alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Sasar Sekolah, Kejari Denpasar Laksanakan Jaksa Masuk Sekolah

DENPASAR, BALI EXPRESS — Sebagai upaya memberikan pemahaman hukum, khususnya tentang bahaya bullying, narkotika dan psikotropika, Senin (11/7) Kejaksaan Negeri Denpasar melalui bidang Intelijen melaksanakan penyuluhan hukum Jaksa Masuk Sekolah (JMS) pada triwulan ketiga.

Kegiatan ini dilangsungkan di sela-sela kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru.

Kajari Denpasar Yuliana Sagala,S.H.,M.H. didampingi Kasi Intel Kejari Denpasar menyampaikan, khusus pada Senin kemarin, pihaknya melaksanakan JMS dengan menyasar SMP Wisata Sanur, SMPN 7 Denpasar, SMP Wisata Nasional dan SMP Sapta Andika.

“Kegiatan ini bakal dilangsungkan hingga Kamis (14/7). Setidaknya ada sekitar 22 sekolah di wilayah Kota Denpasar yang akan kami berikan penyuluhan hukum,” katanya.

Baca Juga :  Setahun Menjabat, Kasi Pidum Kejari Denpasar Diganti

Dijelaskannya, para jaksa yang ditugaskan menjadi narasumber dalam kegiatan penyuluhan hukum JMS Kejari Denpasar bakal memberikan pemahaman tentang materi bahaya bullying, narkotika dan psikotropika. Mengingat pada usia remaja acap kali terjadi perundungan antar teman sebaya, juga rentan terhadap penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.

“Kami harapkan nantinya para siswa dan siswi yang mengiukuti kegiatan JMS dapat mengetahui bahaya bullying terhadap sesama, serta selalu menjaga diri dari segala bentuk penyalahgunaan narkotika dan psikotropika,” terangnya.

Sebelum mengakhiri kegiatan, para jaksa juga mengajak seluruh siswa dan siswi untuk membuat video dengan slogan ‘Kenali Hukum, Jauhi Hukuman’.

Kegiatan ini pun mendapat apresiasi pihak sekolah. Mengingat antusiasme siswa baru dalam mengikuti materi yang diberikan, serta berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahunnya. (wid)

Baca Juga :  Cegah Pelanggaran Hukum, Kejari Jalin Kerjasama dengan RSUD Wangaya

 


DENPASAR, BALI EXPRESS — Sebagai upaya memberikan pemahaman hukum, khususnya tentang bahaya bullying, narkotika dan psikotropika, Senin (11/7) Kejaksaan Negeri Denpasar melalui bidang Intelijen melaksanakan penyuluhan hukum Jaksa Masuk Sekolah (JMS) pada triwulan ketiga.

Kegiatan ini dilangsungkan di sela-sela kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru.

Kajari Denpasar Yuliana Sagala,S.H.,M.H. didampingi Kasi Intel Kejari Denpasar menyampaikan, khusus pada Senin kemarin, pihaknya melaksanakan JMS dengan menyasar SMP Wisata Sanur, SMPN 7 Denpasar, SMP Wisata Nasional dan SMP Sapta Andika.

“Kegiatan ini bakal dilangsungkan hingga Kamis (14/7). Setidaknya ada sekitar 22 sekolah di wilayah Kota Denpasar yang akan kami berikan penyuluhan hukum,” katanya.

Baca Juga :  Antisipasi Aksi Terorisme, Pol PP Sidak Duktang

Dijelaskannya, para jaksa yang ditugaskan menjadi narasumber dalam kegiatan penyuluhan hukum JMS Kejari Denpasar bakal memberikan pemahaman tentang materi bahaya bullying, narkotika dan psikotropika. Mengingat pada usia remaja acap kali terjadi perundungan antar teman sebaya, juga rentan terhadap penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.

“Kami harapkan nantinya para siswa dan siswi yang mengiukuti kegiatan JMS dapat mengetahui bahaya bullying terhadap sesama, serta selalu menjaga diri dari segala bentuk penyalahgunaan narkotika dan psikotropika,” terangnya.

Sebelum mengakhiri kegiatan, para jaksa juga mengajak seluruh siswa dan siswi untuk membuat video dengan slogan ‘Kenali Hukum, Jauhi Hukuman’.

Kegiatan ini pun mendapat apresiasi pihak sekolah. Mengingat antusiasme siswa baru dalam mengikuti materi yang diberikan, serta berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahunnya. (wid)

Baca Juga :  Setahun Menjabat, Kasi Pidum Kejari Denpasar Diganti

 


Most Read

Artikel Terbaru

/