alexametrics
27.6 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Detektor Mesin PCR Tabanan Rusak, Pemeriksaan Sampel Dikurangi

TABANAN, BALI EXPRESS – Adanya bantuan mesin PCR (Polymerase Chain Reaction) di Laboratorium BRSU Tabanan selama ini membawa angin segar lantaran keberadaannya membuat hasil tes swab PCR bisa diketahui lebih cepat. Sayang mesin yang yang berkapasitas 94 sampel ini kini rusak.

Rusaknya mesin tersebut membuat pemeriksaan sampel hanya bisa dilakukan 60 sampel dalam 2 kali running. Padahal, sebelum mesin itu rusak, BRSU Tabanan memberlakukan 2 shift di Lab PCR, sehingga dalam sehari bisa menguji 248 sampel. 

Penanggung Jawab Lab PCR dan Mikrobiologi BRSU Tabanan dr. I Wayan Duta Krisna, tidak menampik jika mesin mengalami kerusakan. Bahkan, mesin rusak sejak sepekan. Kerusakan terjadi di bagian detektor sehingga tidak bisa digunakan. “Rencananya mesin akan diganti oleh BNPB pusat,” ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (10/12). 

Namun, kerusakan mesin PCR tidak membuat perubahan shift kerja. Hanya saja pemeriksaan sampel menjadi berkurang, yakni sebanyak 60 sampel dalam 2 kali running. “Shiftnya tetap, yang berkurang itu pemeriksaan sampel,” imbuhnya. Ia menyebutkan hingga November 2020 total sampel yang sudah diperiksa sebanyak 4.745 sampel. 

Rusaknya mesin PCR, diakuinya  membuat sampel tes swab ASN di lingkungan Pemkab Tabanan sedikit tersendat. Sampel tes swab 104 Kepala OPD dan sejumlah staf yang diambil Senin (7/12) pun belum bisa diketahui hasilnya. 

“Baru 25 orang yang hasilnya keluar dan hasilnya negatif. Sisanya kita menunggu sampel diperiksa di Labkesda dan RSBM di Denpasar,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Adanya bantuan mesin PCR (Polymerase Chain Reaction) di Laboratorium BRSU Tabanan selama ini membawa angin segar lantaran keberadaannya membuat hasil tes swab PCR bisa diketahui lebih cepat. Sayang mesin yang yang berkapasitas 94 sampel ini kini rusak.

Rusaknya mesin tersebut membuat pemeriksaan sampel hanya bisa dilakukan 60 sampel dalam 2 kali running. Padahal, sebelum mesin itu rusak, BRSU Tabanan memberlakukan 2 shift di Lab PCR, sehingga dalam sehari bisa menguji 248 sampel. 

Penanggung Jawab Lab PCR dan Mikrobiologi BRSU Tabanan dr. I Wayan Duta Krisna, tidak menampik jika mesin mengalami kerusakan. Bahkan, mesin rusak sejak sepekan. Kerusakan terjadi di bagian detektor sehingga tidak bisa digunakan. “Rencananya mesin akan diganti oleh BNPB pusat,” ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (10/12). 

Namun, kerusakan mesin PCR tidak membuat perubahan shift kerja. Hanya saja pemeriksaan sampel menjadi berkurang, yakni sebanyak 60 sampel dalam 2 kali running. “Shiftnya tetap, yang berkurang itu pemeriksaan sampel,” imbuhnya. Ia menyebutkan hingga November 2020 total sampel yang sudah diperiksa sebanyak 4.745 sampel. 

Rusaknya mesin PCR, diakuinya  membuat sampel tes swab ASN di lingkungan Pemkab Tabanan sedikit tersendat. Sampel tes swab 104 Kepala OPD dan sejumlah staf yang diambil Senin (7/12) pun belum bisa diketahui hasilnya. 

“Baru 25 orang yang hasilnya keluar dan hasilnya negatif. Sisanya kita menunggu sampel diperiksa di Labkesda dan RSBM di Denpasar,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika. 


Most Read

Artikel Terbaru

/