alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Belum Tersertifikasi CHSE, Desa Wisata Tak Direkomendasi Dikunjungi

DENPASAR, BALI EXPRESS – Desa Wisata (Dewi) yang ada sudah dimiliki oleh masing-masing desa di Bali diharapkan mulai mengurus persyaratan CHSE, (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability). 

Dinas Pariwisata di kabupaten dan kota harus mendampingi para pengelola desa wisata tersebut. Sebab, jika tidak tersertifikasi CHSE, desa wisata tidak akan direkomendasikan untuk dikunjungi.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, saat dikonfirmasi Senin (12/7). Persiapan sertifikasi tersebut bertujuan untuk ancang-ancang ketika pariwisata kembali dibuka. Sebab Dewi merupakan obyek pariwisata yang ada di tingkat desa, dan terdapat pengelolanya masing-masing.

“Walaupun sekarang belum dibuka, untuk pariwisata kita kedepan tetap mempersiapkan diri. Karena Dewi ini kan ada restoran dan atraksi lainnya. Semuanya itu harus mengetahui dan mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Astawa juga menyampaikan bahwa di masing-masing kabupaten memiliki jumlah Dewi yang berbeda-beda. Ia menyarankan agar Dinas Pariwisata Kota dan Kabupaten tanggap dalam mengarahkan pengelola Dewi mempersiapkan beberapa hal yang memang harus dilakukan dan dipersiapkan.

“Yang perlu dipersiapkan, harus ada alat ukur suhu, harus ada alat cuci tangan yang memadai, rambu-rambu penggunaan masker, dan jaga jarak seperti biasanya. Sama seperti CHSE untuk hotel dan restoran beberapa waktu lalu, itu sama prinsipnya,” ujar Astawa.

Ditambahkannya, jika Dewi yang tidak mendaftarkan diri untuk mendapatkan sertifikat CHSE tersebut, dipastikan tidak akan diberikan rekomendasi dikunjungi. Baik untuk wisawatan domestik atau mancanegara. “Kalau tidak urus, ya kita tidak berikan rekomendasi untuk dikunjungi.  Berarti belum layak untuk dikunjungi,” tegasnya.

Ia pun berharap semua Dewi yang ada di Bali bergegas mengurus sertifikasi CHSE. Sebab ini difasilitasi secara gratis oleh Kementerian Pariwisata.  Menghadapi tren perubahan yang terjadi pada sektor pariwisata di tengah situasi pandemi Covid-19, meski sebaik apapun kualifikasi yang dimiliki, belum bisa meyakinkan jika tak  dilengkapi bukti sertifikat. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Desa Wisata (Dewi) yang ada sudah dimiliki oleh masing-masing desa di Bali diharapkan mulai mengurus persyaratan CHSE, (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability). 

Dinas Pariwisata di kabupaten dan kota harus mendampingi para pengelola desa wisata tersebut. Sebab, jika tidak tersertifikasi CHSE, desa wisata tidak akan direkomendasikan untuk dikunjungi.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, saat dikonfirmasi Senin (12/7). Persiapan sertifikasi tersebut bertujuan untuk ancang-ancang ketika pariwisata kembali dibuka. Sebab Dewi merupakan obyek pariwisata yang ada di tingkat desa, dan terdapat pengelolanya masing-masing.

“Walaupun sekarang belum dibuka, untuk pariwisata kita kedepan tetap mempersiapkan diri. Karena Dewi ini kan ada restoran dan atraksi lainnya. Semuanya itu harus mengetahui dan mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Astawa juga menyampaikan bahwa di masing-masing kabupaten memiliki jumlah Dewi yang berbeda-beda. Ia menyarankan agar Dinas Pariwisata Kota dan Kabupaten tanggap dalam mengarahkan pengelola Dewi mempersiapkan beberapa hal yang memang harus dilakukan dan dipersiapkan.

“Yang perlu dipersiapkan, harus ada alat ukur suhu, harus ada alat cuci tangan yang memadai, rambu-rambu penggunaan masker, dan jaga jarak seperti biasanya. Sama seperti CHSE untuk hotel dan restoran beberapa waktu lalu, itu sama prinsipnya,” ujar Astawa.

Ditambahkannya, jika Dewi yang tidak mendaftarkan diri untuk mendapatkan sertifikat CHSE tersebut, dipastikan tidak akan diberikan rekomendasi dikunjungi. Baik untuk wisawatan domestik atau mancanegara. “Kalau tidak urus, ya kita tidak berikan rekomendasi untuk dikunjungi.  Berarti belum layak untuk dikunjungi,” tegasnya.

Ia pun berharap semua Dewi yang ada di Bali bergegas mengurus sertifikasi CHSE. Sebab ini difasilitasi secara gratis oleh Kementerian Pariwisata.  Menghadapi tren perubahan yang terjadi pada sektor pariwisata di tengah situasi pandemi Covid-19, meski sebaik apapun kualifikasi yang dimiliki, belum bisa meyakinkan jika tak  dilengkapi bukti sertifikat. 


Most Read

Artikel Terbaru

/