situasi saat ini, yakni korona membuat jarak antar manusia.“Dan dengan situasi ini, manusia jadi lebih ingat dengan alam dan kehidupan. Itu sih interpretasi personal saya,” katanya.


Most Read

Artikel Terbaru

/