alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Kejari Badung Tahan Tersangka Pembuat KUR Fiktif Rugikan Negara 1,7 Miliar

BADUNG, BALI EXPRESS-Penyidik Kejari Badung, Senin (11/7) kembali memeriksa tersangka NAWP dalam kasus korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada bank BUMN di Badung. Usai pemeriksaan tersangka yang didampingi penasihat hukumnya, tim penyidik dengan berbagai pertimbangan akhirnya menahan tersangka.

 

Penahanan dilakukan  selama 20 hari kedepan mulai tanggal 11 Juli 2022 hingga 30 Juli 2022.“Kejaksaan Negeri Badung telah melakukan penyidikan selama kurang lebih 5 bulan terhadap dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada salah satu bank BUMN di Kabupaten Badung,”ujar Kepala Kejari Badung, Imran Yusuf dalam keterangan persnya.

 

Adapun penyidikan terhadap kasus ini telah dilaksanakan sejak awal tahun 2022 hingga Senin tanggal 13 Juni 2022, NAWP ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Tunggu Kejelasan Pemprov Bali Terkait IMB Bali Hyatt

 

NAWP sendiri diduga telah melakukan tindak pidana selama  menjabat sebagai Petugas Kredit Bank sejak tahun 2015. Selama tahap penyidikan hingga ditetapkan tersangka terhadap kasus ini, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan serta telah mengumpulkan bukti-bukti untuk membuat terang terhadap tindak pidana yang telah terjadi.

 

Berdasar pada hasil penyidikan terdapat dugaan sementara kerugian keuangan negara sesuai hasil audit dari tim audit internal kurang lebih sebesar Rp 1.761.178.577,00 (satu milyar tujuh ratus enam puluh satu juta serratus tujuh puluh delapan ribu lima ratus tujuh puluh tujuh rupiah).

 

Dari hasil penyidikan diketahui  modus operandi tersangka dalam mengeruk uang negara. Pertama melakukan Kredit Fiktif dengan memalsukan dokumen baik KTP dan Surat Keterangan Tempat Usaha (SKTU) sebagai syarat pengajuan KUR Mikro terhadap 99 (sembilan puluh sembilan) debitur dengan sisa baki debet posisi per-tanggal 31 Maret sebesar Rp 1.753.992.867,00 (satu milyar tujuh ratus lima puluh tiga juta sembilan ratus sembilan puluh dua ribu delapan ratus enam puluh tujuh rupiah).

Baca Juga :  Balai Arkeologi Bali Cek Temuan Benda Purbakala di Desa Belimbing

 

Kedua melakukan Kredit Topengan terhadap 1 (satu) debitur Kupedes Rakyat dengan sisa baki debet per-31 Maret 2022 sebesar Rp 7.185.710,00 (tujuh juta seratus delapan puluh lima ribu tujuh ratus sepuluh rupiah). “Selanjutnya penuntut umum akan segera menyidangkan tersangka di Pengadilan Tipikor Denpasar,”pungkas Kajari Imran Yusuf.






Reporter: Suharnanto

BADUNG, BALI EXPRESS-Penyidik Kejari Badung, Senin (11/7) kembali memeriksa tersangka NAWP dalam kasus korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada bank BUMN di Badung. Usai pemeriksaan tersangka yang didampingi penasihat hukumnya, tim penyidik dengan berbagai pertimbangan akhirnya menahan tersangka.

 

Penahanan dilakukan  selama 20 hari kedepan mulai tanggal 11 Juli 2022 hingga 30 Juli 2022.“Kejaksaan Negeri Badung telah melakukan penyidikan selama kurang lebih 5 bulan terhadap dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada salah satu bank BUMN di Kabupaten Badung,”ujar Kepala Kejari Badung, Imran Yusuf dalam keterangan persnya.

 

Adapun penyidikan terhadap kasus ini telah dilaksanakan sejak awal tahun 2022 hingga Senin tanggal 13 Juni 2022, NAWP ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga :  Kejari Badung Tetapkan Tersangka Korupsi KUR Fiktif Rp 1,7 Miliar

 

NAWP sendiri diduga telah melakukan tindak pidana selama  menjabat sebagai Petugas Kredit Bank sejak tahun 2015. Selama tahap penyidikan hingga ditetapkan tersangka terhadap kasus ini, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan serta telah mengumpulkan bukti-bukti untuk membuat terang terhadap tindak pidana yang telah terjadi.

 

Berdasar pada hasil penyidikan terdapat dugaan sementara kerugian keuangan negara sesuai hasil audit dari tim audit internal kurang lebih sebesar Rp 1.761.178.577,00 (satu milyar tujuh ratus enam puluh satu juta serratus tujuh puluh delapan ribu lima ratus tujuh puluh tujuh rupiah).

 

Dari hasil penyidikan diketahui  modus operandi tersangka dalam mengeruk uang negara. Pertama melakukan Kredit Fiktif dengan memalsukan dokumen baik KTP dan Surat Keterangan Tempat Usaha (SKTU) sebagai syarat pengajuan KUR Mikro terhadap 99 (sembilan puluh sembilan) debitur dengan sisa baki debet posisi per-tanggal 31 Maret sebesar Rp 1.753.992.867,00 (satu milyar tujuh ratus lima puluh tiga juta sembilan ratus sembilan puluh dua ribu delapan ratus enam puluh tujuh rupiah).

Baca Juga :  Kejari Badung Gas Penyidikan Kasus Korupsi Mantri Bank

 

Kedua melakukan Kredit Topengan terhadap 1 (satu) debitur Kupedes Rakyat dengan sisa baki debet per-31 Maret 2022 sebesar Rp 7.185.710,00 (tujuh juta seratus delapan puluh lima ribu tujuh ratus sepuluh rupiah). “Selanjutnya penuntut umum akan segera menyidangkan tersangka di Pengadilan Tipikor Denpasar,”pungkas Kajari Imran Yusuf.






Reporter: Suharnanto

Most Read

Artikel Terbaru

/