alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Dirjen Peradilan Umum MA Pantau Pelayanan PN Denpasar

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pengadilan Negeri (PN) Denpasar kedatangan Dirjen Peradilan Umum Mahkamah Agung (MA) RI, Prim Hariadi, Jumat (11/12). Kepada wartawan, Prim Hariadi mengatakan, dari pantauannya,  perkembangan PN Denpasar yang sekarang tengah dinilai tim penilai pusat cukup bagus. “Saya juga ke PT Denpasar, tapi masih ada perbaikan. Kalau PN Denpasar sudah banyak peningkatan,” kata Prim Hariadi.

Mantan KPN Denpasar itu menyebut, kendati sudah banyak peningkatan, akreditasi PN Denpasar masih B. Dengan adanya perbaikan, ke depan akreditasinya bisa meningkat menjadi A. Tentu, sambung Prim Hariadi, peningkatan akreditasi itu tergantung dari survei yang dilakukan, termasuk indeks kepuasan masyarakat dan indeks persepsi anti korupsinya. “Itu termasuk yang kami nilai. Kami juga lihat pendapat dari pengguna jasa PN Denpasar,” kata Prim Hariadi.

Dalam kesempatan di PN Denpasar itu, Prim Hariadi sempat mewawancarai masyarakat pengguna jasa. Warga itu menjelaskan, sudah tiga hari mengurus keperluan di PN Denpasar. Tentu keterangan itu mengejutkan. Pasalnya, pelayanan di PN Denpasar sudah lebih cepat, hanya beberapa jam saja. “Katanya baru hari ini dia sempat datang lagi. Sebetulnya kalau mau menunggu, hanya beberapa jam sudah selesai,” terang Prim Hariadi..

Diakui Prim Hariadi, selain pelayanannya bagus, PN Denpasar juga memanfaatkan teknologi informasi dengan memiliki aplikasi-aplikasi  seperti SIGAP. Aplikasi ini  berkaitan dengan instansi penegak hukum lainnya seperti kejaksaan dan kepolisian terkait permohonan perpanjangan penahanan, penggeledahan atau penyitaan. “Jadi kalau mengajukan permohonan tidak perlu datang ke sini. Semua  by online  karena sudah ada MoU terkait legalisasi,” ujar Prim Hariadi bangga.

“Dan karena pandemi, penilaian sekarang ini dilakukan tim assessment pusat  secara online. Dari hasil survei kepuasan masyarakat akan turut menentukan hasilnya nanti, apakah meningkat atau menurun,” imbuhnya.

Sementara itu, juru bicara PN Denpasar, Made Pasek menambahkan, apa yang sudah dicapai selama ini haruslah dipertahankan dan ke depannya perlu ada inovasi baru. Peningkatan yang dimaksud, sambung Made Pasek, adalah peningkatan pelayanan, kenyamanan dan keamanan para pencari keadilan. “Untuk itu perlu disiapkan SDM dan penempatannya sesuai dengan pendidikan dan kemampuan yang dimiliki. Selain itu, diperlukan sarana prasarana pendukung,”ujar Made Pasek.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Pengadilan Negeri (PN) Denpasar kedatangan Dirjen Peradilan Umum Mahkamah Agung (MA) RI, Prim Hariadi, Jumat (11/12). Kepada wartawan, Prim Hariadi mengatakan, dari pantauannya,  perkembangan PN Denpasar yang sekarang tengah dinilai tim penilai pusat cukup bagus. “Saya juga ke PT Denpasar, tapi masih ada perbaikan. Kalau PN Denpasar sudah banyak peningkatan,” kata Prim Hariadi.

Mantan KPN Denpasar itu menyebut, kendati sudah banyak peningkatan, akreditasi PN Denpasar masih B. Dengan adanya perbaikan, ke depan akreditasinya bisa meningkat menjadi A. Tentu, sambung Prim Hariadi, peningkatan akreditasi itu tergantung dari survei yang dilakukan, termasuk indeks kepuasan masyarakat dan indeks persepsi anti korupsinya. “Itu termasuk yang kami nilai. Kami juga lihat pendapat dari pengguna jasa PN Denpasar,” kata Prim Hariadi.

Dalam kesempatan di PN Denpasar itu, Prim Hariadi sempat mewawancarai masyarakat pengguna jasa. Warga itu menjelaskan, sudah tiga hari mengurus keperluan di PN Denpasar. Tentu keterangan itu mengejutkan. Pasalnya, pelayanan di PN Denpasar sudah lebih cepat, hanya beberapa jam saja. “Katanya baru hari ini dia sempat datang lagi. Sebetulnya kalau mau menunggu, hanya beberapa jam sudah selesai,” terang Prim Hariadi..

Diakui Prim Hariadi, selain pelayanannya bagus, PN Denpasar juga memanfaatkan teknologi informasi dengan memiliki aplikasi-aplikasi  seperti SIGAP. Aplikasi ini  berkaitan dengan instansi penegak hukum lainnya seperti kejaksaan dan kepolisian terkait permohonan perpanjangan penahanan, penggeledahan atau penyitaan. “Jadi kalau mengajukan permohonan tidak perlu datang ke sini. Semua  by online  karena sudah ada MoU terkait legalisasi,” ujar Prim Hariadi bangga.

“Dan karena pandemi, penilaian sekarang ini dilakukan tim assessment pusat  secara online. Dari hasil survei kepuasan masyarakat akan turut menentukan hasilnya nanti, apakah meningkat atau menurun,” imbuhnya.

Sementara itu, juru bicara PN Denpasar, Made Pasek menambahkan, apa yang sudah dicapai selama ini haruslah dipertahankan dan ke depannya perlu ada inovasi baru. Peningkatan yang dimaksud, sambung Made Pasek, adalah peningkatan pelayanan, kenyamanan dan keamanan para pencari keadilan. “Untuk itu perlu disiapkan SDM dan penempatannya sesuai dengan pendidikan dan kemampuan yang dimiliki. Selain itu, diperlukan sarana prasarana pendukung,”ujar Made Pasek.


Most Read

Artikel Terbaru

/