alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Warga LDII Tabanan Ngejot Gulai Kambing ke Rumah Umat Hindu

TABANAN, BALI EXPRESS – Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tabanan, Bali terus menjaga tali persaudaraan dengan umat Hindu dengan cara menjaga tradisi ngejot atau berbagi saat Idul Adha.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, warga LDII Tabanan juga ngejot ke rumah umat Hindu yang ada di sekitar Gedung Sekretariat LDII Tabanan, di Banjar Malkangin. Selain itu, warga LDII juga ngejot di lingkungan rumah masing-masing.

Daging yang dibagikan ada yang sudah masak berupa gulai kambing maupun daging mentah. “Program LDII ngejot ini merupakan praktik kami menjaga rasa persaudaraan atau dalam bahasa Balinya manyama braya,” ujar Imam Kambali, Wakil Ketua DPD LDII Tabanan, Minggu (10/7).

Dijelaskan lebih lanjut, selain ngejot ke rumah umat Hindu, warga LDII Tabanan juga ngejot ke rumah sesama umat Islam dan warga umat lain. “Alhamdulillah, kali ini kami bisa memotong 6 ekor sapi dan 13 ekor kambing. Semua hewan kurban kami sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan untuk menghindari PMK,” jelasnya.

Baca Juga :  Culik Bocah 9 Tahun di Jimbaran, Lalu Dibawa ke Rumah Kosong

Apa yang dilakukan warga LDII Tabanan ini juga merupakan tindaklanjut dari instruksi DPP LDII. Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, mengatakan inflasi mulai dirasakan masyarakat karena melambungnya harga kebutuhan pokok, umat Islam harus tanggap terhadap masalah sosial tersebut.

Menurutnya, permasalahan sosial itu dapat diatasi apabila bangsa Indonesia memiliki dua tipe sikap luhur, berupa kesalehan individu dan sosial. Kesalehan dibentuk oleh rasa takwa.

“Ketakwaan itu dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dengan tulus ikhlas melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS,” ujarnya.

Pengorbanan Nabi Ibrahim itu, kemudian diperingati oleh umat Islam dengan menyembelih kurban pada Idul Adha.

KH Chriswanto mengutip hadits dari Imam Bukhari, bahwa kurban merupakan ibadah yang paling disenangi oleh Allah pada 10 Dzulhijah – mengalahkan pahala orang yang berkorban harta, benda, dan nyawa sebagai martir yang sahid di medan perang.

Baca Juga :  Tak Kuat Nanjak, Truk Ngatrek Lindas Pengendara Motor di Sayan

Sementara dalam sisi lain, kurban juga membawa berkah dalam kehidupan sosial. Para peternak memanen rezeki dan warga yang kesulitan akibat harga kebutuhan pokok yang melonjak. Ekonomi pun bergerak. Berkah kurban dari sisi individu dan sosial yang luar biasa itu, jangan sampai terhalang oleh wabah virus Penyakit, Mulut, dan Kuku (PMK).

Ia menambahkan, keberkahan kurban tersebut bisa dilaksanakan oleh semua orang. Salah satunya dengan menabung, agar pada Idul Adha tahun depan, keluarga bisa membeli seekor kambing ataupun sapi.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

TABANAN, BALI EXPRESS – Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tabanan, Bali terus menjaga tali persaudaraan dengan umat Hindu dengan cara menjaga tradisi ngejot atau berbagi saat Idul Adha.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, warga LDII Tabanan juga ngejot ke rumah umat Hindu yang ada di sekitar Gedung Sekretariat LDII Tabanan, di Banjar Malkangin. Selain itu, warga LDII juga ngejot di lingkungan rumah masing-masing.

Daging yang dibagikan ada yang sudah masak berupa gulai kambing maupun daging mentah. “Program LDII ngejot ini merupakan praktik kami menjaga rasa persaudaraan atau dalam bahasa Balinya manyama braya,” ujar Imam Kambali, Wakil Ketua DPD LDII Tabanan, Minggu (10/7).

Dijelaskan lebih lanjut, selain ngejot ke rumah umat Hindu, warga LDII Tabanan juga ngejot ke rumah sesama umat Islam dan warga umat lain. “Alhamdulillah, kali ini kami bisa memotong 6 ekor sapi dan 13 ekor kambing. Semua hewan kurban kami sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan untuk menghindari PMK,” jelasnya.

Baca Juga :  Jembatan Mangkrak Kedui-Metra akan DIlanjutkan 2020

Apa yang dilakukan warga LDII Tabanan ini juga merupakan tindaklanjut dari instruksi DPP LDII. Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, mengatakan inflasi mulai dirasakan masyarakat karena melambungnya harga kebutuhan pokok, umat Islam harus tanggap terhadap masalah sosial tersebut.

Menurutnya, permasalahan sosial itu dapat diatasi apabila bangsa Indonesia memiliki dua tipe sikap luhur, berupa kesalehan individu dan sosial. Kesalehan dibentuk oleh rasa takwa.

“Ketakwaan itu dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dengan tulus ikhlas melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS,” ujarnya.

Pengorbanan Nabi Ibrahim itu, kemudian diperingati oleh umat Islam dengan menyembelih kurban pada Idul Adha.

KH Chriswanto mengutip hadits dari Imam Bukhari, bahwa kurban merupakan ibadah yang paling disenangi oleh Allah pada 10 Dzulhijah – mengalahkan pahala orang yang berkorban harta, benda, dan nyawa sebagai martir yang sahid di medan perang.

Baca Juga :  Orang Tua PMI Minta Perlindungan, Habiskan Rp 70 Juta untuk Bekerja ke Turki

Sementara dalam sisi lain, kurban juga membawa berkah dalam kehidupan sosial. Para peternak memanen rezeki dan warga yang kesulitan akibat harga kebutuhan pokok yang melonjak. Ekonomi pun bergerak. Berkah kurban dari sisi individu dan sosial yang luar biasa itu, jangan sampai terhalang oleh wabah virus Penyakit, Mulut, dan Kuku (PMK).

Ia menambahkan, keberkahan kurban tersebut bisa dilaksanakan oleh semua orang. Salah satunya dengan menabung, agar pada Idul Adha tahun depan, keluarga bisa membeli seekor kambing ataupun sapi.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/