alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Toko Pakaian, Konter HP, hingga Bengkel Ditutup Petugas di Gianyar

GIANYAR, BALI EXPRESS –  Petugas gabungan yang terdiri dari kepolisian dan Satpol PP Gianyar menutup toko pakaian yang masih buka di seputaran Jalan Kebo Iwa, Gianyar, Senin (12/7). Hal itu dilakukan menyusul adanya Instruksi Mendagri dan SE Gubernur Bali tentang PPKM Darurat.

Dari pantauan di lapangan, petugas melakukan penyisiran di Jalan Kebo Iwa mulai dari arah utara hingga selatan. Kemudian petugas mendapati ada toko pakaian yang masih buka sehingga petugas langsung menegur karyawan toko dan menutup toko dengan stiker.

Saat ditanyai oleh petugas, karyawan toko mengaku hanya menjalankan pekerjaannya seperti hari-hari biasanya. Sehingga dengan ditutupnya toko tersebut ia akan menghubungi bosnya. “Saya cuma jaga, jadi sekarang mau telepon bos dulu karena toko diminta tutup sampai tanggal 20 Juli,” ujar salah seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Gianyar, Made Watha, menyampaikan bahwa tim gabungan turun ke lapangan untuk menjalankan ketentuan aturan pemerintah pusat dan SE Gubernur Bali No. 10/2021 mengenai PPKM darurat. “Jadi kami memastikan masyarakat untuk mentaati aturan tersebut,” tegasnya.

Menurutnya dalam operasi tersebut pihaknya menemukan sejumlah usaha non esensial yang masih buka sehingga pihaknya pun terpaksa meminta usaha itu untuk tutup dan ditempeli stiker. namun apabila setelah ditempeli stiker, pengusaha masih nekat buka, maka pihaknya akan memberikan sanksi. “Kalau masih ngeyel itu ada sanksinya,” sebutnya.

Terlebih, upaya itu dilakukan untuk menekan peningkatan kasus Covid-19 serta sebagai pencegahan dan pengendalian Covid-19. 

Sedangkan saat disinggung soal pabrik rokok di Jalan Bypass IB Mantra yang memiliki ribuan pekerja namun masih beroperasi, pihaknya mengaku sudah melakukan pengecekan ke pabrik itu. “Kemarin tim sudah mengecek lokasi. Yang bersangkutan sifatnya esensial 50 persen,” ujarnya.

Dikategorikan esensial lantaran produknya dibawa keluar atau ekspor. “Produk mereka diekspor,” tandasnya.

Selain di kawasan Kota Gianyar, ratusan toko non esensial juga terpaksa ditutup petugas gabungan di daerah Ubud. Penutupan dilakukan disepanjang Jalan Cok Gd Rai Peliatan dan Jalan Raya Andong, Ubud. Mulai dari toko pakaian, bengkel, konter HP, hingga toko yang menjual non sembako. 

Kapolsek Ubud, AKP I Made Tama mengatakan bahwa penutupan yang dilakulan telah diterima oleh para pedagang atau pemilik usaha karena telah menjadi keputusan Gubernur Bali. “Bahkan beberapa toko dengan kesadaran diri sendiri menutup tokonya,” ungkapnya.

Menurutnya hal itu terjadi karena sebagian masyarakat sudah memahami akan aturan tersebut. Pihaknya juga sebelumnya sudah melakukan sosialisasi menggunakan mobil keliling semua wilayah Kecamatan Ubud. “Sudah kita sampaikan keputusan penutupan toko non essensial ini mulai berlaku sejak tanggal 10 hingga 20 Juli mendatang,” lanjutnya.

Kendatipun demikian pihaknya memastikan jika akan melaksanakan penertiban dengan sweeping dan  berkesinambungan terhadap toko yang kucing-kucingan, dan jika masih membandel maka akan dilakukan penegakan hukum.


GIANYAR, BALI EXPRESS –  Petugas gabungan yang terdiri dari kepolisian dan Satpol PP Gianyar menutup toko pakaian yang masih buka di seputaran Jalan Kebo Iwa, Gianyar, Senin (12/7). Hal itu dilakukan menyusul adanya Instruksi Mendagri dan SE Gubernur Bali tentang PPKM Darurat.

Dari pantauan di lapangan, petugas melakukan penyisiran di Jalan Kebo Iwa mulai dari arah utara hingga selatan. Kemudian petugas mendapati ada toko pakaian yang masih buka sehingga petugas langsung menegur karyawan toko dan menutup toko dengan stiker.

Saat ditanyai oleh petugas, karyawan toko mengaku hanya menjalankan pekerjaannya seperti hari-hari biasanya. Sehingga dengan ditutupnya toko tersebut ia akan menghubungi bosnya. “Saya cuma jaga, jadi sekarang mau telepon bos dulu karena toko diminta tutup sampai tanggal 20 Juli,” ujar salah seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Gianyar, Made Watha, menyampaikan bahwa tim gabungan turun ke lapangan untuk menjalankan ketentuan aturan pemerintah pusat dan SE Gubernur Bali No. 10/2021 mengenai PPKM darurat. “Jadi kami memastikan masyarakat untuk mentaati aturan tersebut,” tegasnya.

Menurutnya dalam operasi tersebut pihaknya menemukan sejumlah usaha non esensial yang masih buka sehingga pihaknya pun terpaksa meminta usaha itu untuk tutup dan ditempeli stiker. namun apabila setelah ditempeli stiker, pengusaha masih nekat buka, maka pihaknya akan memberikan sanksi. “Kalau masih ngeyel itu ada sanksinya,” sebutnya.

Terlebih, upaya itu dilakukan untuk menekan peningkatan kasus Covid-19 serta sebagai pencegahan dan pengendalian Covid-19. 

Sedangkan saat disinggung soal pabrik rokok di Jalan Bypass IB Mantra yang memiliki ribuan pekerja namun masih beroperasi, pihaknya mengaku sudah melakukan pengecekan ke pabrik itu. “Kemarin tim sudah mengecek lokasi. Yang bersangkutan sifatnya esensial 50 persen,” ujarnya.

Dikategorikan esensial lantaran produknya dibawa keluar atau ekspor. “Produk mereka diekspor,” tandasnya.

Selain di kawasan Kota Gianyar, ratusan toko non esensial juga terpaksa ditutup petugas gabungan di daerah Ubud. Penutupan dilakukan disepanjang Jalan Cok Gd Rai Peliatan dan Jalan Raya Andong, Ubud. Mulai dari toko pakaian, bengkel, konter HP, hingga toko yang menjual non sembako. 

Kapolsek Ubud, AKP I Made Tama mengatakan bahwa penutupan yang dilakulan telah diterima oleh para pedagang atau pemilik usaha karena telah menjadi keputusan Gubernur Bali. “Bahkan beberapa toko dengan kesadaran diri sendiri menutup tokonya,” ungkapnya.

Menurutnya hal itu terjadi karena sebagian masyarakat sudah memahami akan aturan tersebut. Pihaknya juga sebelumnya sudah melakukan sosialisasi menggunakan mobil keliling semua wilayah Kecamatan Ubud. “Sudah kita sampaikan keputusan penutupan toko non essensial ini mulai berlaku sejak tanggal 10 hingga 20 Juli mendatang,” lanjutnya.

Kendatipun demikian pihaknya memastikan jika akan melaksanakan penertiban dengan sweeping dan  berkesinambungan terhadap toko yang kucing-kucingan, dan jika masih membandel maka akan dilakukan penegakan hukum.


Most Read

Artikel Terbaru

/