alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

RS Tabanan Siagakan 170 Nakes, Diskes Buka Lima Puskesmas

TABANAN, BALI EXPRESS – Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan menyiapkan 170 orang tenaga kesehatan (nakes) untuk siaga memberikan pelayanan kesehatan saat hari suci Nyepi, Minggu (14/3).

Selain itu, untuk mempercepat pelayanan, Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan juga menyiagakan lima Puskesmas Rawat Inap pada saat Catur  Berata Panyepian dilaksanakan umat Hindu.

Seperti dijelaskan Direktur BRSU Tabanan, dr Nyoman Susila, 170 orang tenaga kesehatan tersebut akan disiagakan selama 24 jam di saat hari suci Nyepi nanti.

“Dari seluruh profesi. Termasuk dokter jaga. Kalau dokter spesialis on call. Kami sudah siapkan izin dari desa adat untuk menjemput dokter spesialis bila diperlukan,” jelas dr Susila, Jumat (12/3).

Selain itu, pihaknya juga menyiagakan empat unit ambulans bila diperlukan untuk pelayanan kegawatdaruratan. Untuk mengoptimalkan layanan tersebut, pihaknya juga bekerja sama dengan komunitas radio antarpenduduk.

“Selama Nyepi nanti semua pasien dirawat di IGD (Instalasi Gawat Darurat). Kalau poliklinik tutup,” sebutnya.

Demikian halnya untuk pasien Hemodialisasi yang sedianya menjalani cuci darah pada hari Minggu jadwal mereka dipecah. Sebagian ada yang dimajukan pada hari Sabtu (13/3). Sebagian lagi diundur ke hari Senin (15/3). “Senin harusnya normal. Tapi poliklinik masih tutup,” imbuhnya.

Disinggung mengenai ketersediaan ruang isolasi bagi kasus positif Covid-19, menurutnya, masih relatif memadai. Dari 46 ruang isolasi, terisi 12 ruangan. “Itu di BRSUD Tabanan saja ya. Kalau di RS Nyitdah lain lagi,” tegasnya.

Dibandingkan pelayanan menjelang atau saat Nyepi beberapa tahun lalu, baik sekarang maupun di 2020, menurut dia agak berbeda. Karena biasanya, pada H-1 Nyepi atau saat Pangrupukan, kejadian kecelakaan lalu lintas paling menonjol.

“Itu bisa sampai malam. Tapi tahun lalu dan sekarang ini kan tidak ada Pangrupukan. Jadi yang perlu memperoleh perhatian tentunya penyakit nonkecelakaan,” sebutnya.  

Di bagian lain, Kepala Diskes Tabanan dr Nyoman Suratmika menyebutkan, lima Puskesmas Rawat Inap disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan selama Nyepi nanti. Khususnya yang bersifat kegawatdaruratan.

“Ada lima Puskesmas Rawat Inap yang disiagakan. Yakni Pupuan, Selemadeg Barat, Selemadeg, Penebel, dan Baturiti. Mereka pakai jadwal rutin. Dan rata-rata layanan yang diperlukan selama Nyepi lebih banyak yang bersifat kegawatdaruratan. Seperti melahirkan atau demam,” pungkasnya. 

 


TABANAN, BALI EXPRESS – Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan menyiapkan 170 orang tenaga kesehatan (nakes) untuk siaga memberikan pelayanan kesehatan saat hari suci Nyepi, Minggu (14/3).

Selain itu, untuk mempercepat pelayanan, Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan juga menyiagakan lima Puskesmas Rawat Inap pada saat Catur  Berata Panyepian dilaksanakan umat Hindu.

Seperti dijelaskan Direktur BRSU Tabanan, dr Nyoman Susila, 170 orang tenaga kesehatan tersebut akan disiagakan selama 24 jam di saat hari suci Nyepi nanti.

“Dari seluruh profesi. Termasuk dokter jaga. Kalau dokter spesialis on call. Kami sudah siapkan izin dari desa adat untuk menjemput dokter spesialis bila diperlukan,” jelas dr Susila, Jumat (12/3).

Selain itu, pihaknya juga menyiagakan empat unit ambulans bila diperlukan untuk pelayanan kegawatdaruratan. Untuk mengoptimalkan layanan tersebut, pihaknya juga bekerja sama dengan komunitas radio antarpenduduk.

“Selama Nyepi nanti semua pasien dirawat di IGD (Instalasi Gawat Darurat). Kalau poliklinik tutup,” sebutnya.

Demikian halnya untuk pasien Hemodialisasi yang sedianya menjalani cuci darah pada hari Minggu jadwal mereka dipecah. Sebagian ada yang dimajukan pada hari Sabtu (13/3). Sebagian lagi diundur ke hari Senin (15/3). “Senin harusnya normal. Tapi poliklinik masih tutup,” imbuhnya.

Disinggung mengenai ketersediaan ruang isolasi bagi kasus positif Covid-19, menurutnya, masih relatif memadai. Dari 46 ruang isolasi, terisi 12 ruangan. “Itu di BRSUD Tabanan saja ya. Kalau di RS Nyitdah lain lagi,” tegasnya.

Dibandingkan pelayanan menjelang atau saat Nyepi beberapa tahun lalu, baik sekarang maupun di 2020, menurut dia agak berbeda. Karena biasanya, pada H-1 Nyepi atau saat Pangrupukan, kejadian kecelakaan lalu lintas paling menonjol.

“Itu bisa sampai malam. Tapi tahun lalu dan sekarang ini kan tidak ada Pangrupukan. Jadi yang perlu memperoleh perhatian tentunya penyakit nonkecelakaan,” sebutnya.  

Di bagian lain, Kepala Diskes Tabanan dr Nyoman Suratmika menyebutkan, lima Puskesmas Rawat Inap disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan selama Nyepi nanti. Khususnya yang bersifat kegawatdaruratan.

“Ada lima Puskesmas Rawat Inap yang disiagakan. Yakni Pupuan, Selemadeg Barat, Selemadeg, Penebel, dan Baturiti. Mereka pakai jadwal rutin. Dan rata-rata layanan yang diperlukan selama Nyepi lebih banyak yang bersifat kegawatdaruratan. Seperti melahirkan atau demam,” pungkasnya. 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/