alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Berbahayakah Adiksi Gadget Pada Anak?

DENPASAR, BALI EXPRESS- Masa pandemi yang sudah berlangsung hampir satu setengah tahun ini tidak saja membawa dampak pada gaya hidup orang dewasa, namun juga membawa dampak pada kesehatan mental anak. Salah satunya adalah banyaknya kasus adiksi gadget yang dikeluhkan orang tua. Apa sebanarnya adiksi gadget dan seberapa bahaya kondisi ini?

Psikolog Anak dan Remaja di Kota Denpasar, Nena Mawar Sari, S.Psi, mengatakan selama pandemi berlangsung, kasus adiksi gadget yang ditanganinya mengalmi peningkatan hampir 100 persen. “Selama satu setengah tahun pandemi, hampir 98 persen orang tua yang datang ke klinik psikiater mengeluhkan anaknya mengalami kondisi adiksi gadget,” jelasnya.

Apa itu adiksi gadget? dijelaskan Nena, adiksi merupakan suatu kondisi ketergantungan fisik dan mental terhadap hal-hal tertentu yang menimbulkan perubahan perilaku bagi orang yang mengalaminya. Dalam kasus ini yang menjadi obyek ketergantungannya adalah gadget, sehingga seorang anak bisa dalam kondisi tidak bisa lepas dari gadget.

Kondisi adiksi ini, dilanjutkan Nena, bisa memberikan dampak pada kesehatan dan bisa memengaruhi pertumbuhannya. “Kondisi ini biasanya ditandai dengan perasaan gelisah atau menjadi rewel saat tidak diberi gadget, sulit fokus, hingga muncul beberapa gejala atau masalah kesehatan,” lanjutnya. 

Selain itu, adiksi ini juga membawa dampak pada kesehatan fisik dan psikis seorang anak. Untuk masalah tisik, anak yang adiksi gatget cenderung mengalami kondisi kesehatan yang buruk, seperti gangguan pada mata, gangguan sistem.motorik gerak hingga obesitas. Hal ini karena seorang anak hanya fokus bermain gadget saja tanpa melakukan aktiivitas lain.

Sementara untuk kesehatan psikis, seorang anak dengan adiksi gadget cenderung membuat kondisi mental seorang anak terganggu, adapun gangguan yang dialaminya antar lain, risiko depresi, gangguan kecemasan, sulit fokus, kepribadian bipolar, psikosis, dan perilaku bermasalah lainnya. 

Hal ini juga bisa memicu sifat agresif anak, kecanduan gadget juga bisa membuat anak kesulitan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan meningkatkan risiko perasaan kesepian. “Karena itu, kami berharap orang tua bisa menerapkan batasan sehingga risiko kecanduan gadget pada anak bisa dihindari,” tambahnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS- Masa pandemi yang sudah berlangsung hampir satu setengah tahun ini tidak saja membawa dampak pada gaya hidup orang dewasa, namun juga membawa dampak pada kesehatan mental anak. Salah satunya adalah banyaknya kasus adiksi gadget yang dikeluhkan orang tua. Apa sebanarnya adiksi gadget dan seberapa bahaya kondisi ini?

Psikolog Anak dan Remaja di Kota Denpasar, Nena Mawar Sari, S.Psi, mengatakan selama pandemi berlangsung, kasus adiksi gadget yang ditanganinya mengalmi peningkatan hampir 100 persen. “Selama satu setengah tahun pandemi, hampir 98 persen orang tua yang datang ke klinik psikiater mengeluhkan anaknya mengalami kondisi adiksi gadget,” jelasnya.

Apa itu adiksi gadget? dijelaskan Nena, adiksi merupakan suatu kondisi ketergantungan fisik dan mental terhadap hal-hal tertentu yang menimbulkan perubahan perilaku bagi orang yang mengalaminya. Dalam kasus ini yang menjadi obyek ketergantungannya adalah gadget, sehingga seorang anak bisa dalam kondisi tidak bisa lepas dari gadget.

Kondisi adiksi ini, dilanjutkan Nena, bisa memberikan dampak pada kesehatan dan bisa memengaruhi pertumbuhannya. “Kondisi ini biasanya ditandai dengan perasaan gelisah atau menjadi rewel saat tidak diberi gadget, sulit fokus, hingga muncul beberapa gejala atau masalah kesehatan,” lanjutnya. 

Selain itu, adiksi ini juga membawa dampak pada kesehatan fisik dan psikis seorang anak. Untuk masalah tisik, anak yang adiksi gatget cenderung mengalami kondisi kesehatan yang buruk, seperti gangguan pada mata, gangguan sistem.motorik gerak hingga obesitas. Hal ini karena seorang anak hanya fokus bermain gadget saja tanpa melakukan aktiivitas lain.

Sementara untuk kesehatan psikis, seorang anak dengan adiksi gadget cenderung membuat kondisi mental seorang anak terganggu, adapun gangguan yang dialaminya antar lain, risiko depresi, gangguan kecemasan, sulit fokus, kepribadian bipolar, psikosis, dan perilaku bermasalah lainnya. 

Hal ini juga bisa memicu sifat agresif anak, kecanduan gadget juga bisa membuat anak kesulitan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan meningkatkan risiko perasaan kesepian. “Karena itu, kami berharap orang tua bisa menerapkan batasan sehingga risiko kecanduan gadget pada anak bisa dihindari,” tambahnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/