alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

50 Persen Aktivitas Mau Diturunkan Selama Pembatasan Darurat

TABANAN, BALI EXPRESS – Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang dimulai sejak 3 Juli 2021 lalu rupanya menargetkan penurunan aktivitas dan mobilitas hingga 50 persen.

Hanya saja karena target itu belum kesampaian, kebijakan PPKM darurat semakin hari kian diperketat. Lantaran hasil evaluasi harian, mobilitas dan aktivitas warga masih di atas target yang dicapai.

Di Kabupaten Tabanan sendiri, penurunannya sudah di bawah 70 persen. Namun belum sampai menyentuh target. Seperti diungkapkan Sekretaris Daerah sekaligus Sekretaris Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Tabanan, I Gede Susila.

“Memang sudah ada penurunan. Kira-kira di bawah 70 persen. Tetapi masih di atas 50 persen. Karena itu kami masih perlu memperketat kebijakan,” sebut Susila, Minggu (11/7).

Apalagi, lanjutnya, kebijakan penerapan PPKM darurat terus diperbarui. Terakhir dengan munculnya Surat Edaran Gubernur Nomor 10 Tahun 2021.

Edaran itu memuat perubahan kedua surat edaran sebelumnya tentang PPKM darurat yang rujukannya Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 dengan beberapa perubahannya. 

Dalam edaran gubernur yang terbaru, kegiatan sektor nonesensial ditutup. Kalaupun harus bekerja, kebijakan seratus persen work from home (WFH). Ditambah lagi kegiatan resepsi pernikahan ditiadakan selama berlakunya PPKM darurat.

Kemarin, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Polres Tabanan, Kodim 1619/Tabanan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mulai melakukan beberapa tempat yang kegiatannya masuk kategori nonesensial.

“Sesuai arahan bupati, untuk menerapkan surat edaran terbaru itu. Pagi ini sudah mulai dilakukan. Bukan hanya tempat ibadah saja. Tetapi sektor nonesensial seperti toko-toko (yang tidak memenuhi kebutuhan sehari-hari) ditutup sementara,” pungkasnya.


TABANAN, BALI EXPRESS – Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang dimulai sejak 3 Juli 2021 lalu rupanya menargetkan penurunan aktivitas dan mobilitas hingga 50 persen.

Hanya saja karena target itu belum kesampaian, kebijakan PPKM darurat semakin hari kian diperketat. Lantaran hasil evaluasi harian, mobilitas dan aktivitas warga masih di atas target yang dicapai.

Di Kabupaten Tabanan sendiri, penurunannya sudah di bawah 70 persen. Namun belum sampai menyentuh target. Seperti diungkapkan Sekretaris Daerah sekaligus Sekretaris Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Tabanan, I Gede Susila.

“Memang sudah ada penurunan. Kira-kira di bawah 70 persen. Tetapi masih di atas 50 persen. Karena itu kami masih perlu memperketat kebijakan,” sebut Susila, Minggu (11/7).

Apalagi, lanjutnya, kebijakan penerapan PPKM darurat terus diperbarui. Terakhir dengan munculnya Surat Edaran Gubernur Nomor 10 Tahun 2021.

Edaran itu memuat perubahan kedua surat edaran sebelumnya tentang PPKM darurat yang rujukannya Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 dengan beberapa perubahannya. 

Dalam edaran gubernur yang terbaru, kegiatan sektor nonesensial ditutup. Kalaupun harus bekerja, kebijakan seratus persen work from home (WFH). Ditambah lagi kegiatan resepsi pernikahan ditiadakan selama berlakunya PPKM darurat.

Kemarin, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Polres Tabanan, Kodim 1619/Tabanan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mulai melakukan beberapa tempat yang kegiatannya masuk kategori nonesensial.

“Sesuai arahan bupati, untuk menerapkan surat edaran terbaru itu. Pagi ini sudah mulai dilakukan. Bukan hanya tempat ibadah saja. Tetapi sektor nonesensial seperti toko-toko (yang tidak memenuhi kebutuhan sehari-hari) ditutup sementara,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/