alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Berkas Lengkap, Kasus Ujaran Kebencian Perbekel Tamblang Dilimpahkan

SINGARAJA, BALI EXPRESS -Kasus ujaran kebencian di media sosial yang dilakukan Perbekel Desa Tamblang, Made Diarsa, 51, terhadap Jro Mangku Ketut Arsandia,33 memasuki babak baru. Setelah dinyatakan P21 (lengkap), kasus inipun dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, Kamis (10/12) lalu. 

KBO Reskrim Polrea Buleleng, Iptu Suseno mengungkapkan, pelimpahan kasus  dilakukan setelah jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Buleleng menyatakan berkas penanganan kasus tersebut lengkap. Kendati demikian, penahanan terhadap tersangka Perbekel Diarsa masih di Mapolres Buleleng. 

“Berkasnya dinyatakan lengkap. Untuk penahanan bagi tersangka yang dilimpahkan pada tahap kedua masih di Polres Buleleng,” ujar Iptu Suseno, Jumat (11/12).

Dikatakan Iptu Suseno, dengan pelimpahan tahap dua ini, maka tersangka Perbekel Diarsa akan segera menjalani proses persidangan atas kasus hukum yang menjeratnya.

Sementara itu, tersangka Diarsa mengaku, akan menjalani semua proses hukum yang menjeratnya. Menariknya, dirinya mengaku berterima kasih kepada pelapor karena telah diberikan ruang untuk belajar. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada warga Desa Tamblang, khususnya pelapor, saya diberikan ruang untuk belajar. Dua bulan saya menjalani proses, banyak hal yang saya pelajari. Semoga nanti ada hal positif yang bisa saya lakukan untuk mengabdi di Desa Tamblang,” pungkas tersangka Diarsa.

Sebelumnya, Perbekel Diarsa telah ditetapkan sebagai tersangka pada 13 Oktober 2020 lalu dalam kasus dugaan pencemaran nama baik melalui medsos pada akun Facebook. Diarsa dilaporkan oleh Pemangku Dadia Paibon Tangkas Kori Agung, Desa Tamblang, Jro Mangku Ketut Arsadia, karena dianggap telah menghina Jro Arsadia.

Upaya damai sejatinya sudah ditempuh, baik itu keluarga Perbekel atau pihak perangkat Desa Tamblang. Namun, Jro Arsadia justru tidak menggubris sama sekali permohonan maaf yang dilayangkan oleh Perbekel Diarsa. 

Bahkan, pasca ditetapkan sebagai tersangka, Perbekel Diarsa melaporkan balik Jro Arsadia atas dugaan pencemaran nama baik dan pengancaman melalui medsos pada Facebook. Jro Arsadia juga dilaporkan atas pelanggaran UU ITE. Hingga akhirnya, perseteruan ini pun dibawa ke ranah hukum.


SINGARAJA, BALI EXPRESS -Kasus ujaran kebencian di media sosial yang dilakukan Perbekel Desa Tamblang, Made Diarsa, 51, terhadap Jro Mangku Ketut Arsandia,33 memasuki babak baru. Setelah dinyatakan P21 (lengkap), kasus inipun dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, Kamis (10/12) lalu. 

KBO Reskrim Polrea Buleleng, Iptu Suseno mengungkapkan, pelimpahan kasus  dilakukan setelah jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Buleleng menyatakan berkas penanganan kasus tersebut lengkap. Kendati demikian, penahanan terhadap tersangka Perbekel Diarsa masih di Mapolres Buleleng. 

“Berkasnya dinyatakan lengkap. Untuk penahanan bagi tersangka yang dilimpahkan pada tahap kedua masih di Polres Buleleng,” ujar Iptu Suseno, Jumat (11/12).

Dikatakan Iptu Suseno, dengan pelimpahan tahap dua ini, maka tersangka Perbekel Diarsa akan segera menjalani proses persidangan atas kasus hukum yang menjeratnya.

Sementara itu, tersangka Diarsa mengaku, akan menjalani semua proses hukum yang menjeratnya. Menariknya, dirinya mengaku berterima kasih kepada pelapor karena telah diberikan ruang untuk belajar. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada warga Desa Tamblang, khususnya pelapor, saya diberikan ruang untuk belajar. Dua bulan saya menjalani proses, banyak hal yang saya pelajari. Semoga nanti ada hal positif yang bisa saya lakukan untuk mengabdi di Desa Tamblang,” pungkas tersangka Diarsa.

Sebelumnya, Perbekel Diarsa telah ditetapkan sebagai tersangka pada 13 Oktober 2020 lalu dalam kasus dugaan pencemaran nama baik melalui medsos pada akun Facebook. Diarsa dilaporkan oleh Pemangku Dadia Paibon Tangkas Kori Agung, Desa Tamblang, Jro Mangku Ketut Arsadia, karena dianggap telah menghina Jro Arsadia.

Upaya damai sejatinya sudah ditempuh, baik itu keluarga Perbekel atau pihak perangkat Desa Tamblang. Namun, Jro Arsadia justru tidak menggubris sama sekali permohonan maaf yang dilayangkan oleh Perbekel Diarsa. 

Bahkan, pasca ditetapkan sebagai tersangka, Perbekel Diarsa melaporkan balik Jro Arsadia atas dugaan pencemaran nama baik dan pengancaman melalui medsos pada Facebook. Jro Arsadia juga dilaporkan atas pelanggaran UU ITE. Hingga akhirnya, perseteruan ini pun dibawa ke ranah hukum.


Most Read

Artikel Terbaru

/