alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Diduga Akibat Dupa, Bale Daja Terbakar

GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebuah rumah Bale Daje milik I Wayan Rangi di Banjar Tumbakasa, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, dilalap si jago merah, Sabtu (10/7). Akibat peristiwa tersebut korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp 150 Juta. 

Informasi di lapangan menyebutkan jika peristiwa itu terjadi saat anak korban yang sedang buang air besar tak menyadari jika bangunan Bale Daja rumahnya sudah terbakar. Selanjutnya anak korban meminta tolong kepada warga setempat, namun api sudah terlanjur membesar. Sedangkan saat itu korban sedang menanam padi di sawah.

Kapolsek Tegallalang AKP I Ketut Sudita yang dikonfirmasi terpisah, Minggu (11/7) membenarkan perihal peristiwa tersebut. Dirinya mengatakan bahwa setelah menerima laporan, Bhabinkamtibmas Desa Sebatu Aiptu Wayan Jana bersama 6 anggota Polsek Tegallalang dan Babinsa Desa Sebatu Gusti Ngurah Arbajaya dipimpin Pawas Ipda I Ketut Gandra sudah mendatangi TKP. “Adapun yang terbakar adalah Bale Daja ukuran 6 x 5 meter,” ujarnya.

Ditambahkannya jika menurut keterangan korban, saat kejadian itu dirinya sedang menanam padi di sawah, sedangkan istrinya pergi ke Banjar Sengkaduan. Dan hanya ada anaknya dirumah. Namun sebelum sang istri meninggalkan rumah, ternyata istrinya sempat mebanten di Bale Daje tersebut. “Jadi diduga api berasal dari dupa yang digunakam mebanten oleh istri korban,” sebutnya.

Akibat peristiwa tersebut korban diprediksi mengalami kerugian mencapai Rp 150 Juta. “Korban tidak melaporkan peristiwa tersebut dan menganggapnya sebagai musibah,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebuah rumah Bale Daje milik I Wayan Rangi di Banjar Tumbakasa, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, dilalap si jago merah, Sabtu (10/7). Akibat peristiwa tersebut korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp 150 Juta. 

Informasi di lapangan menyebutkan jika peristiwa itu terjadi saat anak korban yang sedang buang air besar tak menyadari jika bangunan Bale Daja rumahnya sudah terbakar. Selanjutnya anak korban meminta tolong kepada warga setempat, namun api sudah terlanjur membesar. Sedangkan saat itu korban sedang menanam padi di sawah.

Kapolsek Tegallalang AKP I Ketut Sudita yang dikonfirmasi terpisah, Minggu (11/7) membenarkan perihal peristiwa tersebut. Dirinya mengatakan bahwa setelah menerima laporan, Bhabinkamtibmas Desa Sebatu Aiptu Wayan Jana bersama 6 anggota Polsek Tegallalang dan Babinsa Desa Sebatu Gusti Ngurah Arbajaya dipimpin Pawas Ipda I Ketut Gandra sudah mendatangi TKP. “Adapun yang terbakar adalah Bale Daja ukuran 6 x 5 meter,” ujarnya.

Ditambahkannya jika menurut keterangan korban, saat kejadian itu dirinya sedang menanam padi di sawah, sedangkan istrinya pergi ke Banjar Sengkaduan. Dan hanya ada anaknya dirumah. Namun sebelum sang istri meninggalkan rumah, ternyata istrinya sempat mebanten di Bale Daje tersebut. “Jadi diduga api berasal dari dupa yang digunakam mebanten oleh istri korban,” sebutnya.

Akibat peristiwa tersebut korban diprediksi mengalami kerugian mencapai Rp 150 Juta. “Korban tidak melaporkan peristiwa tersebut dan menganggapnya sebagai musibah,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/