alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Pengadaan Asrama Dikeluhkan, Unud Belum Beri Keterangan Resmi

BADUNG, BALI EXPRESS – Universitas Udayana (Unud) kembali menyita perhatian publik. Pasalnya, banyak calon mahasiswa baru (camaba) yang mengeluhkan kebijakan terbaru Unud, khususnya terkait pengadaan asrama mahasiswa atau Unud Integrated Student Dormitory (UISD). Keluhan tersebut ramai disampaikan di kolom komentar akun instagram resmi Unud (@univ.udayana). Diantaranya mulai dari mahalnya biaya sewa kamar, kewajiban untuk menyewa asrama, hingga tidak adanya koordinasi pihak kampus dengan camaba dan orang tua.

 

Seperti yang disampaikan akun @cecilia*** pada kolom komentar salah satu postingan @univ.udayana. “Gak sanggup biaya dorm nya min :((,” tulisnya dikutip Bali Express (Jawa Pos Group), Selasa (12/4).

 

“Yang terhormat bapak ibu petinggi Udayana tolong dilihat dong saran2 dari camabanya jgn hanya menguntungkan sepihak aja, jujur kami rasa asrama itu gk penting bgt karna harganya gk logis bgt aneh bgt emang peraturan tahun ini, berat bgt tau gini gk ambil Unud sih,” tulis akun @ysk_***.

 

“Dormnya memang harus diwajibkan ya min? Biayanya mahal bgt blm lagi ditambah ukt. Engga tau apakah ortu sanggup buat cari dana sebanyak itu, blm lagi masih ada saudara yang perlu ditanggung. Untuk student dormitory saya keberatan sih🙏,” kata akun @s5turmf****.

 

Berdasarkan pantauan, tak satupun keluhan soal dorm tersebut ditanggapi akun @univ.udayana. Demikian pula saat dikonfirmasi, pihak Unud melalui Juru Bicara (Jubir) Unud hingga saat ini belum memberikan keterangan.

 

Sementara itu, dikonfirmasi Presiden BEM Unud, Darryl Dwiputra mengungkapkan, pihaknya bersama segenap jajaran perwakilan DPM dan BEM Unud, telah melakukan audiensi. Namun, Rektor Unud Prof Antara tidak dapat hadir dan diwakili oleh Wakil Rektor II, Prof. Dr. I Gusti Bagus Wiksuana, S.E.,M.S. dan Wakil Rektor III, Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, M.T.,Ph.D.,IPU. Dari audiensi diketahui, pembangunan asrama ini tidak mengeluarkan biaya sepeser pun dari Unud tetapi adanya kerjasama yang dilakukan Unud kepada investor, yaitu PT. Waskita Karya Realty. UNUD setiap tahun akan memperoleh profit sharing sebesar Rp 2,5 miliar dari hasil kerjasama dengan pihak PT. Waskita Karya Realty.

 

Darryl mengungkapkan sebelumnya, pihaknya banyak menerima keluh kesah dari camaba Unud angkatan 2022 jalur SNMPTN beserta orang tua mereka. Sebab, adanya tekanan dari surat pengumuman yang dikeluarkan Rektor, yaitu wajib membayar UISD, jika tidak membayar camaba Unud angkatan 2022 jalur SNMPTN dianggap Unud mengundurkan diri. “Ini sangat disayangkan, karena calon mahasiswa baru menjadi korban atas kerjasama Unud dan PT. Waskita Karya Realty demi keuntungan yang didapat Unud maupun pihak investor,” jelasnya.

 

Per 12 April 2022, ia mengungkapkan, sejumlah orang tua dan camaba mendatangi rektorat untuk mengajukan keberatan terkait ‘wajib’nya tarif biaya asrama untuk memenuhi persyaratan pendaftaran. Namun, mereka mendapat teguran dan diminta untuk pergi dari lokasi. “Selang beberapa waktu, akibat penolakan dari orang tua dan camaba, akhirnya pihak rektorat mengumpulkan dan menemui mereka di dalam Widya Sabha. Selama proses pertemuan itu, banyak sekali argumen yang dilontarkan dan dinilai tak menghargai kehadiran orang tua dan camaba yang keberatan kuliah, bahkan ingin mengundurkan diri sebagai mahasiswa Unud,” paparnya.

 

Lebih lanjut dari informasi yang diperoleh, untuk tarif sewa student dormitory Unud, dipatok mulai dari Rp 700 ribu hingga Rp 3,5 juta per bulan dengan sejumlah fasilitas. Rinciannya, tipe superior Rp 700 ribu per bulan, tipe deluxe Rp 1,3 juta per bulan, tipe previlege (disabilitas) dan tipe private Rp 2,5 juta per bulan, dan tipe executive Rp 3,5 juta per bulan.

 

Sebagai informasi, pembangunan asrama ini bertujuan dapat memfasilitasi mahasiswa baru dalam memperoleh lingkungan tempat tinggal yang terjangkau, bersih, nyaman, dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang untuk kelancaran dalam mengikuti proses belajar mengajar.

 

Udayana Integrated Student Dormitory akan dibangun di atas lahan seluas 4,5 ha yang berlokasi di Jalan Raya Kampus Unud, Bukit Jimbaran Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Udayana Integrated Student Dormitory juga akan dilengkapi dengan cafetaria, mini market, ruang serbaguna, ruang bersama, fasilitas olahraga (indoor dan outdoor), dan area parkir.

 

Beberapa waktu lalu, Rektor Unud, Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU menegaskan, keberadaan Udayana Integrated Student Dormitory ini hanya memfasilitasi mahasiswa baru dalam 1 tahun pertama berkuliah di Unud. Setelah 1 tahun berjalan, Udayana Integrated Student Dormitory akan digunakan oleh mahasiswa baru angkatan selanjutnya. “Jadi nanti setelah setelah satu tahun berkuliah, atau semester III, mahasiswa terdahulu harus mencari tempat tinggal berupa kost-kostan milik masyarakat sekitar,” jelasnya.

 

Udayana Integrated Student Dormitory dijadwalkan rampung pada tanggal 31 Agustus 2022. Rektor Antara menekankan, pembangunan ini adalah murni kerjasama investasi.






Reporter: Rika Riyanti

BADUNG, BALI EXPRESS – Universitas Udayana (Unud) kembali menyita perhatian publik. Pasalnya, banyak calon mahasiswa baru (camaba) yang mengeluhkan kebijakan terbaru Unud, khususnya terkait pengadaan asrama mahasiswa atau Unud Integrated Student Dormitory (UISD). Keluhan tersebut ramai disampaikan di kolom komentar akun instagram resmi Unud (@univ.udayana). Diantaranya mulai dari mahalnya biaya sewa kamar, kewajiban untuk menyewa asrama, hingga tidak adanya koordinasi pihak kampus dengan camaba dan orang tua.

 

Seperti yang disampaikan akun @cecilia*** pada kolom komentar salah satu postingan @univ.udayana. “Gak sanggup biaya dorm nya min :((,” tulisnya dikutip Bali Express (Jawa Pos Group), Selasa (12/4).

 

“Yang terhormat bapak ibu petinggi Udayana tolong dilihat dong saran2 dari camabanya jgn hanya menguntungkan sepihak aja, jujur kami rasa asrama itu gk penting bgt karna harganya gk logis bgt aneh bgt emang peraturan tahun ini, berat bgt tau gini gk ambil Unud sih,” tulis akun @ysk_***.

 

“Dormnya memang harus diwajibkan ya min? Biayanya mahal bgt blm lagi ditambah ukt. Engga tau apakah ortu sanggup buat cari dana sebanyak itu, blm lagi masih ada saudara yang perlu ditanggung. Untuk student dormitory saya keberatan sih🙏,” kata akun @s5turmf****.

 

Berdasarkan pantauan, tak satupun keluhan soal dorm tersebut ditanggapi akun @univ.udayana. Demikian pula saat dikonfirmasi, pihak Unud melalui Juru Bicara (Jubir) Unud hingga saat ini belum memberikan keterangan.

 

Sementara itu, dikonfirmasi Presiden BEM Unud, Darryl Dwiputra mengungkapkan, pihaknya bersama segenap jajaran perwakilan DPM dan BEM Unud, telah melakukan audiensi. Namun, Rektor Unud Prof Antara tidak dapat hadir dan diwakili oleh Wakil Rektor II, Prof. Dr. I Gusti Bagus Wiksuana, S.E.,M.S. dan Wakil Rektor III, Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, M.T.,Ph.D.,IPU. Dari audiensi diketahui, pembangunan asrama ini tidak mengeluarkan biaya sepeser pun dari Unud tetapi adanya kerjasama yang dilakukan Unud kepada investor, yaitu PT. Waskita Karya Realty. UNUD setiap tahun akan memperoleh profit sharing sebesar Rp 2,5 miliar dari hasil kerjasama dengan pihak PT. Waskita Karya Realty.

 

Darryl mengungkapkan sebelumnya, pihaknya banyak menerima keluh kesah dari camaba Unud angkatan 2022 jalur SNMPTN beserta orang tua mereka. Sebab, adanya tekanan dari surat pengumuman yang dikeluarkan Rektor, yaitu wajib membayar UISD, jika tidak membayar camaba Unud angkatan 2022 jalur SNMPTN dianggap Unud mengundurkan diri. “Ini sangat disayangkan, karena calon mahasiswa baru menjadi korban atas kerjasama Unud dan PT. Waskita Karya Realty demi keuntungan yang didapat Unud maupun pihak investor,” jelasnya.

 

Per 12 April 2022, ia mengungkapkan, sejumlah orang tua dan camaba mendatangi rektorat untuk mengajukan keberatan terkait ‘wajib’nya tarif biaya asrama untuk memenuhi persyaratan pendaftaran. Namun, mereka mendapat teguran dan diminta untuk pergi dari lokasi. “Selang beberapa waktu, akibat penolakan dari orang tua dan camaba, akhirnya pihak rektorat mengumpulkan dan menemui mereka di dalam Widya Sabha. Selama proses pertemuan itu, banyak sekali argumen yang dilontarkan dan dinilai tak menghargai kehadiran orang tua dan camaba yang keberatan kuliah, bahkan ingin mengundurkan diri sebagai mahasiswa Unud,” paparnya.

 

Lebih lanjut dari informasi yang diperoleh, untuk tarif sewa student dormitory Unud, dipatok mulai dari Rp 700 ribu hingga Rp 3,5 juta per bulan dengan sejumlah fasilitas. Rinciannya, tipe superior Rp 700 ribu per bulan, tipe deluxe Rp 1,3 juta per bulan, tipe previlege (disabilitas) dan tipe private Rp 2,5 juta per bulan, dan tipe executive Rp 3,5 juta per bulan.

 

Sebagai informasi, pembangunan asrama ini bertujuan dapat memfasilitasi mahasiswa baru dalam memperoleh lingkungan tempat tinggal yang terjangkau, bersih, nyaman, dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang untuk kelancaran dalam mengikuti proses belajar mengajar.

 

Udayana Integrated Student Dormitory akan dibangun di atas lahan seluas 4,5 ha yang berlokasi di Jalan Raya Kampus Unud, Bukit Jimbaran Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Udayana Integrated Student Dormitory juga akan dilengkapi dengan cafetaria, mini market, ruang serbaguna, ruang bersama, fasilitas olahraga (indoor dan outdoor), dan area parkir.

 

Beberapa waktu lalu, Rektor Unud, Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU menegaskan, keberadaan Udayana Integrated Student Dormitory ini hanya memfasilitasi mahasiswa baru dalam 1 tahun pertama berkuliah di Unud. Setelah 1 tahun berjalan, Udayana Integrated Student Dormitory akan digunakan oleh mahasiswa baru angkatan selanjutnya. “Jadi nanti setelah setelah satu tahun berkuliah, atau semester III, mahasiswa terdahulu harus mencari tempat tinggal berupa kost-kostan milik masyarakat sekitar,” jelasnya.

 

Udayana Integrated Student Dormitory dijadwalkan rampung pada tanggal 31 Agustus 2022. Rektor Antara menekankan, pembangunan ini adalah murni kerjasama investasi.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/