alexametrics
30.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Olah Sampah Organik, DLHK Denpasar Hasilkan 15 Ton Kompos Per Bulan

DENPASAR, BALI EXPRESS ­-  Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R) di Kota Denpasar sukses mengurangi distribusi sampah menuju tempat pembuangan akhir (TPA). Program pengolahan sampah terpadu berbasis desa/kelurahan di Kota Denpasar mulai membuahkan hasil. Hal ini dikarenakan adanya pemilahan sampah yang terpadu dari hulu atau sumber sampah. Hingga saat ini, TPS3R yang terdapat di tiga lokasi, yakni di Desa Kesiman Kertalangu, Jalan Bung Tomo dan TPA Suwung telah sukses memproduksi pupuk kompos sebanyak 15 ton setiap bulanya.

Plt. Kadis DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa, Jumat (11/9) siang, menjelaskan, pupuk sebanyak 15 ton yang dihasilkan setiap bulannya berasal dari pengolahan sampah organik yang dikelola oleh DLHK Kota Denpasar. “Setiap bulannya kami mampu memproduksi pupuk kompos dari sampah organik sebanyak 15 ton. Jumlah tersebut belum termasuk sampah non-organik yang ditangani dan diolah oleh bank sampah di Kota Denpasar,” ujarnya.

Gustra – sapaan akrabnya — menambahkan, hasil produksi pupuk kompos ini sudah siap didistribusikan. Adapun yang menjadi sasaran distribusi yakni desa/kelurahan, yayasan, sekolah serta komunitas-komunitas yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan. Selain itu, taman media pinggir jalan juga menjadi target utama pemupukan kompos ini. “Pada masa pandemi Covid-19 ini, banyak masyarakat yang menekuni hoby bertani untuk menciptakan ketahanan pangan. Jadi bagi yang memerlukan, bisa mengajukan permohonan melalui DLHK Kota Denpasar,” ajaknya.

Dalam upaya menciptakan Denpasar yang bersih, indah dan asri memerlukan sinergitas bersama, baik dari masyarakat, yayasan, dan kelompok swakelola sampah. Di Kota Denpasar terdapat 220 bank sampah yang tersebar di 4 kecamatan. Tentu ini sangat produktif dalam mensukseskan pengolahan sampah. “Hal ini perlu dukungan masyarakat untuk memilah sampah sebelum diangkut oleh swakelola sampah. Kerjasama ini sangat penting, sehingga diharapkan sampah harian Kota Denpasar yang mencapai 900 ton, dapat dikurangi pergerakannya menuju TPA,” jelasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS ­-  Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R) di Kota Denpasar sukses mengurangi distribusi sampah menuju tempat pembuangan akhir (TPA). Program pengolahan sampah terpadu berbasis desa/kelurahan di Kota Denpasar mulai membuahkan hasil. Hal ini dikarenakan adanya pemilahan sampah yang terpadu dari hulu atau sumber sampah. Hingga saat ini, TPS3R yang terdapat di tiga lokasi, yakni di Desa Kesiman Kertalangu, Jalan Bung Tomo dan TPA Suwung telah sukses memproduksi pupuk kompos sebanyak 15 ton setiap bulanya.

Plt. Kadis DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa, Jumat (11/9) siang, menjelaskan, pupuk sebanyak 15 ton yang dihasilkan setiap bulannya berasal dari pengolahan sampah organik yang dikelola oleh DLHK Kota Denpasar. “Setiap bulannya kami mampu memproduksi pupuk kompos dari sampah organik sebanyak 15 ton. Jumlah tersebut belum termasuk sampah non-organik yang ditangani dan diolah oleh bank sampah di Kota Denpasar,” ujarnya.

Gustra – sapaan akrabnya — menambahkan, hasil produksi pupuk kompos ini sudah siap didistribusikan. Adapun yang menjadi sasaran distribusi yakni desa/kelurahan, yayasan, sekolah serta komunitas-komunitas yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan. Selain itu, taman media pinggir jalan juga menjadi target utama pemupukan kompos ini. “Pada masa pandemi Covid-19 ini, banyak masyarakat yang menekuni hoby bertani untuk menciptakan ketahanan pangan. Jadi bagi yang memerlukan, bisa mengajukan permohonan melalui DLHK Kota Denpasar,” ajaknya.

Dalam upaya menciptakan Denpasar yang bersih, indah dan asri memerlukan sinergitas bersama, baik dari masyarakat, yayasan, dan kelompok swakelola sampah. Di Kota Denpasar terdapat 220 bank sampah yang tersebar di 4 kecamatan. Tentu ini sangat produktif dalam mensukseskan pengolahan sampah. “Hal ini perlu dukungan masyarakat untuk memilah sampah sebelum diangkut oleh swakelola sampah. Kerjasama ini sangat penting, sehingga diharapkan sampah harian Kota Denpasar yang mencapai 900 ton, dapat dikurangi pergerakannya menuju TPA,” jelasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/