alexametrics
24.8 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Kasus Penularan Covid-19 di Denpasar Stagnan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Meskipun secara Nasional Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut tren kasus covid-19 mengalami kenaikan di 43 Kabupaten/kota dari 128 Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Bali, namun untuk Kota Denpasar sendiri sejak Rabu lalu (10/11) mencatat kasus penularan covid-19 justru stagnan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, meskipun kasus penularan covid-19 di Kota Denpasar masih terjadi, namun angka penularannya masih relatif kecil. “Untuk kasus positifnya masih ada, yakni sebanyak tiga orang sejak Rabu lalu, kasus meninggal nihil dn kasus sembuh bertambah sebanyak lima orang,” Jelasnya Kamis sore (11/11).

Dari data tersebut, secara komulatif kasus positif covid-19 di Kota Denpasar tercatat 37.825 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 36.733 orang (97,11) persen), meninggal dunia sebanyak 999 orang (2,64 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 93 orang (0,25 persen).

Meskioun penularan kasus covid-19 tercatat mengalami penurunan atau bahkan melandai, namun Dewa Rai tetap menghimbau masyarakat untuk tidak abai dn tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. 

Selain itu, dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 2 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” lanjutnya. 

Untuk menurunkan penularan pada zona resiko tinggi, Dewa Rai mengatakan ada bebebrapa upaya yang dilakukan untuk meminimalkan penularan covid-19. Mulai dari menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun, ibu hamil dan disabilitas. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Meskipun secara Nasional Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut tren kasus covid-19 mengalami kenaikan di 43 Kabupaten/kota dari 128 Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Bali, namun untuk Kota Denpasar sendiri sejak Rabu lalu (10/11) mencatat kasus penularan covid-19 justru stagnan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, meskipun kasus penularan covid-19 di Kota Denpasar masih terjadi, namun angka penularannya masih relatif kecil. “Untuk kasus positifnya masih ada, yakni sebanyak tiga orang sejak Rabu lalu, kasus meninggal nihil dn kasus sembuh bertambah sebanyak lima orang,” Jelasnya Kamis sore (11/11).

Dari data tersebut, secara komulatif kasus positif covid-19 di Kota Denpasar tercatat 37.825 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 36.733 orang (97,11) persen), meninggal dunia sebanyak 999 orang (2,64 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 93 orang (0,25 persen).

Meskioun penularan kasus covid-19 tercatat mengalami penurunan atau bahkan melandai, namun Dewa Rai tetap menghimbau masyarakat untuk tidak abai dn tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. 

Selain itu, dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 2 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” lanjutnya. 

Untuk menurunkan penularan pada zona resiko tinggi, Dewa Rai mengatakan ada bebebrapa upaya yang dilakukan untuk meminimalkan penularan covid-19. Mulai dari menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun, ibu hamil dan disabilitas. 


Most Read

Artikel Terbaru

/