alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Dana Buat Ogoh-Ogoh Sekaa Teruna di Badung Naik Rp 40 Juta

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Sekaa teruna di Kabupaten Badung tahun ini mungkin bakal tambah semringah. Pasalnya, mereka bakal diguyur bantuan untuk membuat ogoh-ogoh. Nilai bantuan itu pun fantastik, setelah mengalami kenaikan drastis. Jika sebelumnya Rp 24 juta dipotong pajak, tahun ini bantuan yang mengucur senilai Rp 40 juta dipotong pajak. Bantuan itu pun telah masuk dalam APBD 2020.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Badung I Gde Eka Sudarwitha membenarkan bantuan Rp 40 juta untuk masing-masing sekaa teruna. Bantuan itu tercantum melalui program peningkatan kreativitas sekaa teruna yang jumlahnya mencapai 534 ST.

Baca Juga :  Malukat di Pancuran Batan Pule, Hilangkan Penyakit Cacar

“Dana kreativitas sekaa teruna mengalami peningkatan. Per sekaa teruna akan diberikan uang sebesar Rp 40 juta dipotong pajak 15 persen,” ungkap Sudarwitha, Minggu (12/1).

Peningkatan memang cukup signifikan. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jelasnya, ada peningkatan sekitar 40 persen atau Rp 16 juta. “Nominal sebelumnya sebesar Rp 24 juta dipotong pajak 15 persen,” jelas Sudarwitha.

Peningkatan jumlah bantuan ini, diharapkan sejalan dengan kreativitas sekaa teruna, sehingga ogoh-ogoh yang dihasilkan kian bagus. Namun tetap sesuai dengan syarat, baik tema, bahan, dan sebagainya.

Secara umum, ogoh-ogoh yang dibuat mesti menggambarkan sosok butakala, berbahan alami yang ramah lingkungan, dengan tinggi maksimal 5 meter. Tak kalah penting, ogoh-ogoh juga tidak boleh bermuatan politik, pornografi, dan menyinggung suku agama ras dan antargolongan (SARA).

Baca Juga :  Pekaseh Subak Balangan Minta Keadilan

Berkenaan dengan itu, seluruh sekaa teruna di Badung diminta untuk segera mengumpulkan kelengkapan administrasi. Di antaranya fotokopi rekening BPD atas nama sekaa teruna yang bersangkutan, KTP ketua sekaa teruna, susunan pengurus sekaa teruna, serta pengesahan lembaga. Kelengkapan administrasi ini paling lambat harus sudah dikumpulkan pada 15 Januari 2020. “Bila persyaratan sudah lengkap dan sudah petunjuk dari pimpinan, maka dana bisa dicairkan,” pungkasnya.


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Sekaa teruna di Kabupaten Badung tahun ini mungkin bakal tambah semringah. Pasalnya, mereka bakal diguyur bantuan untuk membuat ogoh-ogoh. Nilai bantuan itu pun fantastik, setelah mengalami kenaikan drastis. Jika sebelumnya Rp 24 juta dipotong pajak, tahun ini bantuan yang mengucur senilai Rp 40 juta dipotong pajak. Bantuan itu pun telah masuk dalam APBD 2020.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Badung I Gde Eka Sudarwitha membenarkan bantuan Rp 40 juta untuk masing-masing sekaa teruna. Bantuan itu tercantum melalui program peningkatan kreativitas sekaa teruna yang jumlahnya mencapai 534 ST.

Baca Juga :  Dua Pimpinan DPRD Badung Positif Covid-19

“Dana kreativitas sekaa teruna mengalami peningkatan. Per sekaa teruna akan diberikan uang sebesar Rp 40 juta dipotong pajak 15 persen,” ungkap Sudarwitha, Minggu (12/1).

Peningkatan memang cukup signifikan. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jelasnya, ada peningkatan sekitar 40 persen atau Rp 16 juta. “Nominal sebelumnya sebesar Rp 24 juta dipotong pajak 15 persen,” jelas Sudarwitha.

Peningkatan jumlah bantuan ini, diharapkan sejalan dengan kreativitas sekaa teruna, sehingga ogoh-ogoh yang dihasilkan kian bagus. Namun tetap sesuai dengan syarat, baik tema, bahan, dan sebagainya.

Secara umum, ogoh-ogoh yang dibuat mesti menggambarkan sosok butakala, berbahan alami yang ramah lingkungan, dengan tinggi maksimal 5 meter. Tak kalah penting, ogoh-ogoh juga tidak boleh bermuatan politik, pornografi, dan menyinggung suku agama ras dan antargolongan (SARA).

Baca Juga :  Malukat di Pancuran Batan Pule, Hilangkan Penyakit Cacar

Berkenaan dengan itu, seluruh sekaa teruna di Badung diminta untuk segera mengumpulkan kelengkapan administrasi. Di antaranya fotokopi rekening BPD atas nama sekaa teruna yang bersangkutan, KTP ketua sekaa teruna, susunan pengurus sekaa teruna, serta pengesahan lembaga. Kelengkapan administrasi ini paling lambat harus sudah dikumpulkan pada 15 Januari 2020. “Bila persyaratan sudah lengkap dan sudah petunjuk dari pimpinan, maka dana bisa dicairkan,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/