alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Dua Maling Pembunuh Buruh Proyek Ditembak Pantat dan Kakinya 

DENPASAR, BALI EXPRESS — Dua maling yang beraksi membunuh korbannya, diamankan oleh Tim gabungan Polda Bali, Polres Badung dan Polsek Kuta Utara. 

Keduanya sempat mencoba melarikan diri saat akan diamankan, sehingga membuat petugas harus melaksanakan tindakan tegas terukur, yaitu melesatkan timah panas kepada mereka.

Para pelaku, Johanes Mindiate, 21, dan Yoseph Oktavianto, 23, yang sama-sama berasal dari Kecamatan Bajawa Barat, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur ini, selama di Bali tinggal bersama di kos-kosan yang terletak di Jalan Raya Sempidi, Gang Ilalang I, Desa Sempidi, Mengwi, Badung.

“Motif kedua pelaku yaitu ekonomi, dan di Bali mereka tidak memiliki pekerjaan,” terang Ditreskrimum Polda Bali, Djuhandani Raharjo Puro di Mapolda Bali, Jumat (12/3). 

Dua orang pelaku ini terlibat  pencurian di sebuah rumah bedeng di proyek pembangunan vila depan Kantor Desa Tibubeneng, Jalan Raya Semat, Kuta Utara, Badung, pekan lalu. Bedeng itu ditinggali korban Ahmad Miskadi, 40, bersama anaknya Mohamad Budi Prasetyo, 17. 

Mereka tinggal disana karena berprofesi sebagai buruh di proyek itu. Kejadian bermula ketika keduanya terbangun akibat adanya orang yang memasuki kamar mereka.

Sadar yang masuk adalah pencuri, sang anak langsung berteriak maling sehingga pelaku Yoseph melarikan diri menuju ke jalan raya. Pelaku lalu dikejar oleh keduanya karena berhasil menggondol dua HP merek Oppo. 

Sampai di depan Warung Sendok, Jalan Raya Semat, perkelahian pun tak terhindarkan, sialnya ada satu lagi pelaku yaitu Johanes yang memang sudah menunggu di jalan dan kedua pelaku ternyata membawa pisau.

Pelaku lalu menusuk kedua korban, hinngga sang anak sempat mundur untuk meminta pertolongan. Namun naas, ayahnya Miskadi dikeroyok dan ditusuk berulang kali di berbagai bagian tubuh hingga meninggal. Kedua pelaku lalu melarikan diri dengan berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy, namun ketapel yang dibawa tertinggal di  lokasi kejadian.  “Alasan mereka membawa pisau dan ketapel untuk membela diri,” katanya.

Dikatakan Ditreskrimum Polda Bali, Djuhandani Raharjo Puro, setelah selama seminggu melakukan penyelidikan, Tim Gabungan Polda Bali, Polres Badung dan Polsek Kuta Utara berhasil mengidentifikasi kedua pelaku yang selanjutnya dilakukan penangkapan di kos pelaku di Jalan Raya Sempidi, Gang Ilalang I, Desa Sempidi, Mengwi, Badung, Kamis (11/3). 

Hanya satu orang yang berhasil diamankan di kosannya, yaitu Yohanes. Saat akan ditangkap, pelaku sempat mencoba melarikan diri dengan keluar melalui jendela dan naik ke atas atap kos sehingga memaksa polisi untuk bertindak tegas. 

“Yang disasar kakinya,  namun karena tiba tiba naik ke atap sehingga yang terkena timah panas pantatnya sebelah kanan,” tuturnya. Hal itulah, lanjutnya, menyebabkan Yohanes tidak bisa ditampilkan saat pengungkapan di Mapolda karena harus dirawar di RS Trijata.

Selanjutnya pelaku lainnya,  Yoseph diamankan di tempat lain, tepatnya di sebuah kos di Jalan Gatsu Timur, Denpasar Timur, Kota Denpasar. Ketika sudah diamankan dan akan mencari barang bukti, Yoseph juga mencoba melarikan diri dan bernasib sama dengan rekannya, dihadiahi timahbpanas kakinya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan 1 unit sepeda motor Honda Scoopy, 2 buah HP Oppo, 1 buah pisau gagang kayu yang masih ada bercak darah, satu buah ketapel dan 1 buah baju kaos. Pisau lain yang digunakan pelaku masih dicari oleh polisi. (ges)


DENPASAR, BALI EXPRESS — Dua maling yang beraksi membunuh korbannya, diamankan oleh Tim gabungan Polda Bali, Polres Badung dan Polsek Kuta Utara. 

Keduanya sempat mencoba melarikan diri saat akan diamankan, sehingga membuat petugas harus melaksanakan tindakan tegas terukur, yaitu melesatkan timah panas kepada mereka.

Para pelaku, Johanes Mindiate, 21, dan Yoseph Oktavianto, 23, yang sama-sama berasal dari Kecamatan Bajawa Barat, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur ini, selama di Bali tinggal bersama di kos-kosan yang terletak di Jalan Raya Sempidi, Gang Ilalang I, Desa Sempidi, Mengwi, Badung.

“Motif kedua pelaku yaitu ekonomi, dan di Bali mereka tidak memiliki pekerjaan,” terang Ditreskrimum Polda Bali, Djuhandani Raharjo Puro di Mapolda Bali, Jumat (12/3). 

Dua orang pelaku ini terlibat  pencurian di sebuah rumah bedeng di proyek pembangunan vila depan Kantor Desa Tibubeneng, Jalan Raya Semat, Kuta Utara, Badung, pekan lalu. Bedeng itu ditinggali korban Ahmad Miskadi, 40, bersama anaknya Mohamad Budi Prasetyo, 17. 

Mereka tinggal disana karena berprofesi sebagai buruh di proyek itu. Kejadian bermula ketika keduanya terbangun akibat adanya orang yang memasuki kamar mereka.

Sadar yang masuk adalah pencuri, sang anak langsung berteriak maling sehingga pelaku Yoseph melarikan diri menuju ke jalan raya. Pelaku lalu dikejar oleh keduanya karena berhasil menggondol dua HP merek Oppo. 

Sampai di depan Warung Sendok, Jalan Raya Semat, perkelahian pun tak terhindarkan, sialnya ada satu lagi pelaku yaitu Johanes yang memang sudah menunggu di jalan dan kedua pelaku ternyata membawa pisau.

Pelaku lalu menusuk kedua korban, hinngga sang anak sempat mundur untuk meminta pertolongan. Namun naas, ayahnya Miskadi dikeroyok dan ditusuk berulang kali di berbagai bagian tubuh hingga meninggal. Kedua pelaku lalu melarikan diri dengan berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy, namun ketapel yang dibawa tertinggal di  lokasi kejadian.  “Alasan mereka membawa pisau dan ketapel untuk membela diri,” katanya.

Dikatakan Ditreskrimum Polda Bali, Djuhandani Raharjo Puro, setelah selama seminggu melakukan penyelidikan, Tim Gabungan Polda Bali, Polres Badung dan Polsek Kuta Utara berhasil mengidentifikasi kedua pelaku yang selanjutnya dilakukan penangkapan di kos pelaku di Jalan Raya Sempidi, Gang Ilalang I, Desa Sempidi, Mengwi, Badung, Kamis (11/3). 

Hanya satu orang yang berhasil diamankan di kosannya, yaitu Yohanes. Saat akan ditangkap, pelaku sempat mencoba melarikan diri dengan keluar melalui jendela dan naik ke atas atap kos sehingga memaksa polisi untuk bertindak tegas. 

“Yang disasar kakinya,  namun karena tiba tiba naik ke atap sehingga yang terkena timah panas pantatnya sebelah kanan,” tuturnya. Hal itulah, lanjutnya, menyebabkan Yohanes tidak bisa ditampilkan saat pengungkapan di Mapolda karena harus dirawar di RS Trijata.

Selanjutnya pelaku lainnya,  Yoseph diamankan di tempat lain, tepatnya di sebuah kos di Jalan Gatsu Timur, Denpasar Timur, Kota Denpasar. Ketika sudah diamankan dan akan mencari barang bukti, Yoseph juga mencoba melarikan diri dan bernasib sama dengan rekannya, dihadiahi timahbpanas kakinya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan 1 unit sepeda motor Honda Scoopy, 2 buah HP Oppo, 1 buah pisau gagang kayu yang masih ada bercak darah, satu buah ketapel dan 1 buah baju kaos. Pisau lain yang digunakan pelaku masih dicari oleh polisi. (ges)


Most Read

Artikel Terbaru

/