alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Nekat Gantung Diri, Kakek Ini Tinggalkan Sepucuk Surat

GIANYAR, BALI EXPRESS – Seorang kakek ditemukan gantung diri di Banjar Peteluan, Desa Temesi, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Selasa (12/4) sekitar pukup 07.30 WITA. Sebelum mengakhiri hidupnya, korban, Pande Made Oka Ardana, 60, pun sempat menulis sepucuk surat.

 

Informasi di lapangan menyebutkan jika peristiwa itu bermula ketika saksi yang merupakan menantu korban hendak membawakan bubur ke kamar korban sekitar pukul 06.30 WITA. Saat itu saksi memanggil korban dan mengetok kamar korban, namun tidak ada respon.

 

Saksi kemudian mencoba membuka pintu kamar, namun tidak bisa dibuka. Selanjutnya saksi pergi dan menghaturkan sesajen. Namun alangkah terkejutnya saksi saat ia hendak menghaturkan sesajen di dapur yang ada di sebelah timur rumah, ia melihat dari jendela dapur korban sudah dalam kondisi tergantung di rangka plafon dapur.

 

Atas apa yang dilihat, saksi kemudian memanggil tetangganya untuk membantu menurunkan korban dan dibawa ke kamar korban.

 

Kapolsek Kota Gianyar, Kompol I Gede Putu Putra Astawa yang dikonfirmasi terpisah membenarkan peristiwa gantung diri tersebut. Dirinya mengatakan jika setelah menerima laporan, pihaknya langsung turun ke TKP dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. “Kita juga berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Gianyar untuk melakukan olah TKP serta petugas medis Puskesmas 1 Gianyar untuk pemeriksaan luar terhadap korban,” ujarnya.

 

Dan berdasarkan hasil olah TKP, diketahui jika korban gantung diri di rangka plafon dapur dengan menggunakan kain selendang berwarna hijau. Kemudian pihaknya juga menemukan sepucuk surat di kamar korban yang bertuliskan “Tabungan 20 jt di Pak Yan Bancis Buat ngelanjutkan Piasan Blm Byr Lg 10 jt Deposito 60 jt Buat Devan”. “Di kamar korban juga kita temukan sejumlah obat-obatan,” sambungnya.

 

Sedangkan tubuh korban ditemukan dalam kondisi sudah kaku dan  diperkirakan telah meninggal 6 jam sebelum pemeriksaan. Terdapat luka jeratan pada leher, keluar cairan air mani pada kemaluan dan darah serta tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. “Sehingga dari hasil pemeriksaan luar tersebut disimpulkan korban meninggal dunia karena gantung diri,” sebut Kompol Astawa.

 

Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena korban mengalami sakit TBC yang tidak kunjung sembuh, dan selama ini korban berobat di RS. Family Husada Gianyar. “Dan pihak pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Seorang kakek ditemukan gantung diri di Banjar Peteluan, Desa Temesi, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Selasa (12/4) sekitar pukup 07.30 WITA. Sebelum mengakhiri hidupnya, korban, Pande Made Oka Ardana, 60, pun sempat menulis sepucuk surat.

 

Informasi di lapangan menyebutkan jika peristiwa itu bermula ketika saksi yang merupakan menantu korban hendak membawakan bubur ke kamar korban sekitar pukul 06.30 WITA. Saat itu saksi memanggil korban dan mengetok kamar korban, namun tidak ada respon.

 

Saksi kemudian mencoba membuka pintu kamar, namun tidak bisa dibuka. Selanjutnya saksi pergi dan menghaturkan sesajen. Namun alangkah terkejutnya saksi saat ia hendak menghaturkan sesajen di dapur yang ada di sebelah timur rumah, ia melihat dari jendela dapur korban sudah dalam kondisi tergantung di rangka plafon dapur.

 

Atas apa yang dilihat, saksi kemudian memanggil tetangganya untuk membantu menurunkan korban dan dibawa ke kamar korban.

 

Kapolsek Kota Gianyar, Kompol I Gede Putu Putra Astawa yang dikonfirmasi terpisah membenarkan peristiwa gantung diri tersebut. Dirinya mengatakan jika setelah menerima laporan, pihaknya langsung turun ke TKP dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. “Kita juga berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Gianyar untuk melakukan olah TKP serta petugas medis Puskesmas 1 Gianyar untuk pemeriksaan luar terhadap korban,” ujarnya.

 

Dan berdasarkan hasil olah TKP, diketahui jika korban gantung diri di rangka plafon dapur dengan menggunakan kain selendang berwarna hijau. Kemudian pihaknya juga menemukan sepucuk surat di kamar korban yang bertuliskan “Tabungan 20 jt di Pak Yan Bancis Buat ngelanjutkan Piasan Blm Byr Lg 10 jt Deposito 60 jt Buat Devan”. “Di kamar korban juga kita temukan sejumlah obat-obatan,” sambungnya.

 

Sedangkan tubuh korban ditemukan dalam kondisi sudah kaku dan  diperkirakan telah meninggal 6 jam sebelum pemeriksaan. Terdapat luka jeratan pada leher, keluar cairan air mani pada kemaluan dan darah serta tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. “Sehingga dari hasil pemeriksaan luar tersebut disimpulkan korban meninggal dunia karena gantung diri,” sebut Kompol Astawa.

 

Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena korban mengalami sakit TBC yang tidak kunjung sembuh, dan selama ini korban berobat di RS. Family Husada Gianyar. “Dan pihak pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/