alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Pastikan Kesehatan Daging, Distan Sarankan Pemotongan di RPH

DENPASAR, BALI EXPRESS ­– Umat Hindu di Bali sudah mulai bersiap-siap menyambut perayaan hari raya Galungan, termasuk mempersiapkan daging. Seperti biasa, umat Hindu di Bali akan melaksanakan tradisi “nampah” atau memotong hewan yang dilakukan pada hari Penampahan atau sehari sebelum hari raya Galungan. Namun di tengah pandemi saat ini, membuat sebagian umat khawatir terhadap kesehatan hewan dan higenitas daging yang dipotong. Namun, pandemi Covid-19 yang saat ini sedang mewabah, menjadikan pelaksanaan tradisi nampah wajib menerapkan protokol kesehatan.

Untuk itu, Dinas Pertanian Kota Denpasar mengajak masyarakat melaksanakan pengecekan kesehatan hewan dan daging secara mandiri. Selain itu, masyarakat juga menggunakan jasa RPH untuk pemotongan sehingga tidak perlu berkumpul, melainkan masyarakat sudah mendapatkan daging bersih yang siap diolah.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra saat diwawancarai, Jumat (11/9), meminta masyarakat agar memperhatikan kesehatan hewan sebelum disembelih. Hal ini dapat dilakukan dengan pengecekan hewan sebelum dan sesudah disembelih oleh dokter hewan berwenang. Selain itu, penerapan protokol kesehatan mulai dari cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak harus tetap dilaksanakan secara disiplin.

“Semua pihak agar meningkatkan koordinasi, informasi dan edukasi agar pengolahan daging dapat dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan sanitasi yang ada. Selain itu, konsumen juga diminta tidak mengkonsumsi daging mentah (belum dimasak), sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam mengkonsumsi daging. Terlebih lagi penerapan protokol kesehatan yang harus tetap disiplin,” jelasnya.

Ambara Putra menambahkan, menunjang kelancaran pemotongan hewan menjelang hari besar keagamaan, pengawasan dan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan yang akan disembelih senantiasa dilakukan. Sehingga hewan yang disembelih nantinya menghasilkan daging yang aman dan sehat untuk dikonsumsi. Hal ini dilakukan dengan pemeriksaan secara rutin terhadap hygin dan sanitasi, baik pemeriksaan hewan sebelum dipotong (antemortem) maupun pemeriksaan daging hasil pemotongan (postmortem). Hal ini untuk menjamin keamanan dan ketenteraman batin masyarakat dalam mengkonsumsi pangan asal hewan (PAH), khususnya daging babi yang sehat, aman dan utuh. “Jadi bagi masyarakat, sekaa atau komunitas yang hendak memotong babi, kami sarankan ke RPH. Hal ini semata-mata untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di masyarakat, mengingat saat ini penyebaran Covid-19 kembali mengalami peningkatan,” ungkapnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS ­– Umat Hindu di Bali sudah mulai bersiap-siap menyambut perayaan hari raya Galungan, termasuk mempersiapkan daging. Seperti biasa, umat Hindu di Bali akan melaksanakan tradisi “nampah” atau memotong hewan yang dilakukan pada hari Penampahan atau sehari sebelum hari raya Galungan. Namun di tengah pandemi saat ini, membuat sebagian umat khawatir terhadap kesehatan hewan dan higenitas daging yang dipotong. Namun, pandemi Covid-19 yang saat ini sedang mewabah, menjadikan pelaksanaan tradisi nampah wajib menerapkan protokol kesehatan.

Untuk itu, Dinas Pertanian Kota Denpasar mengajak masyarakat melaksanakan pengecekan kesehatan hewan dan daging secara mandiri. Selain itu, masyarakat juga menggunakan jasa RPH untuk pemotongan sehingga tidak perlu berkumpul, melainkan masyarakat sudah mendapatkan daging bersih yang siap diolah.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra saat diwawancarai, Jumat (11/9), meminta masyarakat agar memperhatikan kesehatan hewan sebelum disembelih. Hal ini dapat dilakukan dengan pengecekan hewan sebelum dan sesudah disembelih oleh dokter hewan berwenang. Selain itu, penerapan protokol kesehatan mulai dari cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak harus tetap dilaksanakan secara disiplin.

“Semua pihak agar meningkatkan koordinasi, informasi dan edukasi agar pengolahan daging dapat dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan sanitasi yang ada. Selain itu, konsumen juga diminta tidak mengkonsumsi daging mentah (belum dimasak), sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam mengkonsumsi daging. Terlebih lagi penerapan protokol kesehatan yang harus tetap disiplin,” jelasnya.

Ambara Putra menambahkan, menunjang kelancaran pemotongan hewan menjelang hari besar keagamaan, pengawasan dan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan yang akan disembelih senantiasa dilakukan. Sehingga hewan yang disembelih nantinya menghasilkan daging yang aman dan sehat untuk dikonsumsi. Hal ini dilakukan dengan pemeriksaan secara rutin terhadap hygin dan sanitasi, baik pemeriksaan hewan sebelum dipotong (antemortem) maupun pemeriksaan daging hasil pemotongan (postmortem). Hal ini untuk menjamin keamanan dan ketenteraman batin masyarakat dalam mengkonsumsi pangan asal hewan (PAH), khususnya daging babi yang sehat, aman dan utuh. “Jadi bagi masyarakat, sekaa atau komunitas yang hendak memotong babi, kami sarankan ke RPH. Hal ini semata-mata untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di masyarakat, mengingat saat ini penyebaran Covid-19 kembali mengalami peningkatan,” ungkapnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/