alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Koster Minta Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Beriringan

BADUNG, BALI EXPRESS : Tatanan kehidupan era baru termasuk dengan protokol kesehatan atau tata caranya hidup sehat terus digaungkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Sabtu (11/7), tata cara ini resmi diterapkan di Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan. Peresmian itu berbarengan dengan penerapan digitalisasi kawasan wisata Pantai Pandawa berbasis Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan penerapan kedua hal tersebut, didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace. Acara ini juga disaksikan Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia di Bali, Trisno Nugroho, dan unsur Forkominda Provinsi Bali.

Koster menguraikan latar belakang diterapkannya tatanan kehidupan era baru di Provinsi Bali. Salah satunya, masyarakat Bali sudah cukup lama tidak bisa melakukan aktivitas secara leluasa sebagaimana kondisi sebelum terjadinya pandemi.

Situasi ini pada akhirnya berimbas pada kondisi ekonomi masyarakat. Karena itu, Pemprov Bali mengambil langkah untuk menerapkan tatanan kehidupan era baru di tengah pandemi yang masih berlangsung.

Penerapan tatanan ini pun dilakukan secara bertahap serta tetap mengacu pada protokol atau tata cara yang harus dilakukan secara disiplin seperti terangkum dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru.

Tahap pertama, sedang berlangsung dan dimulai sejak Kamis (9/11) dalam skala lokal. Tahap kedua direncanakan pada 31 Juli 2020 mendatang dengan skala yang diperluas dengan membuka aktivitas pariwisata nusantara atau domestik.

“Jika semua berjalan lancar, tahap ketiga pada 11 September 2020 akan dibuka untuk wisatawan mancanegara,” jelasnya. 

Dia melanjutkan, sekitar 52 persen perekonomian masyarakat Bali bergantung pada sektor pariwisata. Sehingga, terjadinya pandemi Covid-19 telah membuat masyarakat Bali merasakan dampaknya.

“Dampaknya sangat luar biasa terhadap keseluruhan kehidupan perekonomian yang ada di Bali yang berkaitan dengan kepariwisataan,” ujarnya.

Dengan pertimbangan itu, sebagai Gubernur Bali sekaligus ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, ia mengambil keputusan untuk memulai penerapan   tatanan kehidupan era baru dengan segala persiapan dan skenario penerapannya.

Kebijakan ini juga sudah disepakati seluruh bupati/walikota se-Bali. Begitu juga berbagai pihak yang menjadi bagian dari GTPP Covid-19, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Kesepakatannya, tatanan kehidupan era baru dilaksanakan secara bertahap, selektif, dan terbatas. 

Dengan penerapan tatanan tersebut, Koster menegaskan bahwa upaya pengendalian penyebaran dan penanggulangan Covid-19 tetap dilaksanakan sebaik-baiknya agar masyarakat sehat dan aman dari Covid-19. Dan di sisi lain, aktivitas masyarakat dimulai sehingga perekomonian masyarakat bisa bergerak kembali.

“Tidak mungkin seterusnya akan menjalani sesuatu yang tidak ada kepastiannya. Jadi karena itu, pilihannya adalah dua-duanya dijalankan secara bersama-sama,” jelasnya.

Untuk mengawali penerapan tatanan kehidupan era baru di Bali sehingga sesuai tujuannya, Koster memutuskan agar dilakukan secara sekala-niskala. Disesuaikan dengan keyakinan dan tradisi kearifan lokal masyarakat Bali. 

Tahap awal dilakukan dengan upacara yadnya Pemahayu Jagat pada 5 Juli 2020 di Penataran Pura Besakih bertepatan dengan Purnama Kasa. Upacara ini dilakukan dengan tujuan memohon restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Memohon tuntunan dan bimbingan Beliau agar penanganan Covid-19 di Provinsi Bali berjalan dengan relatif baik. Kasus di Provinsi Bali dapat dikendalikan. Yang sembuh terus bertambah. Berdoa agar yang meninggal tidak lagi bertambah. Itu yang kami jalankan secara niskala. Kemudian setelah itu, kami memulai tahapan pertama pada 9 Juli,” terangnya.

Koster berharap, dibukanya Pantai Pandawa akan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Mengingat sudah banyak wisatawan yang ingin datang ke Bali. Hanya saja memang masih ada keterbatasan yang belum bisa dijalankan karena masih berlaku aturan yang belum memungkinkan perjalanan. Khususnya dari luar negeri. 

“Saya kira pemerintah akan memulai tahapan itu dalam beberapa minggu yang akan datang ini. Kemudian kami berharap tahap pertama yang dimulai pada 9 Juli ini berlangsung dengan baik dan lancar. Diikuti masyarakat yang berperilaku tertib dan disiplin dalam melaksanakan protokol tatanan kehidupan era baru ini. Jika ini berjalan baik, kami akan masuk ke tahap kedua dengan harapan yang sama. Sehingga kami akan melanjutkan ke tahap ketiga untuk pariwisata yang melibatkan wisatawan mancanegara,” ungkap mantan anggota DPR RI ini.

Masih pada saat yang sama, Koster menyampaikan rasa bahagia terhadap penerapan digitalisasi kawasan pantai Pandawa berbasis QRIS sebagai penanda pelaksanaan Bali Era Baru.

“Jujur saja, saya baru pertama kali ke sini. Biasanya saya hanya mendengar dari omongan saja, ternyata tempatnya bagus. Untuk pengembangan kawasan ini sebagai destinasi pariwisata, tentu saja pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, akan mendukung dengan sebaik-baiknya agar kawasan ini ke depan dapat berkembang dengan baik. Tentu dengan menerapkan kearifan lokal yang kita miliki agar semua tertata dengan baik,” akunya.

Pengembangan ini, sambungnya, dilakukan bersama masyarakat sekitar agar semua menyadari bahwa Pantai Pandawa telah memberikan sumber penghidupan dan rezeki.

“Karena itu jangan hanya asyik menggali pendapatan di sini, tapi harus dibarengi dengan aktivitas upacara keagamaan yang sesuai kearifan lokal kita. Ini adalah pantai, maka sangat penting dilaksanakan upacara yadnya yang berkaitan dengan segara agar tempat ini betul-betul secara niskala dan sekala memberikan kesejahteraan bagi masyarakat yang ada di sini,” pungkasnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Kutuh, Jro Nyoman Mesir, menyampaikan terima kasih atas kehadiran gubernur dan wakil gubernur Bali yang dikatakannya merupakan kali pertama seorang gubernur dan wakil gubernur Bali datang ke Pantai Pandawa sejak dibuka pada 2012 silam.

“Dengan hadirnya Bapak Gubernur mudah-mudahan Pantai Pandawa menjadi destinasi wisata terbaik di dunia. Kawasan Pantai Pandawa ini adalah asli ciptaan masyarakat desa bersama para penglingsir-penglingsir dan tokoh masyarakat di Kutuh,” tuturnya.

Untuk itu, dia berharap Gubernur terus memberikan dukungan agar objek wisata Pantai Pandawa bisa ditata dan dikembangkan agar menjadi lebih baik lagi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyampaikan, peresmian penerapan tatanan kehidupan era baru dan digitalisasi kawasan wisata pantai pandawa berbasis QRIS ini sebagai agenda kedua yang telah dilaksanakan.

Dipilihnya Pantai Pandawa untuk penerapan tersebut karena merupakan objek wisata yang dikelola desa adat dan sangat siap dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Dalam tatanan kehidupan era baru, digitalisasi merupakan sebuah keniscayaan dan wajib dimasukkan pada semua bidang kehidupan termasuk sektor pariwisata,” jelasnya.

Dalam Surat Edaran Gubernur Nomor 3355 Tahun 2020, sambungnya, semua yang ada transaksinya diminta untuk menerapkan pembayaran nontunai. “Pembayaran nontunai menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, serta transparan,” jelasnya.

Selain itu juga, QRIS sebagai instrumen pembayaran juga menjadi solusi untuk membangkitkan sektor pariwisata dalam mendukung tatanan kehidupan era baru karena tidak akan ada kontak fisik dalam interaksi.

“Cara pembayaran menggunakan QRIS ini cukup dengan satu kode QR untuk pembayaran berbagai jenis aplikasi. Di kawasan wisata Pantai Pandawa ini, nantinya pembayaran menggunakan QRIS dapat dilakukan saat melakukan transaksi penyewaan payung, penyewaan kano, toko oleh-oleh dan warung makan,” terangnya.


BADUNG, BALI EXPRESS : Tatanan kehidupan era baru termasuk dengan protokol kesehatan atau tata caranya hidup sehat terus digaungkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Sabtu (11/7), tata cara ini resmi diterapkan di Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan. Peresmian itu berbarengan dengan penerapan digitalisasi kawasan wisata Pantai Pandawa berbasis Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan penerapan kedua hal tersebut, didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace. Acara ini juga disaksikan Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia di Bali, Trisno Nugroho, dan unsur Forkominda Provinsi Bali.

Koster menguraikan latar belakang diterapkannya tatanan kehidupan era baru di Provinsi Bali. Salah satunya, masyarakat Bali sudah cukup lama tidak bisa melakukan aktivitas secara leluasa sebagaimana kondisi sebelum terjadinya pandemi.

Situasi ini pada akhirnya berimbas pada kondisi ekonomi masyarakat. Karena itu, Pemprov Bali mengambil langkah untuk menerapkan tatanan kehidupan era baru di tengah pandemi yang masih berlangsung.

Penerapan tatanan ini pun dilakukan secara bertahap serta tetap mengacu pada protokol atau tata cara yang harus dilakukan secara disiplin seperti terangkum dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru.

Tahap pertama, sedang berlangsung dan dimulai sejak Kamis (9/11) dalam skala lokal. Tahap kedua direncanakan pada 31 Juli 2020 mendatang dengan skala yang diperluas dengan membuka aktivitas pariwisata nusantara atau domestik.

“Jika semua berjalan lancar, tahap ketiga pada 11 September 2020 akan dibuka untuk wisatawan mancanegara,” jelasnya. 

Dia melanjutkan, sekitar 52 persen perekonomian masyarakat Bali bergantung pada sektor pariwisata. Sehingga, terjadinya pandemi Covid-19 telah membuat masyarakat Bali merasakan dampaknya.

“Dampaknya sangat luar biasa terhadap keseluruhan kehidupan perekonomian yang ada di Bali yang berkaitan dengan kepariwisataan,” ujarnya.

Dengan pertimbangan itu, sebagai Gubernur Bali sekaligus ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, ia mengambil keputusan untuk memulai penerapan   tatanan kehidupan era baru dengan segala persiapan dan skenario penerapannya.

Kebijakan ini juga sudah disepakati seluruh bupati/walikota se-Bali. Begitu juga berbagai pihak yang menjadi bagian dari GTPP Covid-19, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Kesepakatannya, tatanan kehidupan era baru dilaksanakan secara bertahap, selektif, dan terbatas. 

Dengan penerapan tatanan tersebut, Koster menegaskan bahwa upaya pengendalian penyebaran dan penanggulangan Covid-19 tetap dilaksanakan sebaik-baiknya agar masyarakat sehat dan aman dari Covid-19. Dan di sisi lain, aktivitas masyarakat dimulai sehingga perekomonian masyarakat bisa bergerak kembali.

“Tidak mungkin seterusnya akan menjalani sesuatu yang tidak ada kepastiannya. Jadi karena itu, pilihannya adalah dua-duanya dijalankan secara bersama-sama,” jelasnya.

Untuk mengawali penerapan tatanan kehidupan era baru di Bali sehingga sesuai tujuannya, Koster memutuskan agar dilakukan secara sekala-niskala. Disesuaikan dengan keyakinan dan tradisi kearifan lokal masyarakat Bali. 

Tahap awal dilakukan dengan upacara yadnya Pemahayu Jagat pada 5 Juli 2020 di Penataran Pura Besakih bertepatan dengan Purnama Kasa. Upacara ini dilakukan dengan tujuan memohon restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Memohon tuntunan dan bimbingan Beliau agar penanganan Covid-19 di Provinsi Bali berjalan dengan relatif baik. Kasus di Provinsi Bali dapat dikendalikan. Yang sembuh terus bertambah. Berdoa agar yang meninggal tidak lagi bertambah. Itu yang kami jalankan secara niskala. Kemudian setelah itu, kami memulai tahapan pertama pada 9 Juli,” terangnya.

Koster berharap, dibukanya Pantai Pandawa akan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Mengingat sudah banyak wisatawan yang ingin datang ke Bali. Hanya saja memang masih ada keterbatasan yang belum bisa dijalankan karena masih berlaku aturan yang belum memungkinkan perjalanan. Khususnya dari luar negeri. 

“Saya kira pemerintah akan memulai tahapan itu dalam beberapa minggu yang akan datang ini. Kemudian kami berharap tahap pertama yang dimulai pada 9 Juli ini berlangsung dengan baik dan lancar. Diikuti masyarakat yang berperilaku tertib dan disiplin dalam melaksanakan protokol tatanan kehidupan era baru ini. Jika ini berjalan baik, kami akan masuk ke tahap kedua dengan harapan yang sama. Sehingga kami akan melanjutkan ke tahap ketiga untuk pariwisata yang melibatkan wisatawan mancanegara,” ungkap mantan anggota DPR RI ini.

Masih pada saat yang sama, Koster menyampaikan rasa bahagia terhadap penerapan digitalisasi kawasan pantai Pandawa berbasis QRIS sebagai penanda pelaksanaan Bali Era Baru.

“Jujur saja, saya baru pertama kali ke sini. Biasanya saya hanya mendengar dari omongan saja, ternyata tempatnya bagus. Untuk pengembangan kawasan ini sebagai destinasi pariwisata, tentu saja pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, akan mendukung dengan sebaik-baiknya agar kawasan ini ke depan dapat berkembang dengan baik. Tentu dengan menerapkan kearifan lokal yang kita miliki agar semua tertata dengan baik,” akunya.

Pengembangan ini, sambungnya, dilakukan bersama masyarakat sekitar agar semua menyadari bahwa Pantai Pandawa telah memberikan sumber penghidupan dan rezeki.

“Karena itu jangan hanya asyik menggali pendapatan di sini, tapi harus dibarengi dengan aktivitas upacara keagamaan yang sesuai kearifan lokal kita. Ini adalah pantai, maka sangat penting dilaksanakan upacara yadnya yang berkaitan dengan segara agar tempat ini betul-betul secara niskala dan sekala memberikan kesejahteraan bagi masyarakat yang ada di sini,” pungkasnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Kutuh, Jro Nyoman Mesir, menyampaikan terima kasih atas kehadiran gubernur dan wakil gubernur Bali yang dikatakannya merupakan kali pertama seorang gubernur dan wakil gubernur Bali datang ke Pantai Pandawa sejak dibuka pada 2012 silam.

“Dengan hadirnya Bapak Gubernur mudah-mudahan Pantai Pandawa menjadi destinasi wisata terbaik di dunia. Kawasan Pantai Pandawa ini adalah asli ciptaan masyarakat desa bersama para penglingsir-penglingsir dan tokoh masyarakat di Kutuh,” tuturnya.

Untuk itu, dia berharap Gubernur terus memberikan dukungan agar objek wisata Pantai Pandawa bisa ditata dan dikembangkan agar menjadi lebih baik lagi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyampaikan, peresmian penerapan tatanan kehidupan era baru dan digitalisasi kawasan wisata pantai pandawa berbasis QRIS ini sebagai agenda kedua yang telah dilaksanakan.

Dipilihnya Pantai Pandawa untuk penerapan tersebut karena merupakan objek wisata yang dikelola desa adat dan sangat siap dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Dalam tatanan kehidupan era baru, digitalisasi merupakan sebuah keniscayaan dan wajib dimasukkan pada semua bidang kehidupan termasuk sektor pariwisata,” jelasnya.

Dalam Surat Edaran Gubernur Nomor 3355 Tahun 2020, sambungnya, semua yang ada transaksinya diminta untuk menerapkan pembayaran nontunai. “Pembayaran nontunai menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, serta transparan,” jelasnya.

Selain itu juga, QRIS sebagai instrumen pembayaran juga menjadi solusi untuk membangkitkan sektor pariwisata dalam mendukung tatanan kehidupan era baru karena tidak akan ada kontak fisik dalam interaksi.

“Cara pembayaran menggunakan QRIS ini cukup dengan satu kode QR untuk pembayaran berbagai jenis aplikasi. Di kawasan wisata Pantai Pandawa ini, nantinya pembayaran menggunakan QRIS dapat dilakukan saat melakukan transaksi penyewaan payung, penyewaan kano, toko oleh-oleh dan warung makan,” terangnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/