alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Komplin di RSUP Sanglah Didominasi Keluhan BPJS

DENPASAR, BALI EXPRESS- Selama triwulan I tahun 2021, keluhan yang diterima RSUP Sanglah, didominasi oleh keluhan terhadap layanan BPJS Kesehatan dengan persentase hingga 70 persen lebih.

Adapun jenis keluhan yang dari layanan BPJS ini menurut, Customer Service RSUP Sanglah, Miranti Ayuningtyas, S.Psi ini berkaitan dengan prosedur dan persyaratan pasien BPJS yang datang ke RSUP Sanglah. “Salah satunya adalah sistem rujukannya, yang belum menggunakan sistem rujukkan online BPJS,” jelasnya.

Padahal dikatakan Miranti, rujukkan online dari rumah sakit daerah ke RSUP Sanglah sangat penting, karena jika tidak ada rujukkan secara online, maka data pasien tidak akan bisa dibaca melalui sistem online di RSUP Sanglah. 

Karena itu, Miranti mengatakan pasien tanpa rujukan online ini tidak bisa langsung ditangani oleh pihak RSUP Sanglah. “Ini karena pihak RSUP Sanglah harus melakukan konfirmasi ulang ke rumah sakit perujuk, dan yang memakan waktu cukup lama adalah, respon time (waktu respon dari RS perujuk yang berbeda, ada yang sampai satu hari, padahal jika ingin cepat, RD perujuk bisa langsung mengetik di sistem yang ada, sehingga pasien bisa cepat ditangani,” paparnya.

Baca Juga :  Kontainer Tak Dimanfaatkan, Sampah Dibiarkan Berserakan¬†

Selain keluhan terhadap layanan rujukkan BPJS, jenis komplin yang diterima oleh RSUP Sanglah adalah sistem penomeran pasien di loket layanan poliklinik. Seperti yang dicontohkan Miranti, adalah banyak pasien yang mengeluh nomor antrean di loket sudah nomor besar, padahal pasein tersebut sudah ngantre dan datang sejak pagi.

Hal ini menurut Miranti karena kuota penomoran pasien poliklinik dibagi menjadi tiga yakni pendaftaran pasien dengan perjanjian, pendaftaran pasien online dan pwndaftaran offline. “Untuk persentasenya, 60 persen kami kuotakan untuk pasien dengan perjanjian yang dilakukan dua hari kerja sebelum hari H, 20 persen lainnya adalah pendaftaran online yang dilakukan sehari sebelumnya dan 20 persen lainnya adalah pasien pendaftaran offline,” paparnya.

Baca Juga :  Terombang-ambing di Tengah Laut, Nelayan Banyuwangi Ditemukan Selamat

Namun demikian, Miranti menegaskan pasien yang bisa melakukan pendaftaran online baik itu pasien dengan peejanjian ataupun pasien dengan pendaftaran online, adalah pasien yang sudah memiliki rekam medis di RSUP Sanglah. “Atau pasiennya ini sudah pernah berobat di poliklinik RSUP Sanglah, kalau pasien baru, harus tetap.melakukan pendaftaran offline terlebih dahulu,” tambahnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS- Selama triwulan I tahun 2021, keluhan yang diterima RSUP Sanglah, didominasi oleh keluhan terhadap layanan BPJS Kesehatan dengan persentase hingga 70 persen lebih.

Adapun jenis keluhan yang dari layanan BPJS ini menurut, Customer Service RSUP Sanglah, Miranti Ayuningtyas, S.Psi ini berkaitan dengan prosedur dan persyaratan pasien BPJS yang datang ke RSUP Sanglah. “Salah satunya adalah sistem rujukannya, yang belum menggunakan sistem rujukkan online BPJS,” jelasnya.

Padahal dikatakan Miranti, rujukkan online dari rumah sakit daerah ke RSUP Sanglah sangat penting, karena jika tidak ada rujukkan secara online, maka data pasien tidak akan bisa dibaca melalui sistem online di RSUP Sanglah. 

Karena itu, Miranti mengatakan pasien tanpa rujukan online ini tidak bisa langsung ditangani oleh pihak RSUP Sanglah. “Ini karena pihak RSUP Sanglah harus melakukan konfirmasi ulang ke rumah sakit perujuk, dan yang memakan waktu cukup lama adalah, respon time (waktu respon dari RS perujuk yang berbeda, ada yang sampai satu hari, padahal jika ingin cepat, RD perujuk bisa langsung mengetik di sistem yang ada, sehingga pasien bisa cepat ditangani,” paparnya.

Baca Juga :  KPU Karangasem Mulai Bentuk PPDP

Selain keluhan terhadap layanan rujukkan BPJS, jenis komplin yang diterima oleh RSUP Sanglah adalah sistem penomeran pasien di loket layanan poliklinik. Seperti yang dicontohkan Miranti, adalah banyak pasien yang mengeluh nomor antrean di loket sudah nomor besar, padahal pasein tersebut sudah ngantre dan datang sejak pagi.

Hal ini menurut Miranti karena kuota penomoran pasien poliklinik dibagi menjadi tiga yakni pendaftaran pasien dengan perjanjian, pendaftaran pasien online dan pwndaftaran offline. “Untuk persentasenya, 60 persen kami kuotakan untuk pasien dengan perjanjian yang dilakukan dua hari kerja sebelum hari H, 20 persen lainnya adalah pendaftaran online yang dilakukan sehari sebelumnya dan 20 persen lainnya adalah pasien pendaftaran offline,” paparnya.

Baca Juga :  SMP Satap Tutup, 10 Anak di Subaya Terancam Putus Sekolah

Namun demikian, Miranti menegaskan pasien yang bisa melakukan pendaftaran online baik itu pasien dengan peejanjian ataupun pasien dengan pendaftaran online, adalah pasien yang sudah memiliki rekam medis di RSUP Sanglah. “Atau pasiennya ini sudah pernah berobat di poliklinik RSUP Sanglah, kalau pasien baru, harus tetap.melakukan pendaftaran offline terlebih dahulu,” tambahnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/