alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Pengaplikasian Media pada Pembelajaran Jarak Jauh

DENPASAR, BALI EXPRESS- Pendidikan menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran secara sadar dan terencana. Tujuannya agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya dan memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kebijaksanaan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya dalam berbangsa dan bernegara. Maka dalam pandemi Covid 19 ini, pengaplikasian media sangat berpengaruh pada pembelajaran jarak jauh.

 Sebab hal itu bagian yang dapat dihubungkan dengan usaha pendidikan. Yaitu pendidikan sebagai sebuah proses, orang dewasa selaku pendidik, anak-anak selaku manusia yang belum dewasa dan tujuan pendidikan.  Hal itu diungkapkan oleh Ni Putu Novi Ekawati, M.Pd, yang merupakan guru di SD Negeri 1 Kuwum,  Kecamatan Marga, Tabanan, Minggu (11/7).  “Pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19 maka proses belajar dilaksanakan di rumah melalui pembelajaran daring atau jarak jauh. Dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar bermakna bagi siswa,” paparnya.

Disebutkan, pembelajaran jarak jauh ini mengharuskan pendidik untuk selalu mengikuti laju perkembangan baru di bidang pendidikan dan menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Maka tugas pendidik semakin kompleks dan menantang.  Sehingga pendidik dituntut untuk meningkatkan kemampuannya agar dapat membelajarkan siswa dengan model belajar sesuai dengan keadaan saat ini sehingga tujuan pembelajaran pun dapat tercapai.

 Pembelajaran yang paling sederhana dapat dilakukan guru menggunakan media pada pembelajaran jarak jauh salah satunya memanfaatkan aplikasi WhatsApp. “Mudah untuk digunakan bagi pembelajaran daring pemula, karena sangat simpel dan mudah di akses oleh anak didik. Sedangkan bagi yang mengajar online banyak aplikasi pembelajaran daring. Mengingat keterbatasan infrastruktur perangkat, seperti jaringan sangat efektif guru menggunakan Zoom Meeting, e- learning dan lain sebagainya,” imbuh Novi.

 Sehingga model pembelajaran berbasis media di situasi pandemi saat ini sangat efektif. Baik sesuai dengan cara dan gaya belajar mereka untuk mencapai tujuan dari proses pembelajaran secara optimal. Namun guru dalam memilih model pembelajaran juga harus memperhatikan kondisi anak didik, sifat, materi ajar, fasilitas, media yang tersedia dan kondisi guru itu sendiri.

 “Ada beberapa model pembelajaran untuk dipilih dan dijadikan alternatif semoga cocok untuk situasi dan kondisi sekarang. Yaitu model daring, ini membuat anak didik untuk bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di rumah dengan baik. Seperti membuat konten dengan memanfaatkan barang-barang disekitar rumah maupun mengerjakan seluruh kegiatan belajar melalui sistem online,” ujarnya.

 

Kedua disebutkan model luring, yakni model pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan, artinya pembelajaran dilakukan dengan cara tatap muka, yang harus memperhatikan zonasi dan protokol kesehatan yang berlaku. Model pembelajaran ini cocok untuk anak didik yang berada di wilayah zona kuning atau hijau dengan mengutamakan protokol ketat new normal.

 Kemudian model E- Learning /Daring, yaitu model real time dapat dilaksanakan dengan model classroom, video,audio dan Zoom meeting, Google Meet, dan lain sebagainya. Selanjutnya model Blended Learning, adalah model yang menggunakan dua pendekatan sekaligus, dengan menggunakan sistem daring sekaligus tatap muka melalui video conference. Meskipun anak didik dan guru melakukan pembelajaran dari jarak jauh, keduanya masih bisa berinteraksi satu sama lain.

 “Selain itu ada juga  model Live Event Self paced, yaitu mengkombinasikan dengan pembelajaran mandiri (self- paced learning) yang memungkinkan peserta didik belajar kapan saja, dimana saja secara online. Model Support Material, mengkombinasikan kolaborasi, baik kolaborasi pendidik-peserta didik maupun kolaborasi antar peserta didik. Serta model Collaboration Collaboration, yakni pendidik harus mampu meramu kombinasi jenis asesmen online dan offline baik yang bersifat tes maupun non-tes (proyek kelas),” tandas Novi.

 


DENPASAR, BALI EXPRESS- Pendidikan menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran secara sadar dan terencana. Tujuannya agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya dan memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kebijaksanaan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya dalam berbangsa dan bernegara. Maka dalam pandemi Covid 19 ini, pengaplikasian media sangat berpengaruh pada pembelajaran jarak jauh.

 Sebab hal itu bagian yang dapat dihubungkan dengan usaha pendidikan. Yaitu pendidikan sebagai sebuah proses, orang dewasa selaku pendidik, anak-anak selaku manusia yang belum dewasa dan tujuan pendidikan.  Hal itu diungkapkan oleh Ni Putu Novi Ekawati, M.Pd, yang merupakan guru di SD Negeri 1 Kuwum,  Kecamatan Marga, Tabanan, Minggu (11/7).  “Pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19 maka proses belajar dilaksanakan di rumah melalui pembelajaran daring atau jarak jauh. Dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar bermakna bagi siswa,” paparnya.

Disebutkan, pembelajaran jarak jauh ini mengharuskan pendidik untuk selalu mengikuti laju perkembangan baru di bidang pendidikan dan menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Maka tugas pendidik semakin kompleks dan menantang.  Sehingga pendidik dituntut untuk meningkatkan kemampuannya agar dapat membelajarkan siswa dengan model belajar sesuai dengan keadaan saat ini sehingga tujuan pembelajaran pun dapat tercapai.

 Pembelajaran yang paling sederhana dapat dilakukan guru menggunakan media pada pembelajaran jarak jauh salah satunya memanfaatkan aplikasi WhatsApp. “Mudah untuk digunakan bagi pembelajaran daring pemula, karena sangat simpel dan mudah di akses oleh anak didik. Sedangkan bagi yang mengajar online banyak aplikasi pembelajaran daring. Mengingat keterbatasan infrastruktur perangkat, seperti jaringan sangat efektif guru menggunakan Zoom Meeting, e- learning dan lain sebagainya,” imbuh Novi.

 Sehingga model pembelajaran berbasis media di situasi pandemi saat ini sangat efektif. Baik sesuai dengan cara dan gaya belajar mereka untuk mencapai tujuan dari proses pembelajaran secara optimal. Namun guru dalam memilih model pembelajaran juga harus memperhatikan kondisi anak didik, sifat, materi ajar, fasilitas, media yang tersedia dan kondisi guru itu sendiri.

 “Ada beberapa model pembelajaran untuk dipilih dan dijadikan alternatif semoga cocok untuk situasi dan kondisi sekarang. Yaitu model daring, ini membuat anak didik untuk bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di rumah dengan baik. Seperti membuat konten dengan memanfaatkan barang-barang disekitar rumah maupun mengerjakan seluruh kegiatan belajar melalui sistem online,” ujarnya.

 

Kedua disebutkan model luring, yakni model pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan, artinya pembelajaran dilakukan dengan cara tatap muka, yang harus memperhatikan zonasi dan protokol kesehatan yang berlaku. Model pembelajaran ini cocok untuk anak didik yang berada di wilayah zona kuning atau hijau dengan mengutamakan protokol ketat new normal.

 Kemudian model E- Learning /Daring, yaitu model real time dapat dilaksanakan dengan model classroom, video,audio dan Zoom meeting, Google Meet, dan lain sebagainya. Selanjutnya model Blended Learning, adalah model yang menggunakan dua pendekatan sekaligus, dengan menggunakan sistem daring sekaligus tatap muka melalui video conference. Meskipun anak didik dan guru melakukan pembelajaran dari jarak jauh, keduanya masih bisa berinteraksi satu sama lain.

 “Selain itu ada juga  model Live Event Self paced, yaitu mengkombinasikan dengan pembelajaran mandiri (self- paced learning) yang memungkinkan peserta didik belajar kapan saja, dimana saja secara online. Model Support Material, mengkombinasikan kolaborasi, baik kolaborasi pendidik-peserta didik maupun kolaborasi antar peserta didik. Serta model Collaboration Collaboration, yakni pendidik harus mampu meramu kombinasi jenis asesmen online dan offline baik yang bersifat tes maupun non-tes (proyek kelas),” tandas Novi.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/