alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Wastafel di Lapangan Kapten Mudita Tak Berisi Sabun

BANGLI, BALI EXPRESS- Sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, Pemkab Bangli menempatkan wastafel (tempat membersihkan diri/cuci tangan) di tempat-tempat umum. Salah satunya di Lapangan Kapten Mudita, Bangli. Namun saying, wastafel tersebut tidak dilengkapi sabun.

Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), Rabu (9/12), dua wastafel di lapangan tersebut tidak berisi sabun. Hanya ada air. Padahal banyak warga berolahraga di lapangan yang berlokasi di seberang kantor bupati Bangli itu, terutama pagi dan sore hari.

Saat dikonfirmasi, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 I Wayan Dirgayusa mengatakan, hal tersebut tidak seharusnya terjadi. Mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir. Virus masih menjadi ancaman. Pihaknya pun memastikan akan rutin melakukan pemantauan fasilitas protokol kesehatan (prokes) di tempat umum. “Tidak hanya di lapangan umum, tapi tempat lagi juga, seperti pasar dan lainnya,” jelas Dirgayusa.

Sejauh ini, diakuinya,  Tim Yustisi Kabupaten Bangli lebih fokus mengawasi penggunaan masker.  “Pengawasan fasilitas prokes perlu ditingkatkan,” tegasnya.

Disinggung terkait jumlah pasien yang masih menjalani perawatan, kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Kominfosan) Kabupaten Bangli itu menyebutkan tinggal tujuh orang. Dari sisi pelanggaran prokes, secara umum sudah turun. Melihat dari data tersebut, Dirgayusa menyebutkan bahwa disiplin dan kesadaran masyarakat semakin meningkat. “Kegiatan upacara keagamaan di masing-masing desa pakraman sudah mengatur kehadiran, prokes semakin ditaati,” tandas mantan Camat Kintamani itu.


BANGLI, BALI EXPRESS- Sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, Pemkab Bangli menempatkan wastafel (tempat membersihkan diri/cuci tangan) di tempat-tempat umum. Salah satunya di Lapangan Kapten Mudita, Bangli. Namun saying, wastafel tersebut tidak dilengkapi sabun.

Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), Rabu (9/12), dua wastafel di lapangan tersebut tidak berisi sabun. Hanya ada air. Padahal banyak warga berolahraga di lapangan yang berlokasi di seberang kantor bupati Bangli itu, terutama pagi dan sore hari.

Saat dikonfirmasi, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 I Wayan Dirgayusa mengatakan, hal tersebut tidak seharusnya terjadi. Mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir. Virus masih menjadi ancaman. Pihaknya pun memastikan akan rutin melakukan pemantauan fasilitas protokol kesehatan (prokes) di tempat umum. “Tidak hanya di lapangan umum, tapi tempat lagi juga, seperti pasar dan lainnya,” jelas Dirgayusa.

Sejauh ini, diakuinya,  Tim Yustisi Kabupaten Bangli lebih fokus mengawasi penggunaan masker.  “Pengawasan fasilitas prokes perlu ditingkatkan,” tegasnya.

Disinggung terkait jumlah pasien yang masih menjalani perawatan, kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Kominfosan) Kabupaten Bangli itu menyebutkan tinggal tujuh orang. Dari sisi pelanggaran prokes, secara umum sudah turun. Melihat dari data tersebut, Dirgayusa menyebutkan bahwa disiplin dan kesadaran masyarakat semakin meningkat. “Kegiatan upacara keagamaan di masing-masing desa pakraman sudah mengatur kehadiran, prokes semakin ditaati,” tandas mantan Camat Kintamani itu.


Most Read

Artikel Terbaru

/